Wabup Jigus ke Talun: Kuwu Harus Jadi Teladan Semangat Mbah Sangkan, Jangan Putus Komunikasi dengan Pemkab
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman (Jigus), menyampaikan pesan penting bagi para kepala desa (kuwu) se-Kabupaten Cirebon. Dalam acara Haul ke-526 Mbah Kuwu Sangkan di Kompleks Makam Mbah Kuwu Sangkan, Kecamatan Talun, Rabu (15/7/2026), Jigus menekankan bahwa semangat pengabdian leluhur Cirebon harus diterjemahkan dalam pelayanan publik yang prima dan sinergi pemerintahan yang kuat.
Kegiatan yang digelar oleh Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) ini dihadiri ratusan kuwu, tokoh masyarakat, dan unsur Forkopimda. Jigus menilai, momentum haul bukan sekadar ritual ziarah, melainkan refleksi kolektif untuk mengambil nilai-nilai luhur perjuangan Mbah Kuwu Sangkan dalam “Bubak Sengka” atau membuka lahan peradaban Caruban.
“Esensi dari peringatan ini adalah meneladani. Mbah Kuwu Sangkan mengajarkan kita tentang persatuan, kerukunan, dan gotong royong. Nilai-nilai inilah yang harus menjadi DNA setiap aparatur desa dalam melayani warga,” ujar Jigus di hadapan para kuwu.
Solusi Atas Kendala Anggaran Desa
Dalam sesi dialog, sejumlah kuwu menyuarakan keluhan terkait keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk pembangunan infrastruktur. Menanggapi hal tersebut, Jigus memberikan solusi strategis: jangan bekerja sendiri dan jangan memutus komunikasi.
Jigus mengingatkan bahwa meskipun dana desa terbatas, masih banyak celah kolaborasi melalui program-program pemerintah daerah (Pemkab), provinsi, hingga pusat. Kunci utamanya adalah koordinasi yang intensif antara perangkat desa dengan dinas-dinas terkait di lingkup Pemkab Cirebon.
“Yang paling penting adalah komunikasi. Jangan sampai ada jarak antara desa dan kabupaten. Jika ada kebutuhan mendesak atau program prioritas, sampaikan melalui jalur resmi. Kita akan cari solusinya bersama, apakah bisa lewat Dana Alokasi Khusus (DAK), bantuan provinsi, atau kementerian,” jelasnya.
Ia juga mengajak para kuwu untuk tetap optimistis. Menurut Jigus, keterbatasan anggaran bukanlah alasan untuk berhenti berinovasi. Dengan semangat gotong royong yang diajarkan Mbah Kuwu Sangkan, banyak pembangunan fisik maupun nonfisik yang bisa dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Sinergi Kunci Kesejahteraan
Jigus menutup sambutannya dengan harapan agar Kabupaten Cirebon ke depan semakin aman, makmur, dan sejahtera. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat tidak bisa dicapai oleh pemerintah daerah saja, tetapi membutuhkan ujung tombak yang kuat di tingkat desa, yaitu para kuwu.
“Mari kita jaga silaturahmi dan sinergi. Ketika desa dan kabupaten bergerak satu irama, percepatan pembangunan akan terasa nyata oleh masyarakat. Jadikan semangat Mbah Kuwu Sangkan sebagai bahan bakar untuk mengabdi tanpa pamrih,” pungkasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga dan doa bersama untuk arwah Mbah Kuwu Sangkan, serta ramah tamah antara Wabup Jigus dengan para kuwu untuk mendengarkan aspirasi lebih lanjut secara langsung.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar