Terbukti: 125 Peserta Pelatihan BLK Plumbon Dapat Kontrak Kerja Sebelum Lulus
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Angka pengangguran di Kabupaten Cirebon tidak lagi bisa diselesaikan hanya dengan mencetak lulusan bersertifikat. Pemerintah Kabupaten Cirebon kini menerapkan pendekatan baru yang menempatkan dunia usaha sebagai mitra setara dalam merancang kurikulum pelatihan kerja. Bukti keberhasilannya terlihat nyata: dari 144 peserta Pelatihan Keterampilan Berbasis Klaster Kompetensi di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Plumbon, sebanyak 125 orang telah mengantongi kontrak kerja bahkan sebelum masa pelatihan berakhir.
Fakta ini disampaikan langsung oleh Bupati Cirebon Imron saat membuka program tersebut, Rabu (29/7/2026). Ia menegaskan bahwa tingginya tingkat penyerapan tenaga kerja ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari strategi link and match yang memaksa BLK untuk mengikuti ritme kebutuhan pasar, bukan sebaliknya.
“Kami tidak ingin masyarakat hanya memiliki ijazah formal. Sertifikasi kompetensi harus menjadi jaminan bahwa mereka siap diserap industri. Ini adalah komitmen kami menyiapkan SDM yang relevan dengan gelombang investasi yang masuk ke Cirebon,” ujar Imron.
Data Pasar Menentukan Kurikulum, Bukan Asumsi
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, menjelaskan bahwa model pelatihan ini sepenuhnya berbasis data riil. Subkejuruan yang dibuka—mulai dari menjahit, las industri, las kemandirian, hingga digital marketing—ditentukan berdasarkan analisis lowongan pekerjaan yang masuk ke Disnaker, bukan berdasarkan ketersediaan instruktur atau fasilitas semata.
“Kebutuhan terbesar saat ini ada pada kompetensi menjahit karena permintaan dari perusahaan mitra sangat tinggi. Kami menyusun materi agar lulusannya tidak perlu adaptasi lama di tempat kerja,” jelas Novi. Pendekatan ini mengubah fungsi BLK dari sekadar lembaga pendidikan vokasi menjadi talent pipeline yang terintegrasi dengan ekosistem industri lokal.
Ekosistem Ganda: Tenaga Kerja Siap Pakai + Wirausaha Baru
Selain penempatan kerja langsung, Pemkab Cirebon juga membangun jalur kedua melalui Program Magang Wirausaha yang telah berjalan dua tahun. Program ini membekali peserta dengan keterampilan teknis sekaligus manajerial melalui pembelajaran langsung bersama pelaku usaha. Tujuannya ganda: menciptakan tenaga kerja yang produktif bagi perusahaan, sekaligus melahirkan wirausaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja di kemudian hari.
Bupati Imron menekankan bahwa kedua pilar ini—peningkatan kompetensi SDM dan kemudahan investasi—harus berjalan beriringan. Tanpa tenaga kerja yang kompeten, investasi akan kesulitan beroperasi; tanpa investasi yang tumbuh, tenaga kerja terampil tidak akan terserap optimal.
Keberhasilan 125 peserta mendapatkan kontrak kerja sebelum lulus menjadi validasi kuat bahwa model pelatihan berbasis klaster kompetensi dan kemitraan industri di Kabupaten Cirebon telah menemukan formula yang tepat. Ke depan, tantangan utamanya adalah mereplikasi model ini ke sektor-sektor lain dan memastikan keberlanjutan kemitraan dengan dunia usaha seiring bertambahnya jumlah investasi di wilayah tersebut.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar