Wali Kota Kupang: Pengentasan Kemiskinan Dimulai dari Pemberdayaan, Program Garuda Jadi Langkah Nyata
- account_circle Mario
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa upaya mengentaskan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi harus dibangun melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat perlu didorong agar mampu menciptakan nilai ekonomi secara mandiri sehingga kesejahteraan dapat meningkat secara berkesinambungan.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan yang dirangkaikan dengan peluncuran Program Gerakan Taruna Unggul dan Berdaya (Garuda) di Aula Rektorat Universitas Nusa Cendana (Undana), Kamis (9/7). Dalam kegiatan itu, ia didampingi Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc.
Program Garuda merupakan inisiatif kolaboratif yang bertujuan memperkuat pemberdayaan sosial masyarakat di sekitar kawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Kupang. Program ini mengoptimalkan peran Karang Taruna bersama perguruan tinggi sebagai motor perubahan dalam membangun masyarakat yang lebih produktif dan mandiri.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. H. Fauzan, M.Pd., Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kemenko PMK, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., Direktur Pengabdian kepada Masyarakat Kemendikti Sainstek, Prof. apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Ir. Yohanes Oktovianus, M.M., pimpinan perangkat daerah, kader Karang Taruna, perwakilan SPPG, serta mahasiswa Undana.
Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, mengatakan perguruan tinggi harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
“Tagline Kemendikti Sainstek adalah Berdampak. Ini merupakan kontrak sosial bahwa seluruh aktivitas perguruan tinggi harus memberikan dampak konkret bagi masyarakat. Peluncuran Program Garuda menjadi momentum membangun Nusa Tenggara Timur yang lebih kuat, inklusif, dan berkeadilan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi motor penggerak dalam menyelesaikan persoalan kemiskinan dan pengangguran.
“Perguruan tinggi harus menjadi problem solver. Kita harus mengubah paradigma berkompetisi menjadi berkolaborasi. Konsorsium perguruan tinggi di NTT harus melahirkan aksi nyata, bukan sekadar wacana,” tegasnya.
Dalam sambutan Penjabat Gubernur NTT yang dibacakan Plh. Sekda NTT, Ir. Yohanes Oktovianus, disampaikan bahwa jumlah penduduk miskin di NTT masih sekitar 1,03 juta jiwa. Meski demikian, angka kemiskinan ekstrem telah berhasil ditekan menjadi 6,96 persen melalui berbagai program pemerintah.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, terus mempercepat pengentasan kemiskinan dengan meningkatkan ketepatan sasaran perlindungan sosial, memperkuat produktivitas ekonomi masyarakat, serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan melalui pembangunan infrastruktur dasar.
Deputi Kemenko PMK, Prof. Abdul Haris, menambahkan pemerintah pusat menargetkan kemiskinan ekstrem nasional mendekati nol persen melalui pendekatan yang bersifat permanen, yakni penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sirkular.
Usai mengikuti rakor, Wali Kota Kupang bersama Wakil Wali Kota meninjau stan pameran hasil karya mahasiswa. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah produk sabun cuci berbahan limbah di sekitar kawasan SPPG sebagai implementasi konsep ekonomi sirkular.
Menurut dr. Christian Widodo, inovasi tersebut menjadi bukti bahwa pengentasan kemiskinan dapat dimulai dari kemampuan masyarakat mengolah potensi yang dimiliki menjadi produk bernilai ekonomi.
“Ini program yang sangat bagus. Karang Taruna didorong menjadi unggul dan berdaya. Sisa dari SPPG tidak terbuang begitu saja, tetapi diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti maggot dan sabun cuci melalui konsep ekonomi sirkular yang tadi dimentori Pak Wamen,” ujarnya.
Ia memastikan Pemerintah Kota Kupang siap mendukung penuh pelaksanaan Program Garuda melalui koordinasi lintas sektor bersama Karang Taruna, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Pemkot mendukung penuh. Kami akan terus membangun koordinasi lintas sektor bersama Karang Taruna, perguruan tinggi, dan seluruh pemangku kepentingan agar program pemberdayaan pemuda ini berjalan semakin masif dan benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang,” tegasnya. ***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar