Bank NTT Perkuat Kiprah Pembiayaan Rumah Rakyat, Dorong Akses KPR FLPP bagi ASN dan Masyarakat Berpenghasilan Tetap
- account_circle Mario
- calendar_month Rabu, 3 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Bank NTT kembali menegaskan perannya sebagai motor pembangunan di Nusa Tenggara Timur dengan terus memperluas penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera atau FLPP.
Program yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) ini menjadi salah satu upaya nyata Bank NTT untuk membuka akses kepemilikan rumah yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan.
Program KPR FLPP yang dikelola BP Tapera ini hadir dengan berbagai kemudahan. Mulai dari suku bunga tetap 5% hingga lunas, uang muka hanya 1%, tenor maksimal 20 tahun, hingga angsuran ringan mulai Rp1 juta per bulan.
Bahkan, paket pembiayaan ini sudah termasuk premi asuransi jiwa, asuransi kebakaran, serta PPN, sehingga memberikan kepastian dan rasa aman bagi calon debitur.
Rumah yang tersedia pun cukup variatif, dengan luas tanah mulai 60–200 meter persegi dan bangunan antara 21–36 meter persegi.
Kepala Divisi Kredit, Komersial, dan Menengah Bank NTT, Soleman Bisilisin, mengungkapkan bahwa sejak 2016 Bank NTT telah membiayai 2.042 debitur KPR FLPP dengan total nilai sekitar Rp201 miliar.
Angka ini menunjukkan komitmen kuat bank daerah tersebut dalam menyediakan hunian bagi masyarakat NTT.
“Bank NTT terus memperkuat diri sebagai ujung tombak pembiayaan rumah rakyat. Tidak hanya ASN, tetapi pekerja swasta dengan penghasilan tetap juga bisa mengakses KPR ini. Silakan datang ke kantor kami untuk mendapatkan informasi lengkap,” ujar Soleman (3/12/2025).
Ia menambahkan bahwa Bank NTT menargetkan pembiayaan 300 unit rumah hingga 2026. Dari target tersebut, 247 unit sudah terealisasi dan 53 unit lainnya sedang menunggu penyelesaian proses.
Soleman optimistis target itu tercapai melalui perluasan sosialisasi dan kerja sama strategis dengan berbagai pihak.
Selain itu, ia menekankan bahwa rumah adalah aset investasi jangka panjang yang jauh lebih stabil dibandingkan kendaraan.
“Kalau kendaraan, lima tahun harganya turun drastis. Tapi rumah bisa bertahan 30 tahun, bahkan nilainya terus naik,” tegasnya.
Untuk memperkuat ekosistem pembiayaan, Bank NTT kini telah bekerja sama dengan 16 developer di wilayah NTT.
Sebanyak 10 developer berada di Kota dan Kabupaten Kupang, sementara 6 lainnya tersebar di berbagai daerah.
Kemitraan ini meliputi pengembangan kawasan perumahan hingga penguatan skema pembiayaan pembangunan.
Kebutuhan hunian ASN menjadi salah satu alasan mengapa program ini terus didorong. Kepala BKB NTT, Yos Rasi, menyebutkan bahwa dari sekitar 15 ribu ASN Pemprov NTT, sebagian masih tinggal di rumah kontrakan. Pada 2025, terdapat tambahan 1.000 CASN baru yang kemungkinan besar belum memiliki rumah pribadi.
“Masih ada ASN yang tinggal di kontrakan. Saya yakin CASN yang baru pun belum punya rumah. Karena itu rumah menjadi kebutuhan mendasar,” kata Yos.
Ia berharap ASN dan CASN memanfaatkan fasilitas KPR FLPP agar dapat memiliki hunian layak tanpa beban pembiayaan berat.
Perwakilan BP Tapera, Budi Santoso, turut mengingatkan bahwa keputusan mengambil KPR perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.
“Program ini sangat bermanfaat, tetapi tetap harus mengikuti skala prioritas pribadi,” ujarnya.
Dengan kampanye yang semakin intensif dan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan, Bank NTT berharap akses masyarakat terhadap rumah layak semakin luas.
Bank NTT menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra utama dalam mewujudkan hunian terjangkau bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar