Disaksikan Bupati Indramayu Lucky Hakim dan Kadis DKKP Sugeng Heryanto PT BWI Hadir untuk Petani Indramayu Lewat Integrated Farming .
- account_circle Wahyu Supriatna
- calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

INDRAMAYU JarrrakPost.Com-Pemerintah daerah kabupaten Indramayu berupaya untuk mensrjahterakan taraf hidup para petani salah satunya menekan biaya produksi dan pupuk kimia pertaniaan di Indramayu dan untuk menjaga target lumbung padi nadional, maka dari itu perlu diadakan beberapa strategi untuk menopang itu semua. Salah satunya adalah di adakan Sosialisasi program ektensi pertaniaan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani.
Bertempat di Pendopo Indramayu Sabtu (22/11/25) diadakan acara Sosialisas8 Program Integrated Farming dan Penamdatanganan Kerjasama Kemitraan dengan Petani Indramayu dan Persorada PT.BWI.(Bumi Wiralodra Indramayu).
Pada acara tersebut dihadiri Bupati Indramayu Lucky Hakim, Kadis DKKP Indramayu H.Sugeng Heriyanto, Ketua BWI H.Robani, tim Percepatan Joni, para ketua KTNA Indramayu, perwakilan Camat dan para perwakilan kuwu se Indramayu.

Bupati Indramayu Lucky Hakim dalam sambutannya”Potensi Indramayu sebagai lumbung padi nasional menjadi perhatiaan khusus pemerintah pusat, hal ini adalah tantangan dari para petani berupa altista, dan pupuk yg merata. Petani Indramayu harus mendapatkan apgeting dalam pengelolaaan lahan pertaniaan, dan ini akan berpengaruh dengan kebutuhan petani terhadap pupuk berbeda-beda.sumber daya manusia yg bertindak sebagai penyuluh pertaniaan ini berbanding terbaik dengan ketersediaan lahan pertaniaan yang ada” tegasnya.
Kerja sama antara KTNA dan BWI harus memberikan dampak yang nyata kepada kesejahteraan petani, petani itu tidak boleh miskin karena sejatinya petani itu memiliki pendapatan yang nyata. Petani harus memiliki usaha dan nilai jual secara ekonomis” ujar Lucky Hakim
Kepala Dinas DKPP Indramayu Sugeng Heriyanto dalam pesannya “Mamfaatkan bantuan pemerintah untuk para petani Indramayu harus bisa menopang produksi pertaniaan, bijakan pemerintah secara menyuruh demi menaikkan taraf kesejahteraan petani Indonesia. Pemda Indramayu mempunyai produk Unggulan Gedong Gincu, dan buah lainnya perlu di pikirkan industri pengelolaan dan bentuk pengelolaan prodak yang mempunyai nilai ekonomi lebih sehingga perekonomiaan masyarakat bisa tumbuh dan berkembang” ujarnya.
Dewasa ini pemerintah pusat melalui program ketahanan pangan sedang memoderisasi kebutuhan para petani dari mulai irigasi sampai dengan pasca produksi dari hulu hingga hilir ini semua semata – mata di lakukan agar pertaniaan dinegara kita lebih maju, efisien dan menekan biaya produksi yang cukup tinggi.Jadi marilah kita bersama – sama untuk berperan nyata dalam meningkatkan taraf perekonomian petani” lanjut Sugeng Heriyanto.
Tim Percepatan Ekonomi Indramayu Joni dalam sambutannya” penggunaan pupuk kimia oleh petani semakin bamyak, tanah pertaniaan semakin rusak,kita coba mengembalikan unsur hara yang ada dalam tanah.
Kita mencoba menangkap keluhan para petani, karena ada anggapan pupuk yg di pakai banyak maka hasilnya akan banyak, BWI sudah penyediakan pupuk yang ramah lingkungan dengan terjadi pemangkasan penggunaan pupuk urea 50%, hasil padinya bisa naik 15% dari total keseluruhan.” Tegas Joni.
Dari padi itu sudah terkandung berbagai macam hal, pada saatnya harga gabah lebih tinggi terapi harga beras di Indramayu bisa jauh lebih murah.BWI akan menyiapkan pendampingan bagi para petani Indramayu, target kedua adalah akan mengelola limbah pertaniaan menjadi produk unggulan, mekanisasi itu sangat menghemat biaya dan hasilnya bisa maksimal, Alsintannya akan dilengkapi oleh BWI dan pupuk Indonesia. Tanah yang sehat adalah tanah itu lebih menggembur” lanjut Joni.

Sementara itu kepala PT.BWI Indramayu H.Robani dalam sambutannya”BWI dituntut untuk profesional, membantu para petani di Indramayu, dan harus bisa meningkatkan PAD Indramayu. BWI selalu mengggandeng para ahli yang berkompeten pada bidangnya, masyarakat Indramayu itu masih hidup dibawah kemiskinanan.
BWI akan mensport kebutuhan para petani Indramayu, selain itu akan menekan biaya produksi petani sehingga hasil produksi bisa meningkat” tegasnya.
Kita harus bersama- sama menekan biaya Produksi, hasil produksi untuk kedepan harus bisa mencapai 9 – 10 ton, komponen pertaniaan akan disediakan oleh BWI, pupuk harus menggunakan pupuk yang ramah lingkungan, alsintan harus mengalami peremajaan, pasca produksi juga akan ditampung oleh BWI, harapan kedepan petani lebih sejahtera” lanjut H.Robani.
Acara di lanjutkan dengan tanya jawab antara KTNA dan para ahli yang hadir. *****(Gus Wahyu Supriatna96)*******
- Penulis: Wahyu Supriatna




Saat ini belum ada komentar