Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Balai Perhutanan Sosial Kupang Perkuat Peran Perempuan, Perluas Akses Kelola Hutan di NTT

Balai Perhutanan Sosial Kupang Perkuat Peran Perempuan, Perluas Akses Kelola Hutan di NTT

  • account_circle Mario
  • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Balai Perhutanan Sosial (BPS) Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan melalui program Perhutanan Sosial (PS).

Tidak hanya sebagai penerima manfaat, perempuan kini didorong menjadi pelaku utama dalam pengelolaan kawasan hutan, pengembangan usaha produktif, hingga penguatan ekonomi keluarga di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Balai Perhutanan Sosial Kupang untuk memastikan bahwa manfaat Perhutanan Sosial dapat dirasakan secara lebih luas dan inklusif.

Melalui pemberian akses kelola kawasan hutan kepada kelompok-kelompok perempuan, BPS Kupang ingin menghadirkan model pembangunan yang menggabungkan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kepala Balai Perhutanan Sosial Kupang, Erwin, mengatakan penguatan peran perempuan menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan Perhutanan Sosial di NTT.

Bahkan, ke depan pihaknya menargetkan perluasan akses bagi lebih banyak kelompok perempuan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari program tersebut.

“Kami melihat perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pengelolaan hutan. Karena itu, kami terus mendorong penguatan peran perempuan sekaligus memperluas akses Perhutanan Sosial di berbagai wilayah NTT,” kata Erwin, (20/6/2026).

Sejak April 2026 hingga saat ini, sedikitnya enam Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) Perempuan telah memperoleh akses pengelolaan kawasan hutan di NTT. Kelompok-kelompok tersebut tersebar di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Sikka.

Enam kelompok tersebut yakni KTH Mama Bambu Betong Asa di Desa Belang Turi, Kabupaten Manggarai; KTH Ca Nai di Desa Tanjung Boleng, Kabupaten Manggarai Barat; KTH Nola Wonga di Desa Watu Nggene dan KTH Poco Ndeki di Desa Kota Ndora, Kabupaten Manggarai Timur; serta KPS Watu Letong di Desa Gong Bekor dan KPS Betun Bekor di Desa Darat Gunung, Kabupaten Sikka.

Kelompok-kelompok perempuan tersebut mengelola kawasan hutan melalui skema Perhutanan Sosial, terutama Hutan Kemasyarakatan (HKm), dengan total luas areal mencapai lebih dari 500 hektare. Kawasan tersebut tidak hanya dijaga kelestariannya, tetapi juga dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.

Sebanyak 335 kepala keluarga (KK) tergabung dalam enam kelompok perempuan tersebut. Mayoritas anggotanya merupakan perempuan yang aktif mengelola kawasan hutan sekaligus mengembangkan berbagai usaha produktif berbasis sumber daya lokal.

Keterlibatan ratusan perempuan ini menjadi bukti bahwa Perhutanan Sosial mampu membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi masyarakat.

Sebagai bentuk penguatan ekonomi masyarakat, Balai Perhutanan Sosial Kupang juga mendorong percepatan pengembangan kebun pangan pada kelompok-kelompok perempuan tersebut.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga, memperkuat ekonomi rumah tangga, sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan bagi perempuan di sekitar kawasan hutan.

Menurut Erwin, keterlibatan perempuan dalam Perhutanan Sosial telah menunjukkan dampak yang nyata.

Selain berkontribusi dalam menjaga kelestarian hutan, perempuan juga mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga dan komunitas melalui berbagai usaha berbasis sumber daya hutan yang dikelola secara bijak.

“Perhutanan Sosial tidak hanya menjadi instrumen pelestarian lingkungan, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran kelompok-kelompok perempuan ini membuktikan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga hutan sekaligus menggerakkan pembangunan ekonomi berbasis masyarakat,” tegas Erwin.

Dengan target perluasan akses dan penguatan kapasitas kelompok perempuan yang terus dilakukan, Balai Perhutanan Sosial Kupang optimistis semakin banyak perempuan di NTT yang akan terlibat dalam pengelolaan hutan.

Dari tangan-tangan perempuan inilah lahir harapan baru bagi terwujudnya hutan yang lestari, keluarga yang lebih sejahtera, dan pembangunan desa yang berkelanjutan.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asep Nekat Menerobos Iring-Iringan Presiden Agar bisa Menyerahkan Berkas aduan kepada Prabowo saat di Magelang

    Asep Nekat Menerobos Iring-Iringan Presiden Agar bisa Menyerahkan Berkas aduan kepada Prabowo saat di Magelang

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 219
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Kehadiran Presiden Prabowo Subianto ke Magelang menjadi kesempatan bagi Asep Harso Tarmungkas, Warga Desa Tempuran, Kecamatan Tempuran, untuk mencari keadilan. Asep nekat menerobos iring-iringan Presiden agar bisa menyerahkan berkas aduan kepada Prabowo Subianto yang kala itu berada di atas mobil iring-iringan. Kamis,(9/4/2026) Kenekatan itu Asep lakukan karena ia merasa tidak mendapat keadilan dari […]

  • Bawa Kabur HP: Polisi Gadungan di Kota Magelang Tipu Sejumlah Bocah, Dituduh Pelaku Tawuran Berhasil Diringkus Satreskrim Polres Magelang kota

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 664
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Aparat Reserse Mobile (Resmob) Satuan Reserse Kriminal Polres Magelang Kota menangkap seorang pria yang menipu belasan bocah. Modusnya, tersangka ini mengaku sebagai anggota Polri, menakut-nakuti para korban sebagai pelaku tawuran kemudian mengambil ponsel-ponsel mereka dan dibawa kabur. Tersangka itu seorang laki-laki, berinisial MJK (27) warga Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Insiden itu […]

  • Terjadi Kebakaran Di Pusat Jual Beli Pasar Sumber Kabupaten Cirebon

    Terjadi Kebakaran Di Pusat Jual Beli Pasar Sumber Kabupaten Cirebon

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 271
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM I Pada Pukul 23:40 Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Cirebon menerima laporan dari Call Center 112 melalui pos jaga Sektor Sumber Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu 13 Desember 2025. Menerima laporan tersebut 1 armada pancar beserta anggota meluncur ke tempat kejadian kebakaran (TKK). Dan setibanya di TKK api masih membakar barang-barang […]

  • BBKSDA NTT Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores

    BBKSDA NTT Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 34
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan di NTT yang menggalang donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana. Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT), […]

  • Diduga Gudang Beras Oplosan di Kawasan Industri Sekupang

    Diduga Gudang Beras Oplosan di Kawasan Industri Sekupang

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Batam, Jarrakpos.com | Aktivitas dugaan pengoplosan beras di sebuah gudang kawasan industri Sekupang, Kota Batam, menjadi perhatian publik. Gudang tersebut tidak dilengkapi papan nama perusahaan dan diduga menjadi tempat pengoplosan beras bermerek ternama yang beredar di pasaran. Berdasarkan informasi yang beredar, bangunan yang digunakan sebagai gudang beras itu setiap harinya didatangi puluhan kontainer berisi beras yang […]

  • Peringati HPN, Pokja Wartawan dan Polres Kuningan Santuni Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 522
    • 0Komentar

    KUNINGAN, JarrakPos.Com – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2025, Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Polres Kuningan bersama Polres Kuningan menggelar kegiatan sosial berupa santunan dan pemberian bingkisan kepada 25 anak yatim dan piatu, Kamis (20/02/25). Acara yang berlangsung di Mapolres Kuningan, Polda Jabar, menjadi wujud kepedulian insan pers dan kepolisian terhadap masyarakat yang membutuhkan, […]

expand_less