Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Reses Tak Biasa, Simprosa Gandut Turun ke Laut: Bantu Nelayan Urus e-Pas Kecil

Reses Tak Biasa, Simprosa Gandut Turun ke Laut: Bantu Nelayan Urus e-Pas Kecil

  • account_circle Mario Langun
  • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com — Masa reses bukan sekadar waktu rehat dari sidang, tetapi kesempatan emas bagi wakil rakyat untuk benar-benar hadir di tengah masyarakat. Itulah yang dibuktikan oleh Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Simprosa Gandut, yang memanfaatkan masa resesnya untuk turun langsung ke pesisir Manggarai dan membantu nelayan kecil mendapatkan legalitas resmi lewat program e-Pas Kecil.

Pada Sabtu, 25 Oktober 2025, Simprosa terlihat menyapa para nelayan di Labuan Taur, Desa Nuca Molas, dengan senyum ramah dan semangat khasnya.

Hari itu bertepatan dengan hari terakhir masa reses, namun semangatnya justru terlihat semakin besar. Bukan sekadar berkunjung atau berdialog, tetapi benar-benar ikut mengawal proses pengukuran kapal nelayan dan penerbitan e-Pas Kecil, dokumen penting yang menjadi identitas hukum bagi kapal di bawah 6 gross ton (GT).

Kegiatan tersebut diikuti oleh lebih dari 60 kapal nelayan dari berbagai daerah di Manggarai, seperti Satar Mese, Nangapaang, Nanga Woja, Bintor, Terong, Nuca Molas, hingga Nanga Lil.

Seluruh proses difasilitasi oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Labuan Bajo.

“e-Pas Kecil ini bukan hanya selembar dokumen, tapi napas bagi nelayan kecil. Tanpa ini, mereka tidak bisa membeli BBM bersubsidi dan kapal mereka tidak diakui secara hukum. Aspirasi ini sudah mereka sampaikan sejak tahun lalu, dan hari ini, akhirnya bisa terwujud,” ujar Simprosa dengan penuh rasa syukur.

Simprosa, yang juga berasal dari Fraksi Golkar Dapil NTT IV (Manggarai Raya), mengaku bahwa perjuangan mewujudkan program ini bukan hal mudah.

Ia harus memperjuangkannya sejak awal masa jabatan dengan menggandeng berbagai instansi agar nelayan bisa memiliki akses yang adil terhadap legalitas dan subsidi bahan bakar.

Ia menambahkan, banyak nelayan di pesisir Manggarai selama ini menghadapi hambatan administratif dan biaya tinggi saat mengurus dokumen kapal. Akibatnya, sebagian besar tetap berlayar tanpa legalitas resmi, yang tentu berisiko bagi keselamatan dan kesejahteraan mereka.

“Negara hadir ketika nelayan kecil bisa melaut dengan tenang. Saya hanya menjalankan tugas untuk memastikan mereka terlindungi, punya dokumen sah, dan bisa bekerja tanpa rasa takut,” kata Simprosa.

Politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat akar rumput itu juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada KSOP, KKP, dan Dinas Perikanan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.

Ia menilai sinergi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan program ini, karena tanpa koordinasi, banyak nelayan yang akan terus tertinggal dari sisi administrasi kelautan.

“Respon cepat dari KSOP dan KKP sangat luar biasa. Mereka langsung turun tangan begitu mendengar aspirasi masyarakat nelayan di Manggarai. Ini contoh nyata kolaborasi pemerintah yang berdampak langsung bagi rakyat kecil,” tambahnya.

Selain memfasilitasi pengukuran kapal, Simprosa juga menyempatkan diri berdialog dengan para nelayan tentang kebutuhan lain, seperti penyaluran BBM bersubsidi, alat tangkap ramah lingkungan, serta program pelatihan keselamatan melaut.

Beberapa nelayan bahkan sempat berbagi pengalaman pribadi tentang sulitnya mendapatkan bahan bakar karena tidak memiliki dokumen e-Pas Kecil.

Salah satu nelayan, Yohanes, mengaku sangat bersyukur dengan inisiatif tersebut.

“Kami ini orang kecil, Bu. Kadang mau beli solar saja susah karena tidak ada surat kapal. Sekarang kalau sudah ada e-Pas, hati kami tenang. Kapal diakui, dan kami bisa melaut tanpa takut ditangkap petugas,” ungkap Yohanes dengan wajah sumringah.

