Jeje Ritchie Ismail Gaspol Bersihkan Birokrasi Bandung Barat
- account_circle Derry Rachman
- calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

JARRAKPOS.COM – Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, kembali menegaskan komitmennya membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan berpihak kepada masyarakat.
Ia meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat untuk membiasakan budaya kerja positif secara konsisten sebagai fondasi utama pelayanan publik yang berkualitas.
Menurut Jeje, kekuatan pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh program besar dan kebijakan strategis, tetapi juga oleh kedisiplinan serta integritas ASN dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Pemerintahan yang kuat lahir dari hal-hal mendasar, disiplin, ketepatan waktu, laporan yang jujur, pelayanan yang tulus, serta keberanian menolak praktik yang merusak kepercayaan publik,” ujar Jeje, Senin (4/5/2026).
Sebagai langkah memperkuat akuntabilitas, Jeje mewajibkan seluruh ASN melaporkan progres kerja harian melalui aplikasi e-kinerja milik Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kebijakan tersebut dilakukan agar seluruh aktivitas pegawai dapat dipantau secara terukur dan transparan.
“Setiap aktivitas harus tercatat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kita bekerja bukan hanya untuk atasan, tetapi untuk masyarakat yang menitipkan harapannya kepada kita,” katanya.
Ia menegaskan, disiplin ASN tidak cukup hanya sebatas kehadiran fisik di kantor. Lebih dari itu, disiplin harus mencerminkan integritas, tanggung jawab moral, serta kesadaran bahwa jabatan merupakan amanah, bukan alat untuk mencari keuntungan pribadi.
Dalam kesempatan itu, Jeje juga menyoroti praktik percaloan yang dinilai mencederai prinsip pelayanan publik. Ia memastikan Pemkab Bandung Barat akan bertindak tegas terhadap segala bentuk praktik curang di lingkungan birokrasi.
“Jangan sampai ada percaloan di Bandung Barat. Saya tidak ingin masyarakat harus mencari jalan belakang untuk mendapatkan haknya,” tegasnya.
Jeje memastikan pihaknya tidak akan ragu memberikan sanksi kepada ASN yang terbukti menyalahgunakan jabatan ataupun terlibat dalam praktik yang merugikan masyarakat.
“Jangan hanya membangun birokrasi yang baik di atas kertas, tetapi rapuh dalam pelaksanaan. Pelayanan publik adalah wajah pemerintah dan wajah itu harus bersih, jujur, serta dapat dipercaya,” pungkasnya.
Di sisi lain, Jeje juga menunjukkan respons cepat terhadap persoalan sosial yang menjadi perhatian publik. Sebelumnya, ia mengunjungi kediaman Muhammad Rizki (11), bocah asal Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, yang viral karena mengonsumsi rumput dan dedaunan.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian Pemkab Bandung Barat terhadap kondisi Rizki yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan sehingga memengaruhi perilaku makannya.
Dalam pertemuan dengan keluarga, Jeje menggali informasi terkait kondisi Rizki. Ayah korban, Asep Setiawan, mengungkapkan kebiasaan makan rumput itu telah berlangsung selama kurang lebih tujuh tahun terakhir.
“Berdasarkan keterangan keluarga, Rizki sudah lama memiliki kebiasaan makan rumput, sekitar tujuh tahun. Hal itu berkaitan dengan kondisi kesehatan mentalnya,” ujar Jeje saat ditemui di lokasi, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga turut menjadi perhatian pemerintah daerah. Ayah Rizki yang bekerja serabutan mengalami keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pengobatan dan perawatan anaknya.
Jeje menjelaskan, keluarga sebenarnya telah menyediakan makanan yang layak bagi Rizki. Namun, bocah tersebut lebih memilih mengonsumsi mi instan dibanding nasi.
“Bukan tidak diberi makanan normal, tetapi memang anaknya cenderung tidak mau makan nasi dan lebih memilih mie,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bandung Barat melalui Dinas Kesehatan akan melakukan pemeriksaan medis menyeluruh terhadap Rizki guna memastikan tidak ada gangguan kesehatan serius akibat kebiasaan mengonsumsi rumput.
“Harus dicek kesehatannya. Nanti Dinkes akan mendampingi, karena dikhawatirkan ada bakteri. Selain itu, akan ada juga pendampingan dari dinas terkait lainnya,” ucapnya.
Tak hanya fokus pada aspek kesehatan, Pemkab Bandung Barat juga berkomitmen memberikan dukungan pendidikan serta rehabilitasi bagi Rizki agar kemampuan komunikasi dan kondisi intelektualnya dapat berkembang lebih baik.
“Langkah terpadu ini menjadi bentuk keseriusan kami dalam menangani kasus anak dengan kebutuhan khusus, sekaligus memastikan setiap warga Bandung Barat mendapatkan akses layanan kesehatan dan sosial yang layak,” pungkasnya. (Diskominfotik KBB).
- Penulis: Derry Rachman




Saat ini belum ada komentar