Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Rajiv Diperiksa KPK Terkait Kasus CSR BI dan OJK, Benarkah Ada Aliran Dana ke Politisi?

Rajiv Diperiksa KPK Terkait Kasus CSR BI dan OJK, Benarkah Ada Aliran Dana ke Politisi?

  • account_circle Kang Yos
  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

JAKARTA, Jarrakpos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil nama besar dari kalangan politik. Kali ini giliran politikus Partai NasDem, Rajiv, yang dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pemanggilan Rajiv dilakukan hari ini, Senin (27/10/2025), di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa pemanggilan Rajiv dilakukan bukan dalam kapasitasnya sebagai politikus, melainkan sebagai pihak swasta.

“Hari ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait program sosial atau CSR di Bank Indonesia dan OJK. Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih atas nama Rajiv, swasta,” ujar Budi dalam keterangan tertulis.

Namun, Budi belum mau membocorkan detail materi pemeriksaan. Ia hanya menegaskan bahwa semua informasi baru bisa disampaikan setelah pemeriksaan selesai.

Dugaan Korupsi Melibatkan Anggota DPR

Kasus ini sendiri bukan perkara kecil. Dalam penyelidikan sebelumnya, KPK telah menetapkan dua tersangka utama, yakni Heri Gunawan dan Satori, keduanya merupakan anggota Komisi XI DPR RI periode 2019–2023.

Berdasarkan hasil penyidikan, Heri Gunawan disebut menerima total Rp15,86 miliar dari berbagai sumber:

  • Rp6,26 miliar dari Bank Indonesia lewat program Bantuan Sosial BI
  • Rp7,64 miliar dari OJK melalui kegiatan Penyuluhan Keuangan
  • Rp1,94 miliar dari mitra kerja Komisi XI DPR RI lainnya

Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk program sosial sebagaimana mestinya.

Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa Heri Gunawan bahkan memindahkan dana itu melalui yayasan miliknya, sebelum akhirnya dialihkan ke rekening pribadi dengan cara transfer dan setor tunai.

“HG menggunakan dana dari rekening penampung untuk kepentingan pribadi, di antaranya pembangunan rumah makan, pengelolaan outlet minuman, pembelian tanah dan bangunan, hingga pembelian kendaraan roda empat,” ungkap Asep pada 7 Agustus 2025.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2025) (Sumber: Bisnis.com)

Bukan Cuma Heri, Satori Juga Diduga Ikut “Bermain”

Tak hanya Heri Gunawan, Satori juga disebut turut menikmati aliran dana dari program CSR tersebut. Ia diduga menerima Rp12,52 miliar, dengan rincian:

  • Rp6,30 miliar dari BI
  • Rp5,14 miliar dari OJK
  • Rp1,04 miliar dari mitra kerja lainnya

Dana itu pun, lagi-lagi, digunakan untuk keperluan pribadi seperti deposito, pembelian tanah untuk showroom, pembelian kendaraan, dan aset lainnya.
Lebih parahnya lagi, Satori disebut melakukan rekayasa perbankan dengan cara meminta pihak bank menyamarkan penempatan deposito, agar pencairannya tidak teridentifikasi di rekening koran.

Rajiv, Saksi Kunci atau Hanya Pelengkap?

Nah, kehadiran Rajiv di pemeriksaan kali ini menimbulkan tanda tanya besar: apakah dirinya hanya saksi pelengkap, atau justru memiliki peran penting dalam aliran dana CSR ini?

KPK sendiri masih berhati-hati mengomentari hal tersebut. Namun, publik tentu menunggu apakah pemanggilan Rajiv akan membuka babak baru dalam kasus ini. Apalagi, nama-nama besar lain dari kalangan politik dan lembaga keuangan mulai ikut disebut dalam proses penyelidikan.

Sementara itu, Rajiv belum memberikan pernyataan resmi. Tim media yang mencoba mengonfirmasi ke pihak Rajiv juga belum mendapat tanggapan.

CSR Jadi “Ladang Duit” Baru?

Kasus ini kembali mengungkap sisi gelap dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang seharusnya bertujuan membantu masyarakat dan pembangunan sosial. Dalam praktiknya, dana CSR kerap disalurkan ke pihak-pihak tertentu yang justru menyalahgunakan untuk keuntungan pribadi.

Publik berharap KPK bisa membongkar seluruh jaringan dan modus di balik penyelewengan dana CSR ini, agar ke depan program sosial benar-benar sampai ke tangan rakyat, bukan berakhir di rekening pribadi pejabat.

Kasus ini juga jadi pengingat bahwa korupsi tidak mengenal batas jabatan atau lembaga, bahkan program dengan embel-embel “sosial” pun bisa jadi sasaran empuk bagi mereka yang tamak.

  • Penulis: Kang Yos
  • Editor: Kang Yos
  • Sumber: bisnis.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Pencurian Sepeda Motor Berhasil Diungkap Polres Magelang Kota, Dua Pelaku Ditangkap

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 716
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Satreskrim Polres Magelang Kota berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di kawasan perdesaan pada bulan Januari 2025. Dua pelaku, berinisial T (37) dan BS (56), berhasil diamankan oleh pihak kepolisian setelah melakukan aksi pencurian di pinggir sawah kawasan Bandongan, Kabupaten Magelang. Senin (3/2/2025). Kapolres Magelang Kota AKBP Anita Indah Setyaningrum, […]

  • Plata Tampil sebagai Pahlawan Saat Ekuador Tekuk Jerman untuk Lolos

    Plata Tampil sebagai Pahlawan Saat Ekuador Tekuk Jerman untuk Lolos

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Medan – Ekuador sukses mengamankan tiket ke Babak 32 Besar setelah bangkit dari ketertinggalan untuk menaklukkan Jerman 2-1 pada laga pamungkas Grup E, Jumat dini hari WIB. Mengingat juara grup Jerman telah memastikan diri lolos ke fase selanjutnya usai mengemas dua kemenangan, pertanyaan besar bagi lautan suporter berbaju kuning di New York/New Jersey Stadium adalah […]

  • Dari Kupang untuk Indonesia: Kolaborasi Bangun Karya Teguhkan Harapan UMKM NTT

    Dari Kupang untuk Indonesia: Kolaborasi Bangun Karya Teguhkan Harapan UMKM NTT

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 729
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Di balik dinding megah rumah jabatan Gubernur NTT, semangat membangun bangsa bergema hangat saat Program Bangun Karya resmi ditutup. Program yang digagas sebagai hasil kolaborasi antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bentoel Group ini telah menjadi bukti nyata bahwa harapan bisa tumbuh dari desa-desa […]

  • DPRD Paripurna Hantaran LKPJ Bupati Cirebon Anggaran Tahun 2025

    DPRD Paripurna Hantaran LKPJ Bupati Cirebon Anggaran Tahun 2025

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 222
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon menggelar rapat paripurna dengan agenda hantaran Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Cirebon tahun anggaran 2025 di ruang Abhimata Paripurna, Senin (30/3/2026). Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Raden Hasan Basori mengatakan, paripurna digelar untuk mendorong akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. “Dalam rangka memenuhi fungsi akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah, […]

  • Nama Eno Smith Muduni Kembali Mengemuka, Rekam Jejak Birokrasi Masuk Radar JPTP Pacitan?

    Nama Eno Smith Muduni Kembali Mengemuka, Rekam Jejak Birokrasi Masuk Radar JPTP Pacitan?

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Yuniardi Sutondo
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Pacitan,JarrakPos.com-Setelah cukup lama tak muncul dalam sorotan pemberitaan, nama Eno Smith Muduni, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pacitan, kembali mengemuka dalam percakapan seputar dinamika birokrasi dan peta pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP). Bukan semata karena jabatan yang kini diembannya, Eno disebut memiliki modal pengalaman birokrasi dan rekam jejak lintas organisasi perangkat daerah […]

  • Bukan Karena Viral, Jalan Depan Gor sudah Sianggarkan dari Akhir 2025

    Bukan Karena Viral, Jalan Depan Gor sudah Sianggarkan dari Akhir 2025

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 225
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Pemerintah Kota Kupang mulai mengerjakan ruas jalan di depan GOR Oepoi yang sebelumnya menjadi polemik di tengah masyarakat. Pekerjaan ini menegaskan bahwa proyek tersebut telah direncanakan sejak tahun anggaran sebelumnya, bukan akibat tekanan publik atau viral di media sosial. Warga Kelurahan Oebufu, Arny Loasana, menilai anggapan bahwa pemerintah baru bergerak karena desakan masyarakat […]

expand_less