Revolusi Tata Kelola Bank NTT, Gubernur Laka Lena: Jadi Sahabat Ekonomi Rakyat yang Modern
- account_circle Mario
- calendar_month Senin, 10 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, membawa angin perubahan yang tegas dalam kunjungan kerja perdananya ke Kantor Pusat Bank NTT di Jalan W.J. Lalamentik, Kupang, pada Kamis (6/11/2025).
Kunjungan ini, Gubernur Melki Laka Lena mengingatkan khusus terkait “revolusi tata kelola” yang bertujuan mendesak Bank NTT keluar dari zona nyaman dan bertransformasi menjadi pilar utama penggerak ekonomi rakyat.
Dalam pertemuan dengan jajaran pengurus Bank NTT, termasuk Direktur Utama Charlie Paulus dan Komisaris Utama Donny Heatubun, Gubernur Laka Lena menyampaikan pesan yang lugas: Bank NTT harus berani berubah.
“Saya mendorong agar Bank NTT harus berani berubah. Jangan terjebak dalam pola lama yang boros dan tidak efisien. Sudah saatnya Bank NTT menjadi motor penggerak ekonomi rakyat, bukan sekadar lembaga keuangan daerah yang nyaman di zona aman,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa keputusannya untuk menunggu proses pergantian pengurus dan keputusan OJK selesai adalah langkah strategis sebelum menyampaikan arah dan semangat baru ini.
Ini adalah sinyal bahwa perubahan yang akan datang adalah perubahan yang terencana, bukan sekadar respons sesaat.
Gubernur Laka Lena mendorong fokus kembali pada sektor riil yang menopang kehidupan mayoritas masyarakat NTT. Ia secara spesifik menyoroti pentingnya memperkuat: Pertanian dan Perkebunan, Peternakan serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Gubernur meyakini bahwa dengan serius menyalurkan kredit produktif dan mengelola Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara optimal, Bank NTT dapat menjadi katalis yang menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi provinsi di atas 5 persen.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap rencana bisnis Bank NTT ke depan harus tertulis, terukur, dan disepakati bersama agar sejalan dengan arah pembangunan provinsi dan kabupaten/kota di seluruh NTT.
Perubahan radikal ini, yang disebutnya sebagai revolusi tata kelola, menuntut integritas dan disiplin tinggi dari seluruh jajaran.
“Revolusi berarti yang lama jangan menahan yang baru. Semua harus dijalankan dengan integritas, disiplin, dan semangat melayani rakyat. Tidak boleh ada ruang bagi praktik lama yang mencederai kepercayaan publik,” ujar Gubernur.
Gubernur Laka Lena menutup kunjungannya dengan harapan besar, yaitu menjadikan Bank NTT sebagai lembaga perbankan yang Sehat, Bersih, Modern, dan Membanggakan.
“Kalau Bank NTT sehat, yang pertama menikmati hasilnya adalah para pegawai dan masyarakat NTT sendiri. Mari kita jadikan Bank NTT lebih dekat dengan hati rakyat dan lebih hadir dalam denyut ekonomi Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya, memberikan motivasi sekaligus mandat besar kepada seluruh pengurus dan karyawan Bank NTT.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar