Di Hadapan Dirjen KSDAE, Usman Husin Dorong Ndana Jadi Simpul Wisata dan Konservasi di Perbatasan Selatan
- account_circle Mario
- calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Angin laut dari selatan berhembus lembut saat rombongan Komisi IV DPR RI menjejak Pulau Ndana, pulau terluar Indonesia yang sunyi, indah, dan strategis.
Di titik paling selatan negeri ini, Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin, menegaskan satu hal: Ndana bukan sekadar batas geografis, tetapi peluang besar bagi masa depan konservasi dan ekonomi lokal.
Kunjungan kerja pada Minggu (25/04/2026) itu turut dihadiri Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan, Satyawan Pudyatmoko, bersama jajaran teknis.
Kedatangan mereka disambut secara adat oleh Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, ditandai dengan pengenaan selimut dan topi khas Ti’i Langga oleh Bupati Paulus Henuk, simbol penghormatan sekaligus harapan.
Namun sorotan utama tertuju pada Ndana. Pulau ini berstatus Taman Buru dan dikenal sebagai habitat penting bagi satwa seperti rusa dan itik liar.
Di hadapan para pemangku kepentingan, Usman Husin mendorong agar pendekatan konservasi di Ndana tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung langsung dengan penguatan ekonomi masyarakat.
“Pulau Ndana ini indah, punya pasir putih dan gelombang yang potensial untuk olahraga air. Saya minta Kementerian Kehutanan mengkaji kemungkinan pengembangan wisata laut dan daratan di sini,” tegasnya.
Tak berhenti di sektor wisata, Usman juga membuka ruang pemikiran baru: Ndana sebagai laboratorium ekonomi berbasis lingkungan.
Ia meminta kajian serius terhadap pengembangan tanaman produktif bernilai ekonomi tinggi yang tetap selaras dengan prinsip konservasi.
Selain itu, potensi wisata tracking di daratan pulau hingga penguatan populasi rusa juga masuk dalam dorongan kebijakan yang ia sampaikan.
Bagi Usman, Ndana harus dijaga sekaligus dimanfaatkan secara bijak. Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari Kementerian Kehutanan, TNI, hingga Pemerintah Daerah untuk memastikan keamanan wilayah sekaligus menjaga kelestarian ekosistem.
Di titik nol selatan Indonesia itu, gagasan besar sedang dirintis: menjadikan Ndana sebagai wajah baru perbatasan yang bukan hanya dijaga, tetapi juga hidup, produktif, dan berkelanjutan.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar