Peresmian KUPS Wanariddhi, Balai Perhutanan Sosial Kupang Serahkan Bantuan Alat Pengolahan Kopi
- account_circle Mario
- calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Upaya mendorong hilirisasi hasil hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat kembali ditegaskan melalui peresmian Rumah Produksi Kopi milik Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Wanariddhi di KPHKm Kebar Merak, Desa Watumerak, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka.
Peresmian tersebut dilakukan oleh Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat (PKTHA), Julmansyah, S.Hut., M.A.R., sebagai bagian dari komitmen penguatan perhutanan sosial yang berkelanjutan.
Kawasan perhutanan sosial ini memiliki luas 124,91 hektare berdasarkan SK Nomor 290/HK/2012 dan dikelola oleh 56 kepala keluarga. Komoditas unggulan yang dikembangkan adalah kopi arabika, yang dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi sekaligus mendukung pelestarian hutan.
Dalam sambutannya, Julmansyah menegaskan bahwa pembangunan rumah produksi kopi menjadi langkah strategis dalam mendorong hilirisasi hasil hutan bukan kayu.
Menurutnya, masyarakat tidak boleh lagi hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah, tetapi harus mampu menghasilkan produk olahan bernilai tambah.
“Hilirisasi produk kopi merupakan strategi penting agar masyarakat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Dengan pengolahan yang baik, kopi dari kawasan perhutanan sosial dapat menjadi produk unggulan daerah sekaligus menjaga kelestarian hutan,” ujarnya, (8/4/2026).
Ia juga menekankan pentingnya peran Integrated Area Development (IAD) di Kabupaten Sikka sebagai motor penggerak pengembangan perhutanan sosial.
Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, lembaga pendamping hingga masyarakat.
“IAD diharapkan menjadi penggerak utama dalam mengintegrasikan berbagai program perhutanan sosial, sehingga potensi yang ada dapat dikelola secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat,” tambahnya.
KUPS Wanariddhi sendiri beranggotakan 15 orang yang mengembangkan produk olahan kopi arabika dan robusta dengan merek “GILI ILIN”.
Kehadiran rumah produksi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengolahan sekaligus memperluas akses pasar kopi lokal asal Desa Watumerak.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Perhutanan Sosial Kupang, Erwin, S.Hut., M.Hut., menyerahkan bantuan alat dan mesin pengolahan kopi kepada kelompok tersebut.
Bantuan itu meliputi mesin pengupas biji basah, mesin pengupas biji kering, mesin roasting kopi, lemari etalase, timbangan, serta kemasan standing pouch.
Erwin menjelaskan, dukungan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk kopi masyarakat.
“Bantuan ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan produksi saat ini, tetapi juga untuk memastikan keberlanjutan usaha ke depan. Dengan fasilitas yang memadai, diharapkan lahir berbagai produk turunan kopi yang bernilai tambah,” jelasnya.
Program ini merupakan bagian dari dukungan hibah luar negeri Forest Programme V (FP V) yang diarahkan sebagai investasi penguatan perhutanan sosial di Kabupaten Sikka.
Fokusnya meliputi peningkatan kapasitas kelompok, pengolahan hasil, serta pengembangan nilai tambah komoditas unggulan.
Dengan hadirnya rumah produksi dan dukungan peralatan tersebut, kopi dari Desa Watumerak diharapkan tidak hanya dikenal sebagai hasil kebun, tetapi mampu berkembang menjadi produk unggulan perhutanan sosial yang berdaya saing tinggi, sekaligus menjadi contoh keberhasilan pengelolaan hutan lestari yang menyejahterakan masyarakat sekitar.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar