Festival Budaya Liliba 2025, Wali Kota Kupang Dorong Pelestarian Adat dan Semangat Gotong Royong
- account_circle Mario
- calendar_month Senin, 6 Okt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, membuka secara resmi Festival Budaya Liliba 2025 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan berlangsung pada 10–11 September 2025 di Lapangan Voli Jalan TPU, Kelurahan Liliba, dan menjadi momentum penting untuk meneguhkan nilai budaya, kebersamaan, serta kepedulian sosial warga.
Festival yang diprakarsai Pemerintah Kelurahan Liliba tersebut menampilkan berbagai kegiatan bernuansa budaya dan kebersamaan, di antaranya lomba kebersihan antar RT, lomba pemasangan bendera Merah Putih, tarian daerah, pertandingan voli, serta atraksi budaya lokal.
Selain menjadi sarana hiburan rakyat, festival ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan dan memperkuat jati diri masyarakat melalui pelestarian tradisi.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, antara lain Anggota DPRD Kota Kupang dari Dapil Oebobo, Rony Lotu, Desiderius Patiwua, dan Rosalinda Uta Teku, serta Penjabat Sekda Kota Kupang, perwakilan Kapolres Kupang Kota, dan para pimpinan OPD terkait.
Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menegaskan bahwa festival budaya merupakan wujud nyata pelestarian nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada warga Liliba yang berpartisipasi aktif, termasuk pihak yang dengan sukarela menyediakan lahan untuk kegiatan tersebut.
“Di tengah perubahan zaman, masih ada masyarakat yang rela memberikan sebagian tanahnya untuk kepentingan bersama. Ini adalah bentuk nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang perlu terus dijaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik yang inklusif.
Ia menyebut, di RSUD S.K. Lerik, telah disiapkan dana pengaman kesehatan agar pasien dalam kondisi darurat dapat langsung ditangani tanpa harus menunjukkan BPJS atau KTP.
Selain itu, Pemkot juga menyediakan layanan liang lahat gratis bagi warga kurang mampu sebagai bentuk tanggung jawab sosial pemerintah.
Ia menambahkan, kebijakan efisiensi anggaran terus dilakukan, termasuk meniadakan pengadaan mobil dinas baru agar dana dapat dialihkan untuk peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Melalui festival ini, kita diajak untuk tidak melupakan akar budaya, memperkuat persaudaraan, dan membangun Kota Kupang sebagai kota yang bersih, berbudaya, dan sejahtera,” pungkasnya.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar