Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Kepala Disbudpora Bongkar Jejak Abah Kunang di Balik Proyek Bekasi 

Kepala Disbudpora Bongkar Jejak Abah Kunang di Balik Proyek Bekasi 

  • account_circle Derry Rachman
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

JARRAKPOS.COM – Persidangan kasus dugaan suap dan pengondisian proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi kembali mengungkap fakta-fakta baru yang memperkuat konstruksi perkara yang tengah dibangun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, Selasa (2/6/2026), Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Irman Nugraha, memberikan kesaksian terkait komunikasi yang pernah dilakukannya dengan HM Kunang alias Abah Kunang, ayah dari Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang.

Irman menjadi satu dari tiga kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum KPK untuk menjelaskan dugaan adanya intervensi terhadap proyek-proyek pemerintah daerah. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Novian Saputra dan berlangsung di ruang utama Pengadilan Tipikor Bandung.

Dalam keterangannya, Irman mengungkap bahwa dirinya pertama kali bertemu Abah Kunang tidak lama setelah Ade Kuswara Kunang dilantik sebagai Bupati Bekasi. Pertemuan itu terjadi setelah dirinya dihubungi seseorang bernama Ahmad Fauzi yang meminta agar ia datang menemui Abah Kunang.

Di hadapan majelis hakim, Irman menjelaskan bahwa pertemuan pertama berlangsung singkat dan berisi pesan-pesan umum. Abah Kunang saat itu meminta dirinya bekerja dengan baik serta membantu pemerintahan yang dipimpin putranya.

“Pesannya agar saya bekerja dengan baik dan membantu pemerintahan,” ungkap Irman dalam persidangan.

Namun, komunikasi tidak berhenti pada pertemuan tersebut. Beberapa waktu kemudian, Irman mengaku kembali dihubungi oleh seseorang bernama Neneng Bule yang disebut sebagai orang dekat Abah Kunang. Dalam pertemuan berikutnya, pembicaraan mulai menyinggung kegiatan dan pekerjaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Jaksa KPK kemudian mengonfirmasi isi percakapan tersebut. Berdasarkan keterangan yang dibacakan di persidangan, Abah Kunang meminta agar dirinya diperhatikan apabila terdapat kegiatan atau pekerjaan pemerintah.

“Agar Abah dikasih kalau ada kegiatan,” demikian substansi percakapan yang dibenarkan Irman di hadapan majelis hakim.

Pernyataan itu langsung menjadi perhatian dalam persidangan karena perkara yang tengah ditangani KPK berkaitan dengan dugaan pengondisian proyek pemerintah untuk kepentingan pihak tertentu. Meski demikian, Irman menegaskan bahwa Abah Kunang tidak pernah secara langsung meminta proyek tertentu maupun mengarahkan pemenang pekerjaan tertentu. Ia hanya mengakui mendengar permintaan tersebut secara langsung.

Jaksa Penuntut Umum KPK, Ade Azharie, menilai kesaksian Irman tidak dapat dipandang secara terpisah. Menurutnya, keterangan yang disampaikan Irman memiliki keterkaitan dengan kesaksian dua kepala dinas lainnya yang juga dihadirkan dalam sidang yang sama, yakni Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Nur Khaidir serta Kepala Dinas Pendidikan Iman Faturahman.

Dari kesaksian para saksi tersebut, KPK melihat adanya pola komunikasi dan arahan yang diduga berasal dari Bupati Bekasi, baik secara langsung maupun melalui pihak-pihak tertentu.

Dalam persidangan terungkap pula adanya informasi mengenai “floating data” proyek di Dinas Perkimtan yang disebut disampaikan melalui sekretaris pribadi bupati bernama Riza. Data tersebut bahkan disebut memuat kode khusus berupa huruf “S” yang diidentifikasi sebagai Sarjan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Iman Faturahman mengaku pernah dipanggil mendekati kendaraan Ade Kunang dan diminta membantu Sarjan terkait paket pengadaan mebeler bernilai sekitar Rp8,7 miliar.

Menurut jaksa, rangkaian kesaksian tersebut memperlihatkan adanya hubungan komunikasi antara sejumlah pejabat OPD dengan pihak-pihak yang diduga memiliki kepentingan terhadap proyek pemerintah daerah.

Nama Irman sendiri bukan kali pertama muncul dalam perkara ini. Dalam surat dakwaan KPK terhadap Ade Kuswara Kunang dan Abah Kunang, Irman termasuk salah satu kepala dinas yang disebut pernah ditemui Sarjan atas arahan Ade Kunang.

KPK menduga Ade Kunang meminta Sarjan menjalin komunikasi dengan sejumlah kepala dinas strategis guna memperoleh akses terhadap informasi paket pekerjaan pemerintah yang akan dilaksanakan. Dengan akses tersebut, perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan Sarjan diduga dapat mempersiapkan diri lebih awal untuk mengikuti proses pengadaan.

Disbudpora menjadi salah satu OPD yang masuk dalam daftar proyek yang disebut KPK berkaitan dengan perusahaan-perusahaan terafiliasi Sarjan. Nilai pekerjaan pada dinas tersebut disebut mencapai sekitar Rp1,679 miliar.

Fakta lain yang mencuat dalam persidangan adalah pengakuan Irman terkait penerimaan uang sebesar Rp20 juta. Ia menjelaskan uang tersebut diterimanya setelah proyek selesai dilaksanakan dan diberikan secara mendadak ketika dirinya menghadiri kegiatan sosial anak yatim.

Irman menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta uang tersebut sebelumnya. Meski nilainya relatif kecil dibanding angka yang tercantum dalam dakwaan KPK, pengakuan itu tetap menjadi perhatian jaksa karena berkaitan dengan hubungan antara pejabat pemerintah dan pihak yang terlibat dalam proyek.

Dalam dakwaannya, KPK juga mendalilkan adanya aliran dana kepada Abah Kunang dari proyek-proyek yang diperoleh Sarjan beserta perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengannya. HM Kunang alias Abah Kunang disebut menerima uang sebesar Rp1 miliar, sementara Ade Kuswara Kunang didakwa menerima sekitar Rp11,4 miliar. Dengan demikian, total dugaan penerimaan yang menjadi objek perkara mencapai Rp12,4 miliar.

KPK meyakini aliran dana tersebut berkaitan dengan proyek-proyek pemerintah yang diperoleh setelah adanya komunikasi dengan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Namun seluruh tuduhan dan dalil yang disampaikan penuntut umum masih harus dibuktikan lebih lanjut melalui rangkaian persidangan yang saat ini masih berlangsung.

Sidang lanjutan perkara ini diperkirakan akan kembali menghadirkan sejumlah saksi untuk memperjelas dugaan keterlibatan para pihak dalam praktik pengondisian proyek yang menjadi fokus penyidikan KPK.***

  • Penulis: Derry Rachman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadwal Pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026, Untuk Sementara Ditunda

    Jadwal Pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026, Untuk Sementara Ditunda

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 133
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung serentak pada tanggal 8 hingga 21 Juni 2026 resmi ditunda. Penundaan ini berdasarkan arahan terbaru dari unsur pimpinan Korlantas Polri hingga waktu yang belum ditentukan. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak kendor dalam menjaga ketertiban berlalu lintas. Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan […]

  • Bangga Sekali lagi, Kota Kupang mendapat Penghargaan Kota Dengan Progres Perencanaan Tertinggi di Indonesia

    Bangga Sekali lagi, Kota Kupang mendapat Penghargaan Kota Dengan Progres Perencanaan Tertinggi di Indonesia

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 236
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Pemerintah Kota Kupang kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memberikan Apresiasi Khusus Kinerja dan Inisiatif Pembangunan Daerah kepada Kota Kupang dalam kategori daerah dengan progres perencanaan tertinggi. Penghargaan yang diserahkan oleh Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti dan Deputi Bidang Pengendalian, Evaluasi, dan Manajemen […]

  • Gandeng Media Tangkal Hoaks, Kapolda Kepri Gencarkan Sosialisasi Call Center 110 Jelang Musim Mudik

    Gandeng Media Tangkal Hoaks, Kapolda Kepri Gencarkan Sosialisasi Call Center 110 Jelang Musim Mudik

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Batam, Jarrakpos.com – Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama insan pers di Hanggar Cakra Buana Samapta Polda Kepri, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan kemitraan serta memperkuat sinergitas antara Polri dan media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Kepri […]

  • Pelita Medan Soccer Penuhi Target Awal

    Pelita Medan Soccer Penuhi Target Awal

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Medan – Pelita Medan Soccer memastikan satu tiket terakhir ke babak enam besar Liga 4 Sumatera Utara Piala Gubernur Sumut, usai menang dramatis 3-2 atas Satria Muda FC pada laga terakhir Grup C di Lapangan Yonzipur, Minggu (5/4/2026). Laga berlangsung sengit sejak awal. Satria Muda langsung membuka keunggulan cepat pada menit ke-6 melalui Wahyu Aldiansyah […]

  • PLN UPK Timor Tebar Kepedulian, Santuni Anak Panti Asuhan Al Hikmah di Momen Pembentukan UIK Dwipantara

    PLN UPK Timor Tebar Kepedulian, Santuni Anak Panti Asuhan Al Hikmah di Momen Pembentukan UIK Dwipantara

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 85
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Semangat berbagi dan kepedulian sosial mewarnai momentum pembentukan baru Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor menyalurkan bantuan dan santunan kepada anak-anak di Panti Asuhan Al Hikmah, Nun Baun Sabu pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Manager UPK Timor, Ismanta, […]

  • Ayah Angkat di Magelang Lakukan Kekerasan kepada Anaknya

    Ayah Angkat di Magelang Lakukan Kekerasan kepada Anaknya

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 532
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Polresta Magelang tangani kasus penganiayaan yang terjadi di Kecamatan Srumbung, Magelang, kejadian kekerasan terhadap anak membawa pesan luka bagi yang mendengarkan ceritanya. Kamis,(30/10/2025) Seorang bocah kelas tiga SD, LA, pulang terlambat dari mengaji. Dan itu cukup bagi sang ayah angkat, BTW (43), warga Desa Bringin, untuk melepaskan amarahnya. Selang hitam sepanjang satu meter, […]

expand_less