Dishub Siapkan Rekayasa Lalu – Lintas di Alun – Alun Kota Magelang
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month Minggu, 28 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Sedikitnya 1 juta kendaraan diperkirakan melintas di Kota Magelang, Jawa Tengah, sepanjang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Dinas Perhubungan Kota Magelang pun telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan dan menyiapkan rekayasa lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang, Makhmud Yunus, mengatakan puncak arus mudik diprediksi berlangsung pada 21–22 Desember 2025, sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 2–4 Januari 2026.
Ia menyebut sebanyak 1.051.000 kendaraan diprediksi melintas selama periode libur tersebut.
“Ada kenaikan 4,8 persen (dibandingkan tahun 2024),” ujarnya.
Titik Rawan Kemacetan di Magelang
Yunus menjelaskan beberapa lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan selama Nataru, yakni Simpang Kebonpolo, Simpang Artos Mall, dan Kawasan Alun-alun Kota Magelang.
Sebagai contoh, Dishub akan menerapkan rekayasa lalu lintas di Simpang Kebonpolo dengan mematikan lampu merah dan hijau, hanya menyisakan lampu kuning.
“Personel kami kemudian akan mengatur (lalu lintas) di sana. Tentu bekerja sama dengan Satlantas Polres Magelang Kota,” ungkapnya.
Untuk mengurangi kepadatan di kawasan Alun-alun Magelang:
Kendaraan dari arah Semarang dialihkan ke Jalan Majapahit atau Simpang CPM.
Kendaraan dari arah Purworejo/Yogyakarta dialihkan ke Jalan Pangeran Diponegoro, bukan Jalan Tentara Pelajar.
Kendaraan Berat Dilarang Masuk Kota
Selama libur Nataru, kendaraan berat seperti truk besar dan truk gandeng dilarang memasuki pusat kota pada 19–20 Desember 2025 dan 2–4 Januari 2026
Larangan berlaku di Jalan Ahmad Yani setelah Simpang Kebonpolo dan area dalam Kota Magelang. Mereka diarahkan melewati jalur lingkar luar jalan Urip Sumoharjo dan jalan Soekarno Hatta. Minggu,(28/12/2025)
Larangan ini tidak berlaku untuk truk yang membawa sembako, hewan ternak, dan BBM atau gas.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar