Lima Atlet Sempat Dirawat, Tim Bola Tangan Bengkulu Tetap Raih Dua Medali di Kejurnas 2026
- account_circle Sepriyanita
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_16908288
BENGKULU, jarrakpos.com – Perjalanan panjang selama tiga hari dua malam dari Bengkulu menuju Medan menjadi awal perjuangan berat Tim Bola Tangan Provinsi Bengkulu dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bola Tangan 2026 di Sumatera Utara, 19–27 November 2026.
Di tengah kelelahan perjalanan, kemacetan, dan kondisi kesehatan pemain yang menurun, kontingen Bengkulu tetap berjuang menghadapi persaingan antardaerah. Hasilnya, tim putra berhasil membawa pulang medali perak nomor 5 x 5, sedangkan tim putri meraih medali perunggu pada nomor yang sama.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Asosiasi Bola Tangan Indonesia (Pengprov ABTI) Bengkulu, Bogy Restu Ilahi, menilai pengalaman tersebut menjadi gambaran tentang ketangguhan atlet sekaligus pengingat bahwa pembinaan olahraga membutuhkan persiapan yang matang dan dukungan berkelanjutan.
“Anak-anak telah menunjukkan semangat juang yang patut diapresiasi. Mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik meskipun menghadapi berbagai kendala. Hasil ini patut disyukuri, tetapi kami juga harus berani mengevaluasi kekurangan agar persiapan berikutnya lebih baik,” ujar Bogy.

Perjuangan kontingen Bengkulu semakin berat ketika sejumlah atlet mengalami sakit dan demam. Saat pertandingan nomor indoor 7 x 7 memasuki babak delapan besar, sekitar lima atlet harus bolak-balik mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pelatih dalam menjaga kesiapan tim. Para pemain tidak hanya dituntut memulihkan kondisi fisik, tetapi juga harus membagi tenaga karena mengikuti tiga nomor sekaligus, yakni indoor 7 x 7, 5 x 5, dan beach handball 4 x 4.
Dalam situasi yang tidak ideal, setiap keputusan menjadi penting. Pelatih harus mempertimbangkan kondisi masing-masing atlet, menyusun komposisi pemain, membaca kekuatan lawan, serta menentukan strategi yang memungkinkan tim tetap kompetitif.
Persaingan juga memperlihatkan perbedaan kesiapan dan dukungan antarkontingen. DKI Jakarta, misalnya, hadir dengan fasilitas dan dukungan yang dinilai lebih memadai. Namun, tim Bengkulu memilih menjadikan perbedaan tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan kerja keras dan memaksimalkan potensi pemain.
Meski harus menghadapi banyak kendala, perjuangan tim putra berbuah medali perak setelah mencapai partai final melawan DKI Jakarta. Sementara tim putri mengamankan medali perunggu setelah menjalani pertandingan semifinal menghadapi Sumatera Barat.
Bagi kontingen Bengkulu, medali tersebut memiliki arti lebih dari sekadar pencapaian di podium. Hasil itu menjadi buah dari kerja sama tim, ketahanan mental, pengorbanan atlet, dan upaya pelatih mengelola pertandingan dalam kondisi yang penuh tantangan.
Bogy menilai pengalaman di Sumatera Utara perlu dijadikan dasar untuk memperbaiki sistem persiapan atlet, terutama menyangkut kebugaran, pengelolaan perjalanan, pemulihan kesehatan, dan kesiapan menghadapi jadwal pertandingan yang padat.
“Ke depan, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh. Kita perlu memperkuat kondisi fisik atlet, meningkatkan kualitas latihan, menyiapkan kedalaman skuad, dan memperhatikan kebutuhan sarana serta prasarana. Semua itu penting agar atlet bisa tampil lebih siap saat menghadapi kejuaraan berikutnya,” terangnya.
Kejurnas Bola Tangan 2026 juga menjadi bagian dari persiapan menuju Pra-Kualifikasi PON dan PON NTB–NTT 2028. Karena itu, pengalaman bertanding melawan daerah lain menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus memetakan aspek yang perlu diperbaiki.
Pengprov ABTI Bengkulu selanjutnya akan menjadikan hasil kejuaraan sebagai bahan evaluasi untuk menyusun program pembinaan menuju PORWIL 2027 dan PON 2028.
Dukungan pemerintah dan organisasi olahraga juga dinilai penting dalam menunjang keberlanjutan pembinaan. Tim menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bengkulu Helmi Hasan melalui Dispora Provinsi Bengkulu, KONI Provinsi Bengkulu, Kemenpora, KONI Pusat, PB ABTI, dan ABTI Sumatera Utara.
Perjuangan di Kejurnas 2026 menjadi pengingat bahwa prestasi tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir pertandingan, tetapi juga oleh kesiapan, ketekunan, dan kemampuan untuk bangkit dari kesulitan.
Tim Bola Tangan Bengkulu kini membawa pulang dua medali sekaligus pekerjaan rumah untuk dibenahi. Dengan evaluasi yang tepat dan pembinaan berkelanjutan, kontingen tersebut diharapkan mampu meningkatkan prestasi dan bersaing lebih kuat pada PORWIL 2027 serta PON 2028.
- Penulis: Sepriyanita





Saat ini belum ada komentar