Di Maulafa Kota Kupang, Usman Husin Mengantar Ayam Petelur hingga Kandang Rakyat
- account_circle Mario
- calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Pagi di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, terasa lebih ramai dari biasanya. Di halaman kelompok tani, kandang-kandang baru berdiri, pakan ditata rapi, dan ayam-ayam petelur mulai beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Di sanalah, Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, kembali hadir membawa kerja nyata bagi ekonomi keluarga.
Pada 27 Desember 2025, melalui aspirasi yang diperjuangkannya, Usman Husin menyerahkan 1.200 ekor ayam petelur kepada dua kelompok penerima bantuan di Kecamatan Maulafa.
Masing-masing kelompok; Kelompok Tani Berkat dan Kelompok Tani Sehati Sekerja menerima 600 ekor ayam petelur, lengkap dengan kandang serta pakan untuk tiga bulan pertama.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Usman Husin. Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut dirancang agar bisa langsung dijalankan tanpa membebani petani dan peternak di tahap awal.
Ayam petelur dipilih karena mampu memberi hasil harian yang cepat dan berkelanjutan bagi ekonomi keluarga.
“Kalau dirawat dengan baik, ayam-ayam ini bisa mulai bertelur dalam beberapa minggu. Yang penting rutinitas dijaga, kandang bersih, dan pakan cukup,” ujar Usman Husin saat berdialog dengan kelompok penerima.
Penyaluran di Maulafa Kota Kupang melengkapi rangkaian bantuan ayam petelur yang sebelumnya telah disalurkan di Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan Kabupaten Rote Ndao.
Di wilayah-wilayah tersebut, ratusan hingga ribuan ayam petelur telah diterima kelompok peternak sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis desa dan kelurahan.
Tak hanya peternakan, Usman Husin juga mendorong penguatan sektor pertanian. Di sejumlah daerah, bibit tanaman dan benih padi unggul telah lebih dulu disalurkan kepada kelompok tani untuk mendukung produktivitas lahan dan ketahanan pangan keluarga.
Kini, di Maulafa, ayam-ayam petelur mulai mengisi kandang rakyat. Dari kebun hingga kandang, bantuan yang disalurkan menjadi bagian dari kerja sunyi masyarakat, menghidupi keluarga, satu telur dan satu panen pada satu waktu.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar