Baginda Rahadian Tegaskan Pancasila Adalah Benteng Persatuan Bangsa
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Pacitan, Baginda Rahadian Pratama.
Pacitan,JarrakPos.com-Pancasila bukan sekadar lima sila yang tertulis dalam dasar negara. Ia adalah titik temu dari keberagaman Indonesia, sekaligus benteng yang menjaga bangsa agar tetap berdiri dalam satu kesatuan.
Pesan itulah yang mengemuka dari Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Pacitan sekaligus Ketua KONI Pacitan, Baginda Rahadian Pratama, dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026.
Baginda menyampaikan ucapan selamat Hari Kesaktian Pancasila kepada seluruh masyarakat Indonesia. Tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Menurut Baginda, tema tersebut memiliki pesan penting di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat. Kemajuan teknologi, derasnya arus informasi, hingga perbedaan pandangan di tengah masyarakat tidak boleh menjadi alasan untuk mengikis persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
Pancasila, kata dia, harus terus ditempatkan sebagai fondasi dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Selamat Hari Kesaktian Pancasila 2026. Mari kita terus menjaga Pancasila sebagai pemersatu bangsa, memperkokoh persatuan dan kesatuan, serta bersama-sama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” kata Baginda, Rabu (30/9).
Baginya, menjaga Pancasila bukan hanya tugas pemerintah maupun generasi tertentu. Setiap warga negara memiliki peran untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Sebab, ancaman terhadap persatuan tidak selalu hadir dalam bentuk yang terlihat. Perpecahan dapat tumbuh dari prasangka, intoleransi, saling mempertentangkan perbedaan, hingga hilangnya kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, semangat Hari Kesaktian Pancasila harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata: saling menghormati, bergotong royong, menjaga persaudaraan, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.
Semangat tersebut menjadi bagian dari ikhtiar membangun daerah yang maju tanpa kehilangan jati diri dan nilai kebersamaan.
Hari Kesaktian Pancasila akhirnya bukan hanya tentang mengenang sejarah. Lebih dari itu, ia menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun dari keberagaman yang dipersatukan oleh satu cita-cita.
Pancasila adalah rumah bersama. Menjaganya berarti menjaga Indonesia.
Dari Pacitan, semangat itu kembali diteguhkan. “Berbeda bukan alasan untuk terpecah, dan keberagaman bukan kelemahan—melainkan kekuatan Indonesia untuk melangkah menuju masa depan yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo




Saat ini belum ada komentar