Dampingi Usman Husin Tembus Pelosok TTS, Presly Neonufa Salut Lihat Perjuangan Jemput Aspirasi Warga
- account_circle Mario
- calendar_month 9 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Perjalanan panjang menembus pelosok Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menjadi pengalaman tersendiri bagi Ananda Pricely R. Neonufa, atau yang akrab disapa Presly, pengurus DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nusa Tenggara Timur.
Presly turut mendampingi Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, dalam rangkaian agenda reses dan kunjungan ke tengah masyarakat di Kecamatan Kokbaun pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Sekitar 700 masyarakat memadati lokasi reses di Koentefa, Kecamatan Kokbaun. Mereka datang dari enam desa di Kecamatan Kokbaun, bahkan sejumlah masyarakat dari kecamatan tetangga turut hadir untuk bertemu dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Usman Husin.
Enam desa tersebut yakni Benehe, Koloto, Lotas, Niti, Obaki dan Sabnala. Perwakilan masyarakat dari seluruh desa hadir dalam pertemuan tersebut.
Bukan sekadar mengikuti agenda pertemuan, Presly menyaksikan langsung bagaimana Usman Husin menjemput aspirasi masyarakat hingga ke wilayah pelosok.
Perjalanan tersebut membawa rombongan melewati jalan yang tidak selalu mudah, termasuk medan terjal dan sejumlah wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.
Sesampainya di tengah masyarakat, Usman tidak hanya duduk dalam forum resmi. Ia berdialog langsung dengan warga, mendengarkan keluhan, melihat kondisi di lapangan, hingga mendatangi sejumlah lokasi yang menjadi sumber persoalan masyarakat.
Bagi Presly Neonufa, cara tersebut menunjukkan bahwa menyerap aspirasi masyarakat tidak cukup hanya dilakukan melalui pertemuan formal.
“Saya salut melihat cara Pak Usman turun langsung dan mendengar masyarakat. Aspirasi bukan hanya didengar, tetapi juga dilihat dan diperiksa langsung kondisi di lapangan,” kata Presly.
Menurutnya, kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat menjadi penting, terutama bagi warga yang berada jauh dari pusat kota dan memiliki keterbatasan akses untuk menyampaikan persoalan mereka kepada pemerintah.
Dalam perjalanan tersebut, berbagai aspirasi masyarakat muncul, mulai dari persoalan pertanian, kelompok tani, ketersediaan sarana pendukung, pengelolaan lingkungan hingga pengembangan potensi ekonomi masyarakat.
Usman pun berusaha melihat persoalan tersebut secara langsung agar aspirasi yang dibawa ke tingkat pemerintah pusat memiliki gambaran kondisi yang lebih utuh.
Presly Neonufa menilai, pola turun langsung seperti yang dilakukan Usman menjadi contoh bahwa kerja politik seharusnya tidak berhenti di ruang rapat atau forum seremonial.
“Yang saya lihat, Pak Usman tidak hanya datang, mendengar lalu pulang. Ada upaya untuk melihat langsung apa yang terjadi dan mencari jalan keluarnya,” ujarnya.
Ia juga menilai keterlibatan orang muda dalam kegiatan seperti itu penting untuk memahami secara langsung kehidupan masyarakat di akar rumput.
Dengan mengikuti perjalanan Usman Husin, Presly mengaku mendapatkan pengalaman tentang bagaimana aspirasi masyarakat dijemput dari lapangan dan kemudian diperjuangkan melalui jalur kelembagaan.
Sementara itu, bagi Usman Husin, kunjungan ke pelosok merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai wakil masyarakat NTT di DPR RI.
Baginya, aspirasi masyarakat harus ditempatkan sebagai bahan perjuangan, bukan sekadar catatan dalam sebuah agenda reses.
Dari pelosok TTS, perjalanan itu kembali memperlihatkan satu hal sederhana: semakin jauh masyarakat dari pusat kekuasaan, semakin penting wakil rakyat datang mendekat.
Dan bagi Presly, menyaksikan langsung perjalanan tersebut menjadi pengalaman bahwa politik yang benar-benar hadir adalah politik yang mau berjalan bersama masyarakat, mendengar keluhan mereka, dan melihat sendiri persoalan yang mereka hadapi.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar