Lumpur Sisa Banjir Bandang di Cisolok Rendam Balai Desa, Ratusan Warga Masih Mengungsi
- account_circle Kang Yos
- calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kolase Photo Pasca Banjir Banjang (sumber: istimewa)
Sukabumi, Jarrakpos.com – Banjir bandang yang melanda Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, meninggalkan jejak kehancuran di sejumlah wilayah. Tak hanya rumah warga yang terendam, lumpur tebal juga menutupi jalan dan bahkan merusak balai desa di Kampung Tugu, Desa Cikahuripan.
Hujan deras sejak Senin (27/10/2025) sore membuat beberapa sungai di wilayah Cisolok meluap. Air bah bercampur lumpur meluncur deras ke permukiman, memaksa warga menyelamatkan diri ke tempat lebih tinggi. Kini, sehari setelah kejadian, warga bersama petugas gabungan masih berjibaku membersihkan sisa lumpur yang menutupi permukiman mereka.
“Airnya datang cepat banget, nggak sempat nyelamatin barang-barang. Rumah langsung penuh lumpur,” ujar Eli, salah satu warga Kampung Tugu yang rumahnya rusak parah akibat terjangan banjir bandang.
Pantauan Jarrakpos.com, Selasa pagi (28/10/2025), mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membantu proses pembersihan. Lumpur setebal hampir 30 sentimeter masih menutupi jalan utama kampung. Suasana di lokasi tampak sibuk—warga, aparat desa, dan relawan saling bantu menyapu lumpur, memindahkan perabotan, dan memperbaiki bangunan yang roboh.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi) mencatat, sedikitnya 626 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.873 jiwa terdampak banjir dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Cisolok. Enam desa tercatat terdampak paling parah, yakni Cikahuripan, Karangpapak, Cisolok, Wangunsari, Cikelat, dan Sukarame.
“Sebagian besar warga kini mengungsi ke rumah tetangga atau keluarga terdekat. Kami juga sedang menyiapkan tenda pengungsian di beberapa titik,” kata Daeng Sutisna, Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi.
Menurut laporan sementara BPBD hingga Senin malam, Desa Cikahuripan menjadi wilayah paling parah dengan 500 KK dan 1.500 jiwa terdampak. Sedangkan di Desa Karangpapak tercatat 51 KK terdampak, Desa Cisolok 50 KK, Desa Wangunsari 7 KK, Desa Cikelat 4 KK, dan Desa Sukarame 7 KK akibat longsor.
Selain tempat tinggal, sejumlah fasilitas umum seperti balai desa, jembatan kecil, dan jalan penghubung antar kampung juga rusak tertimbun lumpur. BPBD menilai, dibutuhkan bantuan darurat berupa tenda DUM, dapur umum, air bersih, alat kebersihan, dan kebutuhan pokok bagi warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
“Yang paling penting sekarang itu pemenuhan kebutuhan dasar dan memastikan tidak ada penyakit menular pascabanjir,” tambah Daeng.
Pemerintah daerah bersama aparat TNI-Polri kini terus menyalurkan bantuan logistik. Beberapa organisasi relawan juga sudah tiba di lokasi untuk membantu evakuasi dan pembersihan lingkungan. Meski kondisi masih memprihatinkan, semangat warga Cisolok untuk bangkit terlihat kuat.
“Rumah boleh rusak, tapi yang penting keluarga selamat. Sekarang fokus bersihin dulu, nanti pelan-pelan kita bangun lagi,” tutur Ujang, warga setempat sambil membersihkan lumpur dari halaman rumahnya.
BPBD Sukabumi mengingatkan warga untuk tetap siaga terhadap potensi banjir dan longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah selatan Sukabumi masih cukup tinggi. Pemerintah juga berjanji akan melakukan pemetaan ulang kawasan rawan bencana di Cisolok agar kejadian serupa tidak terulang.










- Penulis: Kang Yos
- Editor: DWP
- Sumber: Facebook




Saat ini belum ada komentar