9 Anak NTT yang Diberangkatkan Usman Husin Tiba di Surabaya, Siap Tempuh Kuliah di Universitas Sunan Gresik
- account_circle Mario
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com– Perjalanan sembilan anak Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengejar pendidikan tinggi akhirnya tiba di Pulau Jawa.
Sembilan calon mahasiswa yang sebelumnya diberangkatkan dari NTT oleh Anggota DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, tiba di Surabaya pada Kamis, 1 Oktober 2026. Mereka selanjutnya akan mengikuti pendidikan di Universitas Sunan Gresik Surabaya melalui program beasiswa penuh.
Kedatangan mereka menjadi kelanjutan dari program yang membuka kesempatan bagi anak-anak NTT, khususnya dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sembilan calon mahasiswa tersebut berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Bagi mereka, tibanya di Surabaya bukan sekadar akhir dari perjalanan meninggalkan kampung halaman. Ini menjadi awal dari perjalanan baru di lingkungan kampus, dengan harapan dapat menyelesaikan pendidikan dan membawa pulang ilmu untuk keluarga serta daerah asal.
Sembilan calon mahasiswa tersebut sebelumnya diberangkatkan dari NTT pada Senin, 28 September 2026.
Saat keberangkatan, Tenaga Ahli Usman Husin, Yorim Boimau, turut mengantar mereka di Pelabuhan Tenau Kupang.
Yorim ketika itu mengatakan, sembilan calon mahasiswa tersebut berasal dari Kabupaten Kupang dan Kota Kupang. Dalam perkembangan berikutnya, mereka juga tercatat berasal dari TTS.
Keberangkatan sembilan calon mahasiswa ini merupakan tahap kedua dari rangkaian pemberangkatan anak-anak NTT untuk menempuh pendidikan tinggi di Pulau Jawa.
Yorim sebelumnya menegaskan bahwa program tersebut belum berhenti. Masih ada calon mahasiswa lainnya yang sedang mengikuti proses seleksi untuk mendapatkan kesempatan pada gelombang berikutnya.
“Untuk gelombang berikutnya masih ada, sekarang sedang tahap tes,” ujar Yorim.
Melanjutkan Jejak 44 Anak Sumba dan 7 Anak Rote
Kedatangan sembilan calon mahasiswa di Surabaya tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, program serupa telah membawa puluhan anak NTT dari sejumlah daerah menuju bangku perguruan tinggi.
Pada Agustus 2026, sebanyak 44 calon mahasiswa dari empat kabupaten di Pulau Sumba, yakni Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur, mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui beasiswa penuh.
Mereka berasal dari keluarga kurang mampu dan dipersiapkan untuk menempuh pendidikan di Jawa.
Pendamping calon mahasiswa sekaligus relawan Usman Husin di Sumba, Alan Maguro, sebelumnya mengatakan bahwa anak-anak tersebut berasal dari berbagai pelosok Sumba.
Menurut Alan, kesempatan tersebut memberikan harapan baru bagi keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan biaya untuk menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi.
“Walaupun Bapak Usman bukan dari komisi yang membidangi pendidikan, tetapi usaha dan perjuangannya untuk memperjuangkan anak-anak kurang mampu tetap bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak,” ujar Alan.
Setelah pemberangkatan anak-anak Sumba, tujuh calon mahasiswa asal Kabupaten Rote Ndao juga diberangkatkan menuju Surabaya.
Ketujuhnya mendapat beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan S1 Kebidanan di Universitas Sunan Giri Surabaya.
Rangkaian pemberangkatan tersebut kemudian berlanjut dengan sembilan calon mahasiswa yang kini telah tiba di Surabaya.
Yorim sebelumnya juga menyampaikan bahwa program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi satu daerah.
Pada gelombang pertama, terdapat 71 calon mahasiswa asal NTT yang mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan. Mereka berasal dari sejumlah wilayah, termasuk 44 anak dari Sumba dan 7 anak dari Rote Ndao, serta penerima dari Kabupaten Kupang dan wilayah lainnya.
Kini, tahap berikutnya kembali berjalan.
Sembilan anak asal Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan TTS telah tiba di Surabaya dan bersiap memasuki dunia perkuliahan.
Sementara itu, calon mahasiswa lainnya masih menjalani proses seleksi untuk mengikuti gelombang berikutnya.
Dengan demikian, perjalanan yang dimulai dari pelabuhan di NTT terus berlanjut hingga ruang-ruang kelas di Pulau Jawa.
Usman: Jangan Biarkan Biaya Mematikan Cita-Cita
Usman Husin sebelumnya menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak yang memiliki kemauan dan cita-cita untuk kuliah harus berhenti mengejar pendidikan.
“Jangan sampai anak-anak kita yang punya kemauan dan cita-cita untuk kuliah harus berhenti karena persoalan biaya. Kalau ada kesempatan, kita harus buka jalan agar mereka bisa melanjutkan pendidikan,” ujar Usman.
Ia juga meminta para penerima beasiswa menjaga kesempatan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh dan menyelesaikan pendidikan dengan baik.
“Saya berharap mereka bisa menyelesaikan kuliah dengan baik. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Setelah selesai, saya berharap ilmu yang diperoleh bisa digunakan untuk membantu masyarakat dan membangun daerah,” katanya. ***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar