BULOG NTT Mulai Salurkan Bantuan Pangan Juli–September 2026 untuk Lebih dari 852 Ribu Penerima
- account_circle Mario
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Perum BULOG Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Pemerintah Kota Kupang secara resmi melaksanakan Launching Penyaluran Bantuan Pangan Alokasi Juli s.d. September Tahun 2026 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kota Kupang.
Launching ini menjadi tanda dimulainya penyaluran Bantuan Pangan Beras alokasi bulan Juli hingga September 2026 kepada masyarakat penerima di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.
Untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) tercatat sebanyak 852.631 PBP, dengan total bantuan pangan beras yang akan disalurkan mencapai 25.578.930 kilogram.
Setiap PBP akan menerima bantuan pangan beras sebanyak 30 kilogram, yang merupakan alokasi untuk periode tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
“Program ini secara bersama harus kita laksanakan agar bantuan dapat tersalurkan dengan baik, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat kualitas, dan dapat diterima oleh masyarakat yang berhak. Setiap PBP akan menerima bantuan beras sebanyak 30 kilogram yang merupakan alokasi bantuan untuk tiga bulan,” ujar Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil NTT, (18/8/2026).
Khusus untuk Kota Kupang, jumlah penerima Bantuan Pangan tercatat sebanyak 37.319 PBP, dengan total bantuan beras yang akan disalurkan mencapai 1.119.570 kilogram untuk alokasi Juli–September 2026.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan bahwa bantuan pangan bukan hanya mengenai penyaluran beras kepada masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman dan perlindungan kepada keluarga.
“Beras ini adalah ketenangan bagi keluarga. Oleh karena itu, bagi saya acara ini sangat penting bagi kita. Ini adalah simbol bahwa negara hadir sampai ke meja rakyatnya,” ujar Wali Kota Kupang.
Menurutnya, pembangunan dan kemerdekaan harus dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk melalui terpenuhinya kebutuhan pangan keluarga dan terbukanya kesempatan bagi generasi mendatang untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.
“Warga harus mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik, anak-anak harus bisa bertumbuh untuk mewujudkan cita-citanya, dan keluarga harus merasa terlindungi dan diperhatikan. Di situlah kita sedang mengisi kemerdekaan. Pemerintah hadir, warga terlindungi, dan tidak ada yang merasa ditinggalkan,” lanjut Christian Widodo.
Pesan tersebut menegaskan bahwa program Bantuan Pangan memiliki makna yang lebih luas dari sekadar distribusi komoditas pangan.
Bantuan ini menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan perhatian dan perlindungan.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Asisten II Perekonomian Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yusuf Lery memberikan apresiasi kepada Perum BULOG Kanwil NTT atas upaya memastikan bantuan pangan dapat menjangkau masyarakat di seluruh wilayah provinsi, termasuk daerah kepulauan yang memiliki tantangan distribusi dan kondisi geografis yang tidak mudah.
Menurutnya, mengantarkan beras hingga benar-benar sampai kepada masyarakat di berbagai wilayah NTT bukanlah pekerjaan sederhana. Karakteristik NTT sebagai provinsi kepulauan membuat proses distribusi membutuhkan kerja keras, koordinasi, dan komitmen dari seluruh pihak yang terlibat.
“Mengantar beras sampai ke masyarakat ini bukanlah pekerjaan yang mudah. Untuk itu, kepada Pak Pinwil BULOG, Bapak Arrahim, terima kasih banyak. Beliau mengurus satu NTT. Naik kapal ke Raijua itu tidak gampang. Gelombang sampai tiga meter pun, beras tetap harus diantar,” ungkap Yusuf yang juga Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT.
Pernyataan tersebut menggambarkan tantangan distribusi pangan di Nusa Tenggara Timur, di mana kondisi geografis kepulauan dan akses transportasi antar daerah menjadi bagian yang harus dihadapi dalam memastikan bantuan pemerintah dapat diterima oleh masyarakat.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Perum BULOG Kanwil NTT bersama pemerintah daerah, transporter, serta seluruh pemangku kepentingan terus berupaya memastikan distribusi pangan tetap berjalan hingga menjangkau masyarakat penerima di berbagai wilayah.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil NTT Arrahim K. Kanam menegaskan bahwa besarnya cakupan penerima Bantuan Pangan di NTT membutuhkan kerja bersama dan koordinasi yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
“Dalam pelaksanaannya, tentu BULOG tidak dapat bekerja sendiri. Keberhasilan penyaluran Bantuan Pangan sangat bergantung pada sinergi dan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kota Kupang, pemerintah kabupaten/kota se-NTT, perangkat daerah, aparat di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan, transporter, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyaluran,” jelasnya.
Sinergi tersebut menjadi penting mengingat karakteristik geografis Nusa Tenggara Timur yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan. Koordinasi seluruh pihak menjadi kunci agar bantuan dapat menjangkau penerima hingga ke wilayah yang memiliki tantangan akses dan transportasi.
Dengan total penyaluran mencapai 25.578.930 kilogram beras kepada 852.631 PBP, program Bantuan Pangan alokasi Juli–September 2026 diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan pokok sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Perum BULOG Kanwil NTT bersama pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait akan terus melakukan koordinasi dan pengawalan selama proses distribusi berlangsung guna memastikan penyaluran memenuhi prinsip tepat sasaran, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat waktu.
Melalui pelaksanaan Bantuan Pangan ini, Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk terus hadir menjalankan penugasan pemerintah di bidang pangan serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Semangat yang disampaikan dalam launching ini menjadi pengingat bahwa pemenuhan pangan memiliki makna penting dalam mengisi kemerdekaan: pemerintah hadir, warga terlindungi, keluarga diperhatikan, dan tidak ada masyarakat yang merasa ditinggalkan.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar