Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » NEWS » Aksi Damai Peternak Ayam di Alun-Alun Kota Magelang, Ribuan Ayam Dibagikan ke Masyarakat

Aksi Damai Peternak Ayam di Alun-Alun Kota Magelang, Ribuan Ayam Dibagikan ke Masyarakat

  • account_circle Feri Taufiandi
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Ratusan peternak ayam di Kabupaten Magelang menggelar aksi damai di kawasan Alun-Alun Kota Magelang, Senin (10/8/2026).

Dalam aksi bertajuk “Makan Kuat, Bagi-Bagi Ayam 50.000 Ekor” tersebut, para peternak menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi usaha peternakan rakyat yang dinilai semakin berat.

Aksi yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai itu membawa pesan utama “Bangsa Hebat! Harga Pakan Turun, Harga Telur Naik.” Para peternak juga membagikan sekitar 50.000 ekor ayam kepada masyarakat sebagai bagian dari aksi sekaligus bentuk kepedulian terhadap pangan masyarakat.

Melalui aksi tersebut, peternak berharap pemerintah memberikan perhatian lebih serius terhadap keberlangsungan peternakan rakyat, khususnya peternak mandiri yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan pangan nasional.

Dok.jarrakpos/fri

Ada sejumlah tuntutan yang disampaikan dalam aksi damai tersebut.

Pertama, peternak meminta pemerintah menurunkan harga pakan ayam yang menjadi salah satu komponen terbesar dalam biaya produksi.

Kedua, mereka meminta adanya kebijakan yang dapat menaikkan harga telur di tingkat peternak serta menambah telur sebagai bagian dari program bantuan pangan. Menurut peternak, kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu menyerap produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak.

Peternak juga meminta agar program SPHP jagung diperkuat dan diperpanjang. Mereka mengusulkan alokasi SPHP jagung diberikan selama enam bulan untuk peternak mikro, empat bulan untuk peternak kecil, dan dua bulan untuk peternak menengah.

Dok.jarrakpos/fri

Selain persoalan harga pakan dan telur, para peternak juga meminta pemerintah menegakkan aturan terkait hak budi daya peternak rakyat mandiri yang mencapai 98 persen.

Mereka juga menyerukan adanya pembatasan budidaya baru berskala besar, sehingga keberadaan peternak rakyat tetap terlindungi dan tidak semakin terdesak oleh ekspansi usaha peternakan skala besar.

 

 

Editor: Feri

  • Penulis: Feri Taufiandi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Cirebon Gelar Ziarah, Tanam Pohon, dan Tahlilan

    Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Cirebon Gelar Ziarah, Tanam Pohon, dan Tahlilan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 90
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon menggelar rangkaian peringatan Bulan Bung Karno di Sekretariat DPC, Jalan Pangeran Cakrabuana, Cirebon, Minggu 21 Juni 2026. Peringatan tersebut dihadiri jajaran pengurus partai dan anggota Fraksi PDI Perjuangan. Ada tiga kegiatan utama yang dilakukan kader banteng di Kabupaten Cirebon diantaranya ziarah ke Makam Pahlawan Gegunung, penanaman pohon […]

  • Halau Banjir Di Kedawung PJ Bupati Cirebon Gandeng Berbagai Pihak

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 589
    • 0Komentar

    Cirebon, Jarrakpos.com — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya menggelar rapat koordinasi terkait penanggulangan banjir di Desa Kedawung, Kecamatan Kedawung, Senin (6/1/2025). Rapat koordinasi yang digelar di Pendopo Bupati Cirebon tersebut mengundang berbagai pihak terkait, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Telkom, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Perusahaan Gas Negara (PGN), Kementerian Pekerjaan Umum […]

  • Inovasi Pendidikan Jasmani Berbasis AI dari Bengkulu Siap Mengubah Cara Mengajar di Kampus Indonesia

    Inovasi Pendidikan Jasmani Berbasis AI dari Bengkulu Siap Mengubah Cara Mengajar di Kampus Indonesia

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Sepriyanita
    • visibility 259
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com — Dunia pendidikan tinggi kembali kedatangan terobosan segar. Tim peneliti Universitas Bengkulu merilis prototipe Collaborative Teacher Education (CTE) PenjasOr, sebuah platform pembelajaran Pendidikan Jasmani berbasis Artificial Intelligence (AI) dan aplikasi Thunkable yang dirancang untuk menjawab persoalan klasik: bagaimana menjaga kualitas kuliah praktik–teori meskipun dosen tim berada di lokasi berbeda. Prototipe yang dikembangkan melalui […]

  • Resmi, Bupati Sumenep Tunjuk Kadisdukcapil Jadi Plt Sekda

    Resmi, Bupati Sumenep Tunjuk Kadisdukcapil Jadi Plt Sekda

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    JARRAKPOS.COM. SUMENEP – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur. Achmad Fauzi Wongsojudo, menunjuk Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Sumenep. Syahwan Effendi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekda. “Penunjukan Plt Sekda ini merupakan langkah untuk menjaga kesinambungan roda pemerintahan, terutama dalam hal koordinasi lintas perangkat daerah,” kata, Bupati. Senin, (1/9/2025). Menurutnya, Syahwan Effendi dipandang memiliki pengalaman […]

  • BNN Kembangkan Kasus Laboratorium Narkotika Cair di Batam, Kepemilikan Kendaraan Barang Bukti Atas Nama PT Mitra Usaha Properti

    BNN Kembangkan Kasus Laboratorium Narkotika Cair di Batam, Kepemilikan Kendaraan Barang Bukti Atas Nama PT Mitra Usaha Properti

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 19
    • 0Komentar

    BATAM, Jarrakpos.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI terus memperdalam penyidikan kasus penemuan laboratorium rumahan pembuatan narkotika cair yang beroperasi di ruko milik pihak berinisial AHr, kawasan Komplek Sakura Permai, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam. Selain menangkapi enam orang tersangka, penyidik juga menyita tiga unit mobil dan satu sepeda motor yang diduga berkaitan dengan aktivitas […]

  • Diskusi Pinggir Jurang: Pendidikan Sumsel Dinilai Jadi Alat Kekuasaan, Bukan Lagi Hak Rakyat

    Diskusi Pinggir Jurang: Pendidikan Sumsel Dinilai Jadi Alat Kekuasaan, Bukan Lagi Hak Rakyat

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.451
    • 0Komentar

    PALEMMBANG, jarrakpos.com – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) bersama Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Sumatera Selatan menggelar diskusi publik bertajuk “Pendidikan Sumsel: Dari Hak Asasi ke Alat Kekuasaan” di Rumah Sintas, Palembang, Kamis (25/9/2025). Forum ini menghadirkan kritik tajam terhadap kondisi pendidikan di Indonesia, khususnya di Sumatera Selatan, yang dinilai kian menjauh dari hak […]

expand_less