Hari Kesaktian Pancasila, Lancur Susanto: Jangan Biarkan Perbedaan Mengikis Persatuan
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPD Golkar Pacitan, H. Lancur Susanto, S. Sos.
Pacitan,JarrakPos.com-Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 tidak cukup dimaknai sebagai seremoni tahunan.
Di tengah dinamika kehidupan sosial dan politik yang terus bergerak, Pancasila sebagai pandangan hidup dan Idiologi Bangsa Indonesia. Untuk itu harus tetap menjadi pijakan untuk menjaga persatuan dan kebersamaan dalam Pandangan Hidup Bangsa Indonesia.
Pesan itu disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Pacitan yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pacitan, Lancur Susanto.
Menurut Lancur, perbedaan merupakan bagian dari kehidupan berbangsa. Namun, perbedaan tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh, apalagi memecah persaudaraan.
“Selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Mari kita menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” kata Lancur, Rabu (30/9).
Ia menilai, tantangan menjaga persatuan saat ini tidak selalu datang dalam bentuk konflik terbuka. Perbedaan pandangan, kepentingan, hingga derasnya arus informasi juga dapat memengaruhi cara masyarakat melihat satu sama lain.
Karena itu, semangat Pancasila perlu dihadirkan dalam kehidupan nyata. Gotong royong, toleransi, musyawarah, serta penghormatan terhadap perbedaan harus menjadi bagian dari perilaku sehari-hari.
Bagi Lancur, Pancasila bukan sekadar rangkaian lima sila yang dihafalkan, melainkan nilai yang harus hidup dalam tindakan.
“Perbedaan jangan menjadi alasan untuk terpecah. Justru dari perbedaan itu kita membangun kekuatan untuk bersama-sama membangun daerah dan bangsa,” tegasnya.
Sebagai pimpinan DPRD Pacitan, Lancur juga menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam kehidupan demokrasi. Perbedaan aspirasi dan pandangan merupakan sesuatu yang wajar, tetapi seluruh proses tersebut harus tetap bermuara pada kepentingan masyarakat.
Momentum Hari Kesaktian Pancasila, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa persatuan tidak lahir dengan sendirinya. Persatuan harus dirawat melalui sikap saling menghormati, membuka ruang dialog, dan menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok.
Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh menjadi kekuatan sosial untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Sebab pada akhirnya, menjaga Pancasila bukan hanya tentang mengingat sejarah, tetapi tentang memastikan nilai-nilainya tetap hadir dalam kehidupan masyarakat hari ini dan masa mendatang.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo




Saat ini belum ada komentar