SDN 121 Kaur Kekurangan Ruang Kelas, Siswa Harus Berbagi Ruang Belajar dengan Sekat Triplek
- account_circle Sepriyanita
- calendar_month 12 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Di tengah upaya menghadirkan pendidikan yang layak bagi anak-anak di daerah, keterbatasan sarana belajar masih menjadi kenyataan yang harus dihadapi SDN 121 Kaur. Sekolah yang berada di Kulik Sialang, Desa Muara Dua, Kecamatan Nasal, Kabupaten Kaur, hingga kini hanya memiliki tiga ruang kelas untuk menampung enam rombongan belajar (rombel).
Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar di sekolah ini harus berlangsung dengan keterbatasan. Dari total 63 siswa yang terbagi dalam enam rombel, dua kelas terpaksa menggunakan satu ruangan yang sama.
Pihak sekolah bersama komite sebenarnya telah berupaya mencari solusi dengan membuat sekat sebagai pembatas di dalam ruang kelas. Namun, keberadaan sekat tersebut belum mampu mengatasi persoalan secara maksimal.
Suara guru yang sedang menyampaikan pelajaran dari satu sisi ruangan masih berpotensi terdengar ke sisi lainnya. Kondisi ini membuat konsentrasi siswa maupun guru tidak selalu dapat berlangsung secara optimal.
Di satu ruangan, dua kelompok siswa harus menjalani pembelajaran secara bersamaan, dengan masing-masing guru berupaya memberikan materi kepada siswanya. Sekat yang dibuat menjadi pembatas fisik, tetapi belum sepenuhnya mampu menciptakan suasana ruang kelas sebagaimana mestinya.
Keterbatasan tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi SDN 121 Kaur. Pihak sekolah berharap adanya tambahan ruang belajar agar setiap rombel dapat memiliki ruang kelas sendiri.
“Dengan jumlah enam rombel, sementara ruang kelas yang tersedia hanya tiga, kami sangat mengharapkan adanya tambahan ruang belajar. Selama ini satu ruang harus digunakan oleh dua kelas, meskipun sudah kami antisipasi bersama komite dengan membuat sekat pemisah,” ujar Kepala SDN 121 Kaur, Alimin Syafi’i, S.Pd.
Menurutnya, keberadaan ruang kelas yang memadai sangat penting untuk menunjang proses belajar mengajar. Bukan hanya menyangkut kenyamanan siswa, tetapi juga memberikan ruang yang lebih baik bagi guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.
SDN 121 Kaur sendiri memiliki perjalanan yang cukup panjang. Sekolah yang berada di kawasan Kulik Sialang tersebut berdiri sejak 1999. Sebelum menjadi sekolah negeri, lembaga pendidikan ini sebelumnya merupakan sekolah swasta.
Kini, sekolah tersebut memiliki 11 orang guru yang menjalankan aktivitas pendidikan bagi 63 siswa.
Jumlah siswa yang tidak terlalu besar bukan berarti kebutuhan ruang kelas dapat diabaikan. Justru dengan enam rombel yang berjalan, kebutuhan ruang belajar menjadi persoalan utama yang dirasakan setiap hari.
Bagi para siswa, ruang kelas bukan sekadar tempat untuk duduk dan menerima pelajaran. Di tempat itulah mereka membaca, menulis, berdiskusi, mengerjakan tugas, hingga membangun cita-cita. Karena itu, keterbatasan ruang belajar menjadi persoalan yang langsung bersentuhan dengan aktivitas pendidikan mereka.
Kepala Sekolah SDN 121 Kaur Alimin Syafi’i, S.Pd bersama guru-guru terus berupaya menjalankan proses pembelajaran di tengah kondisi yang ada. “Sekat sederhana menjadi salah satu bentuk ikhtiar kami, agar kegiatan belajar tetap dapat berlangsung,” ujar Kepala Sekolah.
Namun, solusi tersebut dinilai belum cukup untuk menjawab kebutuhan jangka panjang. Harapan SDN 121 Kaur kini tertuju pada adanya dukungan untuk penambahan ruang kelas.
Dengan tersedianya ruang belajar yang sesuai dengan jumlah rombel, sekolah berharap kegiatan pembelajaran dapat berlangsung lebih nyaman, tertib dan efektif.
Di balik keterbatasan tiga ruang kelas untuk enam rombel itu, terdapat semangat 63 siswa dan 11 guru yang tetap menjalankan aktivitas pendidikan setiap hari. Mereka terus belajar dan mengajar, sembari menunggu hadirnya ruang-ruang kelas baru yang diharapkan dapat membuat proses pendidikan di SDN 121 Kaur berjalan lebih layak.
Penulis : Dahlan/Hadi
- Penulis: Sepriyanita




Saat ini belum ada komentar