Rahmat Djailani Jagokan Argentina Juara Piala Dunia 2026
- account_circle Syawal
- calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Medan – Sekretaris Jenderal Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani, mengakui bahwa kehadiran Lionel Messi membuat Argentina tetap menjadi salah satu favorit juara Piala Dunia 2026. Dia menilai Messi masih mampu menjadi pembeda dan memberikan keuntungan besar bagi Albiceleste saat berusaha mempertahankan gelar.
Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan. Tim asuhan Lionel Scaloni juga masih diperkuat Messi yang, meski sudah berusia 38 tahun, tetap dianggap sebagai salah satu pemain paling berbahaya di dunia.
“Sejauh ini Argentina udah keliatan jadi kandidat kuat buat back-to-back juara. Alasannya: Status juara bertahan ditambah mentalitas
Argentina juara 2022 di Qatar. Mental “udah pernah angkat trofi” bikin timnya gak ada beban. Kata Scaloni: “tim ini tahu cara mainnya dan gak pernah puas”.”kata Rahmat Djailani dalam pesan wasthap nya, Rabu (24/6)
Penampilan Argentina. kata Rahmat , sejauh ini menunjukkan konsistensi yang membuat mereka layak disebut
sebagai salah satu favorit juara. Argentina udah masuk 32 besar
Hasil ini menjadi sinyal positif bahwa Argentina masih berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan reputasi sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia.
“Sejak era Maradona saya tertarik dengan Argentina. Saya ngefans sama Maradona. Beliau pemain bola yang juga punya sikap politik. Nah sekarang Argentina punya Lionel Messi “, katanya.
Dalam wawancara ini, Rahmat Djailani tanpa ragu memasukkan Argentina ke daftar kandidat kuat juara.
“Saya juga memilih Argentina sebagai salah satu favorit juara Piala Dunia karena mereka adalah juara bertahan, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, dan mereka punya Messi.
“Lionel Messi masih jadi pembeda.
Umur 38 mau 39, tapi masih nge-golin brace lawan Austria 2-0 di matchday 2. Golnya bikin dia jadi top scorer sepanjang masa World Cup: 18 gol, lewatin Miroslav Klose. Banyak yang bilang Messi masih “alien” dan auranya beda di lapangan”, sebut nya
Lagi pula kata Rahmat, skuad inti hampir sama kayak 2022. 18 pemain dari skuad juara dunia di Qatar masih dibawa Scaloni. Tinggal tambah De Paul, Mac Allister, Enzo Fernández di tengah, plus Lautaro & Alvarez di depan. Kompak, udah ngerti satu sama lain.
Namun tambah dia, tantangan sesungguhnya baru akan dimulai ketika fase gugur berlangsung, di mana satu kesalahan kecil bisa mengakhiri perjalanan menuju trofi Piala Dunia 2026.
Sejumlah tim raksasa Eropa seperti Prancis, Spanyol, dan Belanda, hingga kejutan dari tim-tim Afrika disebutnya bisa menjadi batu sandungan besar di babak krusial nanti.
“Itu tidak mudah, sangat sulit untuk menjadi juara Piala Dunia. Karena pada saat yang sama ada Perancis, Spanyol, dan Belanda,” kata nya
Namun, tambah nya, persaingan kali ini akan jauh lebih berat karena banyak negara datang dengan kekuatan yang lebih solid.
“Prancis kembali sangat kuat dengan banyak pemain di level tertinggi. Spanyol juga bagus, Brasil selalu menjadi kandidat juara, lalu ada Jerman, Inggris, dan Portugal yang sangat kompetitif,” tutur nya
Ia juga mengingatkan bahwa Piala Dunia kerap menghadirkan kejutan dari tim yang sebelumnya tidak diperhitungkan.
“Selalu ada kejutan. Banyak hal aneh bisa terjadi di Piala Dunia dan ada banyak tim nasional yang sedang berada di level hebat,” katanya.
Tapi, Messi yang membawa Argentina juara Piala Dunia 2022 diperkirakan kembali memimpin timnya dalam upaya mempertahankan gelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Jadi intinya pengalaman ditambah Messi, tim kompak dan mental juara, meski jalan masih panjang, lawan kayak Spanyol, Prancis, Brazil juga kuat.
Rivalitas Brasil dan Argentina jelas nya, memang sudah berlangsung puluhan tahun. Namun, Rahmat tak menutupi kekagumannya terhadap Messi.
Menurutnya, Messi tetap menjadi ancaman besar karena kemampuannya melakukan sesuatu yang sulit diprediksi lawan. Satu momen saja sudah cukup bagi kapten Argentina tersebut untuk mengubah jalannya pertandingan.
“Dia selalu menghadirkan sesuatu yang berbeda. Saya tidak pernah bisa membayangkan apa yang akan dia lakukan,” katanya
Pernyataan itu menunjukkan betapa besarnya pengaruh Messi di mata para pemain lawan. Meski usia tak lagi muda, peraih delapan Ballon d’Or tersebut masih dianggap mampu menjadi faktor penentu di level tertinggi.
- Penulis: Syawal




Saat ini belum ada komentar