Aksi Damai Peternak Ayam di Alun-Alun Kota Magelang, Ribuan Ayam Dibagikan ke Masyarakat
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month 23 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Ratusan peternak ayam di Kabupaten Magelang menggelar aksi damai di kawasan Alun-Alun Kota Magelang, Senin (10/8/2026).
Dalam aksi bertajuk “Makan Kuat, Bagi-Bagi Ayam 50.000 Ekor” tersebut, para peternak menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi usaha peternakan rakyat yang dinilai semakin berat.
Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai itu membawa pesan utama “Bangsa Hebat! Harga Pakan Turun, Harga Telur Naik.” Para peternak juga membagikan sekitar 50.000 ekor ayam kepada masyarakat sebagai bagian dari aksi sekaligus bentuk kepedulian terhadap pangan masyarakat.
Melalui aksi tersebut, peternak berharap pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap keberlangsungan peternakan rakyat, khususnya peternak mandiri yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan pangan nasional.

Dok.jarrakpos/fri
Ada sejumlah tuntutan yang disampaikan dalam aksi damai tersebut.
Pertama, peternak meminta pemerintah menurunkan harga pakan ayam yang menjadi salah satu komponen terbesar dalam biaya produksi.
Kedua, mereka meminta adanya kebijakan yang dapat menaikkan harga telur di tingkat peternak serta menambah telur sebagai bagian dari program bantuan pangan. Menurut peternak, kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu menyerap produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.
Peternak juga meminta agar program SPHP jagung diperkuat dan diperpanjang. Mereka mengusulkan alokasi SPHP jagung diberikan selama enam bulan untuk peternak mikro, empat bulan untuk peternak kecil, dan dua bulan untuk peternak menengah.

Dok.jarrakpos/fri
Selain persoalan harga pakan dan telur, para peternak juga meminta pemerintah menegakkan aturan terkait hak budi daya peternak rakyat mandiri yang mencapai 98 persen.
Mereka juga menyerukan adanya pembatasan budidaya baru berskala besar, sehingga keberadaan peternak rakyat tetap terlindungi dan tidak semakin terdesak oleh ekspansi usaha peternakan skala besar.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar