Dari Kupang untuk Indonesia: Kolaborasi Bangun Karya Teguhkan Harapan UMKM NTT
- account_circle Mario
- calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Di balik dinding megah rumah jabatan Gubernur NTT, semangat membangun bangsa bergema hangat saat Program Bangun Karya resmi ditutup.
Program yang digagas sebagai hasil kolaborasi antara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bentoel Group ini telah menjadi bukti nyata bahwa harapan bisa tumbuh dari desa-desa terpencil menuju panggung nasional, bahkan dunia.
Selama lebih dari satu tahun, Bangun Karya tidak hanya menjadi program kerja, tetapi perjalanan transformasi bagi 10 pelaku UMKM di sektor pangan olahan, kosmetik, dan obat tradisional.

Mereka berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, dan Alor—wilayah-wilayah yang kerap luput dari pusat perhatian pembangunan nasional.
Kini, berkat pendampingan intensif dan pembangunan rumah produksi berstandar Good Manufacturing Practices (GMP), usaha kecil mereka bukan hanya legal, tetapi juga berkualitas dan siap bersaing.
Tak hanya itu, lebih dari 300 warga telah menerima edukasi tentang pentingnya praktik produksi yang baik, sebuah langkah kecil yang membawa dampak besar terhadap kesadaran akan keamanan dan mutu produk lokal.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menyampaikan kebanggaan dan harapan besar dari program ini.
“Kita mulai dari desa, dari pelaku UMKM kecil, untuk membangun NTT yang berdaya saing dan siap menghadapi pasar global. Semangat ini juga sejalan dengan Program One Village, One Product (OVOP) yang kami luncurkan untuk memperkuat transformasi ekonomi dari desa,” ucapnya dengan semangat.
Sementara itu, Kepala BPOM RI, Irjen. Pol. Dr. Jayadi, menegaskan bahwa legalitas bukanlah hambatan, melainkan jaminan kualitas.
“Kami ingin UMKM tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tapi juga patuh terhadap regulasi demi keselamatan konsumen. Ini adalah tentang kepercayaan publik,” tuturnya.
Bentoel Group sebagai mitra utama turut mengungkapkan komitmennya.
“Kami ingin UMKM di NTT punya kesempatan yang sama seperti pelaku usaha di kota besar. Bangun Karya bukan sekadar pelatihan, tapi bekal nyata untuk masa depan,” ujar Dian Widyanarti, Head of Corporate and Regulatory Affairs.
Penutupan program ini berlangsung hangat. Tayangan dokumentasi keberhasilan para UMKM dan penyerahan penghargaan untuk 10 UMKM terbaik menjadi simbol keberhasilan kolaborasi lintas sektor yang bisa direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.
Program Bangun Karya mungkin telah usai, namun semangatnya akan terus menyala—menjadi contoh bahwa ketika pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat berjalan bersama, tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dijangkau dan tidak ada mimpi yang terlalu kecil untuk diperjuangkan.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar