Tak Amanah, Ganti Plt PSSI Sumut
- account_circle Syawal
- calendar_month 4 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Medan – Drama sepakbola Sumut masih terus bergulir. Kali ini soal keberadaan Arya Sinulingga sebagai Pelaksana Tugas (Plt) PSSI daerah ini.
Seperti diketahui Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir telah memutuskan dan menunjuk Arya Sinulingga Sebagai Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Sumatera Utara.
Penunjukan Arya Sinulingga tersebut yang juga merupakan salah satu Anggota Komite Eksekutif PSSI Pusat, termaktub dalam Surat Keputusan PSSI dengan nomor 20/SKEP/II/-2024 tertanggal 20 Pebruari 2024 (Kamis, 29/02/2024).
Dalam putusan SK itu, Arya Sinulingga sebagai Plt Asprov PSSI Sumut diberi kewenangan untuk menjalanakan roda organisasi Asosiasi Provinsi Sumatera Utara dan mempersiapkan serta menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan Asosiasi Provinsi PSSI Sumatera Utara dalam jangka 6 (enam) bulan setelah surat keputusan ini ditetapkan.
Namun, sampai sekarang amanah yang disampaikan kepada Arya Sinulingga tidak terlaksana. Sehingga keberadaan PSSI Sumut masih dinakhodai pelaksana tugas.
“Ini sudah menyalahi amanah. Seharusnya enam bulan setelah SK dikeluarkan PSSI Sumut sudah mempunyai kepengurusan yang definitif”, kata mantan CEO PSMS Idris SE, dalam pesan wasthap yang disampaikan nya, Rabu (26/8).
Untuk itu, pinta Idris, PSSI pusat untuk mencopot atau mengganti Arya Sinulingga sebagai Pelaksana tugas karena sudah tidak mampu melaksanakan amanah yang diberikan kepada Exco PSSI pusat tersebut.
“Tugas pokok Plt itu menyiapkan kepengurusan baru yang defenitif. Ini sudah dua tahun PSSI Sumut belum punya ketua yang defenitif”, katanya.
Lagi pula jelas, Idris, selama dua tahun sebagai pelaksana tugas belum ada perubahan signifikan terhadap sepakbola Sumut.
Klub liga 4 Sumut tetap saja mengeluh setiap mengikuti kompetisi yang mana mereka dibebani biaya, padahal PSSI Sumut mendapat suntikan anggaran Rp 500 juta pertahun dari PSSI pusat.
“Sampai sekarang klub tidak tahu pertanggungjawaban bantuan PSSI pusat itu. Tidak ada laporan dari kegunaan dana Rp 500 juta tersebut. Ini kan tidak fair”, katanya.
“Klub sudah mengeluarkan biaya untuk pembinaan, harus lagi dipungut biaya lain oleh PSSI Sumut untuk berkompetisi “, sebut nya.
Bukan cuma itu, Arya Sinulingga terlihat tidak mampu meningkatkan kualitas wasit. Ini dibuktikan tidak satupun wasit asal Sumut bertugas pada kompetisi liga 1
Parahnya lagi pelaksana tugas PSSI Sumut tak mengetahui ada wasit asal Sumut pernah bertugas di liga 1 dan tahun 2024 menjalani skorsing oleh PSSI kota Medan.
“Ini kan lucu, orang nomor satu di sepakbola Sumut tidak yang dialami anggota nya”, ujarnya
Idris pun berharap, ketua umum PSSI Erik Tohir untuk merevisi plt Arya Sinulingga karena yang bersangkutan akan maju sebagai calon ketua pada kongres PSSI Sumut bulan Oktober atau Nopember mendatang.
“Setahu saya tak boleh Plt menjadi calon ketua. Dengan begitu Arya Sinulingga harus memilih sebagai calon atau Plt”, tegasnya
- Penulis: Syawal




Saat ini belum ada komentar