Bagi Simprosa, inilah makna sejati dari masa reses, bukan hanya datang untuk menampung keluhan, tapi benar-benar mengubah aspirasi menjadi tindakan nyata.

Ia meyakini bahwa wakil rakyat harus bisa menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah.

“Reses bukan waktu libur, tapi waktu terbaik untuk kembali ke akar, mendengar dengan hati, dan bekerja dengan aksi nyata. Itulah arti reses yang sesungguhnya bagi saya,” pungkasnya.

Kegiatan di Labuan Taur itu pun ditutup dengan suasana haru dan gembira. Para nelayan membawa pulang bukan hanya dokumen legal, tetapi juga harapan baru bahwa suara mereka benar-benar didengar, dan perjuangan mereka di laut kini memiliki pijakan hukum yang sah.*

  • Penulis: Mario Langun
  • Editor: Mario Langun

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo akan Meresmikan Pabrik Mobil Listrik di Magelang hari ini

    Presiden Prabowo akan Meresmikan Pabrik Mobil Listrik di Magelang hari ini

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan pabrik kendaraan listrik di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis,(9/4/2026). Agenda tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Pabrik ini akan memproduksi berbagai alat transportasi berbasis listrik seperti bus dan truk. Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan industri kendaraan listrik […]

  • Polsek KSKP laksanakan Pengecekan Budi Daya Pengembangan Bibit Tanaman Pakcoi Tahap III

    Polsek KSKP laksanakan Pengecekan Budi Daya Pengembangan Bibit Tanaman Pakcoi Tahap III

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 120
    • 0Komentar

      DUMAI, JARRAKPOS. COM – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan oleh jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan (KSKP) Polres Dumai Polda Riau. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah melalui pengembangan budidaya tanaman hidroponik pakcoi yang saat ini telah memasuki tahap III. Pada Kamis, 2 Juli 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, personel Polsek Kawasan […]

  • Tak Muluk-muluk, Ini Target Yunus Saragih dan Ruslan Bareng Pelita MS di Liga 4 Sumut

    Tak Muluk-muluk, Ini Target Yunus Saragih dan Ruslan Bareng Pelita MS di Liga 4 Sumut

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Medan – Pelatih anyar Pelita Medan Soccer Yunus Saragih dan Ruslan tak memasang target muluk-muluk di ajang Liga 4 Sumut tahun 2026 Target itu disampaikan oleh Yunus Saragih dan Ruslan jelang timnya melakoni laga perdananya di grup C melawan Unimed, Minggu (29/3) “Target kami lolos fase grup. Itu sudah cukup baik” kata pelatih Yunus Saragih dan […]

  • Rumah Sakit Pratama Nasal Rampung 100 Persen, Siap Beroperasi Tahun 2026

    Rumah Sakit Pratama Nasal Rampung 100 Persen, Siap Beroperasi Tahun 2026

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Sepriyanita
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KAUR, jarrakpos.com – Kabar baik bagi masyarakat Kecamatan Nasal dan Maje, Kabupaten Kaur. Pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama yang berlokasi di Desa Sumber Harapan, Kecamatan Nasal, kini telah mencapai progres 100 persen dan siap memasuki tahap operasional. Selain pembangunan fisik yang telah selesai seluruhnya, Pemerintah Kabupaten Kaur juga telah merampungkan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur […]

  • BBKSDA NTT Hadir Menjaga Harapan Pesisir, Mangrove Ditanam dan Sampah Dibersihkan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    BBKSDA NTT Hadir Menjaga Harapan Pesisir, Mangrove Ditanam dan Sampah Dibersihkan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 159
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Komitmen Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali terlihat melalui aksi nyata di kawasan Taman Wisata Mangrove Muara Abu, Oesapa Barat, Kota Kupang, (14/6/2026). Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi kawasan pesisir, BBKSDA NTT terus menunjukkan kepeduliannya dengan menghadirkan kegiatan yang tidak hanya berdampak bagi […]

  • KDM Bicara Manajemen Warung, Pusaka Kuningan Dorong UMKM Naik Level

    KDM Bicara Manajemen Warung, Pusaka Kuningan Dorong UMKM Naik Level

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait penguatan kapasitas pelaku usaha kecil dan menengah mendapat respons positif dari Paguyuban Pengusaha Kecil dan Menengah Kuningan (Pusaka Kuningan). Ketua Umum Pusaka Kuningan, Yopi Sujana, menilai pesan yang disampaikan Gubernur dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan tersebut sangat relevan dengan kondisi UMKM di lapangan. […]

expand_less