Bupati Bandung Barat Lantik 191 Pejabat, Rotasi Mutasi Dilakukan Bertahap
- account_circle Derry Rachman
- calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

JARRAKPOS.COM. BANDUNG BARAT — Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail melantik sebanyak 191 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (26/2/2026).
Pelantikan yang berlangsung di lantai 2 Gedung Utama Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat tersebut merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja pelayanan publik.
Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 153 orang merupakan pejabat fungsional dan 38 lainnya pejabat struktural setingkat administrator atau eselon III A.
Prosesi pelantikan pejabat fungsional dilaksanakan secara daring. Mereka terdiri atas 30 tenaga kesehatan, 115 tenaga pendidikan, serta tujuh pejabat fungsional dari perangkat daerah lainnya.
Sementara itu, pelantikan 38 pejabat struktural dilakukan secara langsung dan disaksikan oleh para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bandung Barat.
“Alhamdulillah hari ini baru saja melaksanakan pelantikan sekitar 190 orang. Jabatan struktural 38 orang dan jabatan fungsional 153 orang,” ujar Jeje kepada wartawan usai prosesi pelantikan.
Rotasi Dilakukan Bertahap
Meski demikian, Jeje mengakui masih terdapat sejumlah jabatan yang belum terisi di beberapa perangkat daerah. Untuk menjaga stabilitas serta efektivitas jalannya pemerintahan, rotasi dan mutasi lanjutan akan dilakukan secara bertahap.
Menurutnya, tahap berikutnya akan menyasar jabatan administrator eselon III B serta Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau setingkat eselon II. Namun, waktu pelaksanaannya masih dalam pembahasan.
“Belum seluruhnya. Kita melakukan rotasi jabatan secara bertahap,” katanya.
Berbasis Merit dan Evaluasi Kinerja
Jeje menegaskan bahwa seluruh proses pengisian jabatan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan mengedepankan sistem merit, yakni berdasarkan kompetensi, kinerja, dan kebutuhan organisasi.
Pengisian jabatan, lanjutnya, didasarkan pada pemetaan kebutuhan organisasi, evaluasi kinerja pegawai, serta pembahasan bersama Tim Penilai Kinerja (TPK).
“Kita melakukan pemetaan kebutuhan organisasi, apa saja yang dibutuhkan. Lalu juga ada evaluasi kinerja dan pembahasan Tim TPK,” jelasnya.
Ia berharap para pejabat yang baru dilantik mampu bekerja secara profesional, bertanggung jawab, serta membangun soliditas dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Yang pasti, bisa menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat,” pungkasnya. (Diskominfotik KBB).
- Penulis: Derry Rachman




Saat ini belum ada komentar