Flobamora Film Festival 2026 Usung Tema “Berdaya”, Dorong Film NTT Menembus Batas
- account_circle Mario
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Film bukan sekadar tontonan, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk menceritakan identitas, budaya, dan persoalan yang mereka hadapi. Semangat inilah yang kembali dihidupkan melalui Flobamora Film Festival (F3) 2026 yang mengusung tema **“Berdaya”**, dengan tekad memperkuat ekosistem perfilman dari Kupang untuk Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga menjangkau penonton yang lebih luas.
Memasuki edisi kelima, festival film tahunan ini berlangsung pada 28–31 Oktober 2026 di Kota Kupang, dengan Taman Budaya Gerson Poyk sebagai lokasi pemutaran film. F3 kembali menjadi ruang apresiasi bagi sineas lokal sekaligus wadah untuk mempertemukan pembuat film, komunitas, pelajar, dan masyarakat melalui karya-karya yang merekam kehidupan dari berbagai sudut pandang.
Tema “Berdaya” melanjutkan perjalanan F3 dari tema Harmoni, Konektivitas, Gemohing, hingga Kalunga. Kali ini, perhatian diarahkan pada kemandirian ekosistem perfilman, perluasan akses pendidikan film, serta penguatan kemampuan sineas dan komunitas di NTT agar mampu membawa cerita mereka ke tingkat nasional maupun internasional.
Direktur Flobamora Film Festival, Irwan Sebleku, menegaskan bahwa keberdayaan perfilman tidak cukup diukur dari banyaknya film yang diproduksi atau jumlah pemutaran yang digelar.
“Bagi kami, berdaya adalah soal siapa yang memegang kendali atas cerita-cerita dari NTT. Film dari sini harus dibuat, diputar, dan dibicarakan oleh orang-orangnya sendiri. Karena itu, kami memastikan setiap orang yang terlibat, terutama sineas muda, bekerja di ruang yang aman dan mendapat kesempatan yang setara,” kata Irwan.
Menurutnya, F3 2026 ingin menegaskan bahwa NTT bukan sekadar tempat atau latar bagi sebuah cerita, melainkan juga pemilik cerita yang berhak menentukan bagaimana kehidupan, budaya, dan realitas masyarakatnya ditampilkan melalui film.
Untuk mewujudkan semangat tersebut, festival ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni apresiasi karya, distribusi film lokal agar menjangkau khalayak lebih luas, serta pertukaran pengetahuan dan kebudayaan.
F3 2026 juga membuka ruang lebih besar bagi film pendek fiksi, dokumenter, dan eksperimental. Melalui festival ini, para pembuat film muda diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis dan kualitas penceritaan, sekaligus membangun jejaring dengan komunitas film, produser, pemerintah, sektor swasta, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Lebih dari sekadar hiburan, film juga didorong menjadi media literasi visual, sarana pengarsipan pengetahuan lokal, serta ruang untuk mengangkat berbagai persoalan sosial dan lingkungan di wilayah kepulauan.
Tiga Program, Perluas Ruang bagi Sineas NTT
Untuk memperkuat ekosistem perfilman daerah, F3 2026 menghadirkan tiga program utama, yaitu Pemutaran Film, Diskusi Publik, dan Rigem (Riang Gembira).
Program Pemutaran Film dibagi dalam empat kategori, yakni Layar Nusantara, Layar Internasional, Kompetisi Film NTT, dan Kompetisi Film Pelajar NTT. Keempatnya memberikan kesempatan bagi karya sineas dari NTT, berbagai daerah di Indonesia, hingga mancanegara untuk bertemu dengan penonton.
Sementara itu, Diskusi Publik menghadirkan diskusi, bedah isu, dan kelas teknis perfilman bersama praktisi di bidangnya. Program ini terbuka bagi pegiat film, pelajar SMA/SMK sederajat, mahasiswa, akademisi, aktivis, praktisi, serta masyarakat umum.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sineas muda melalui laboratorium film dan pitching karya, sehingga gagasan yang dimiliki para pembuat film lokal dapat dikembangkan dan dipresentasikan secara lebih terarah.
Manajer Festival Flobamora Film Festival, Erans Blikololong, mengatakan bahwa penyelenggaraan tahun ini dirancang agar manfaat festival tidak berhenti ketika rangkaian acara berakhir.
“Tahun ini kami ingin festival memberi dampak yang berlanjut setelah acara selesai. Karena itu, sineas muda mendapat ruang untuk mempresentasikan gagasan filmnya, UMKM lokal ikut terlibat dalam penyelenggaraan, dan film-film dari NTT kami dorong agar sampai ke lebih banyak penonton, termasuk di luar Kupang,” ujar Erans.
Ia menambahkan, perluasan jangkauan penonton menjadi salah satu perhatian utama F3 tahun ini. Film-film dari NTT diharapkan tidak hanya dinikmati masyarakat di Kota Kupang, tetapi juga dapat menjangkau warga di daerah-daerah yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap ruang pemutaran film.
“Film dari NTT perlu sampai ke lebih banyak penonton, termasuk di daerah yang jauh dari Kupang. Rencana pemutaran adalah salah satu cara kami mewujudkannya,” katanya.
Adapun program Rigem (Riang Gembira) menghadirkan pertunjukan musik, teater, dan permainan interaktif bagi pengunjung serta pegiat film. Program ini melengkapi festival dengan ruang perjumpaan yang lebih santai, sekaligus mempertemukan film dengan bentuk-bentuk ekspresi seni lainnya.
Membangun Masa Depan Film dari NTT
Flobamora Film Festival merupakan festival film pendek berskala nasional pertama di NTT. Perjalanannya berawal dari Parade Film NTT pada 2021, sebelum pertama kali diselenggarakan pada 27–30 Oktober 2022 oleh Komunitas Film Kupang (KFK).
Sejak saat itu, F3 berkembang menjadi agenda tahunan dengan komitmen menghadirkan ruang apresiasi dan edukasi bagi sineas di NTT, sekaligus membangun jejaring nasional dan internasional di tingkat individu, komunitas, organisasi, maupun festival.
Melalui tema “Berdaya”, F3 2026 membawa pesan bahwa perkembangan perfilman daerah tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan karya, tetapi juga pada kesempatan untuk belajar, akses terhadap ruang pemutaran, keberlanjutan komunitas, dan kemampuan sineas mengelola cerita mereka sendiri.
Dari Kupang, cerita-cerita NTT diharapkan terus tumbuh, menemukan penontonnya, dan melintasi batas geografis. Sebab, ketika sineas lokal memiliki ruang yang setara untuk berkarya dan bercerita, film dapat menjadi jembatan yang memperkenalkan kekayaan NTT kepada Indonesia bahkan dunia.
- Penulis: Mario





Saat ini belum ada komentar