KKN 9 UNTIDAR, Dorong Ketahanan Pangan melalui Budidaya Ayam Arab dan Maggot Berbasis Ekonomi Sirkular
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Kelompok 9 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tidar (UNTIDAR) menggelar sosialisasi budidaya ayam arab dan maggot berbasis ekonomi sirkular pada Sabtu (25/7/2026) di Desa Krincing, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Kegiatan yang diikuti masyarakat Dusun Samirono dan Dusun Kerten ini menghadirkan penggiat lingkungan sekaligus praktisi budidaya maggot, Bapak Yuswinto, sebagai narasumber. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai budidaya ayam arab melalui pemanfaatan maggot sebagai pakan alternatif berbasis limbah organik guna memperkuat ketahanan pangan dan mendorong penerapan ekonomi sirkular di Desa Krincing.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh adanya bantuan ayam arab petelur dari Dinas Peternakan dan Perikanan kepada masyarakat Dusun Kerten. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala, seperti minimnya pengetahuan masyarakat mengenai teknik budidaya ayam arab serta tingginya biaya pakan. Bantuan pakan yang diberikan pada tahap awal dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan pemeliharaan dalam jangka panjang, sehingga diperlukan solusi yang mudah diterapkan dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Bapak Yuswinto mengenai konsep budidaya ayam arab yang dipadukan dengan budidaya maggot berbasis ekonomi sirkular. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa limbah sampah organik rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot yang memiliki kandungan protein tinggi sehingga dapat dijadikan pakan alternatif bagi ayam arab petelur. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi budidaya maggot, mulai dari proses pemanfaatan limbah organik, teknik pemeliharaan, hingga cara pemanenan maggot yang siap digunakan sebagai pakan ternak. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi, di mana warga aktif mengajukan pertanyaan mengenai teknik budidaya ayam arab maupun budidaya maggot.

Dok.jarrakpos/fri
Salah satu anggota Kelompok 9 KKN UNTIDAR, Mei Nurul Mutia, menjelaskan bahwa program tersebut disusun berdasarkan kondisi yang dihadapi masyarakat sekaligus sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di Desa Krincing.
“Kami melihat masih tingginya angka stunting di Desa Krincing. Di sisi lain, masyarakat telah menerima bantuan ayam arab petelur, tetapi masih mengalami kesulitan dalam pemeliharaannya. Pakan menjadi biaya terbesar, sementara bantuan pakan yang diterima hanya pada tahap awal sebanyak 50 kilogram. Karena itu, kami mencoba menghadirkan solusi melalui budidaya maggot yang memanfaatkan limbah organik. Selain mampu menekan biaya pakan, maggot juga memiliki kandungan nutrisi yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif ayam arab. Harapannya, produktivitas ayam meningkat, ketersediaan telur di masyarakat bertambah, dan ketahanan pangan desa semakin kuat,” jelas Mei.
Dalam kesempatan tersebut, Bapak Yuswinto menyampaikan bahwa budidaya maggot merupakan solusi yang realistis karena dapat dilakukan dengan biaya yang relatif rendah. Menurutnya, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya besar karena bahan utama budidaya berasal dari limbah organik rumah tangga yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Budidaya maggot merupakan solusi yang realistis karena tidak membutuhkan biaya besar. Limbah organik yang sebelumnya dianggap sebagai sampah dapat diolah menjadi pakan ternak yang bernilai ekonomi. Selain membantu mengurangi volume sampah, maggot juga memiliki kandungan protein yang tinggi dan kualitas nutrisinya setara dengan pakan konsentrat, sehingga sangat baik dimanfaatkan sebagai pakan ayam arab,” ujar Yuswinto.

Dok.jarrakpos/fri
Kepala Dusun Kerten turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai budidaya ayam arab dan maggot memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat dalam mengembangkan bantuan ternak yang telah diterima. Ia berharap produktivitas ayam petelur dapat meningkat sehingga hasil telur mampu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
“Kami berharap masyarakat dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini. Jika budidaya ayam arab semakin baik dan produksi telur meningkat, hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, sehingga diharapkan turut mendukung upaya penurunan angka stunting di Desa Krincing,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Kelompok 9 KKN UNTIDAR berharap masyarakat mampu menerapkan budidaya ayam arab dan maggot secara berkelanjutan. Penerapan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah organik sebagai pakan alternatif diharapkan tidak hanya mampu menekan biaya produksi ternak, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan produktif.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar