Hus Kuda Usman Husin Cup II Lahirkan Manasaindala Cilik, Gabriel Moi Raih Juara IV di Usia 11 Tahun
- account_circle Mario
- calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Komitmen Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, dalam melestarikan budaya Rote Ndao kembali membuahkan hasil. Melalui penyelenggaraan Hus Kuda Usman Husin Cup II, Usman tidak hanya menghadirkan festival budaya yang mampu menarik ribuan penonton, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya generasi penerus yang siap menjaga tradisi warisan leluhur.
Festival yang diinisiasi langsung oleh Usman Husin itu menjadi bukti bahwa pelestarian budaya harus dimulai sejak usia dini. Di tengah kemeriahan ratusan peserta Hus Kuda, muncul sosok Manasaindala cilik, Gabriel Moi, yang sukses mencuri perhatian publik setelah meraih Juara IV di usia yang baru 11 tahun.
Gabriel tampil percaya diri menunggang kudanya di hadapan ribuan penonton yang memadati Lapangan Ombok, Desa Busalangga Barat, Kecamatan Rote Barat Laut, Kamis (2/7/2026). Meski masih belia, keberanian dan keterampilannya mengendalikan kuda membuatnya mampu bersaing dengan peserta lain yang lebih dewasa.
Dalam tradisi Hus Kuda, Manasaindala merupakan sebutan bagi para penunggang kuda yang mengenakan pakaian adat khas Rote secara lengkap, termasuk Ti’i Langga, topi tradisional yang menjadi identitas masyarakat Rote. Para Manasaindala tidak sekadar menunggang kuda, tetapi juga menjadi representasi nilai-nilai keberanian, kehormatan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.
Keberhasilan Gabriel menjadi simbol bahwa tradisi tersebut terus diwariskan kepada generasi muda. Di usia 11 tahun, ia telah menunjukkan kecintaan terhadap budaya daerah sekaligus membuktikan bahwa anak-anak juga mampu menjadi bagian dari pelestarian adat Rote.
Usman Husin sebelumnya menegaskan bahwa salah satu tujuan penyelenggaraan Hus Kuda adalah memastikan generasi muda tetap mengenal dan mencintai budaya daerahnya.
“Kita ingin anak-anak kita tetap mengenal tradisi Hus Kuda dan bangga terhadap budaya daerahnya sendiri. Ini adalah warisan leluhur yang harus terus kita jaga dan kita wariskan,” ujar Usman.
Menurutnya, Hus Kuda memiliki makna persatuan dan kebersamaan. Karena itu, tradisi ini terbuka bagi siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan, tanpa dibatasi usia, selama mampu mengendalikan kuda dengan baik.
Keberhasilan Gabriel Moi sebagai Manasaindala cilik menjadi bukti bahwa regenerasi budaya di Rote Ndao berjalan dengan baik. Kehadirannya memberi harapan bahwa tradisi Hus Kuda akan terus hidup dan berkembang di tangan generasi muda, sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Pulau Rote di masa depan.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar