BBKSDA NTT Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa di Flores
- account_circle Mario
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan di NTT yang menggalang donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak bencana.
Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT), Adhi Nurul Hadi, mengatakan donasi yang terkumpul telah diwujudkan dalam bentuk kebutuhan pokok dan disalurkan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan tersebut berupa mi instan, air mineral, telur, beras, minyak goreng, dan gula pasir. Seluruh bantuan dikemas menjadi 49 paket lengkap dan enam paket khusus mi instan.
Menurut Adhi, bantuan disalurkan ke sejumlah titik yang terdampak gempa. Sebanyak dua posko di Desa Sambinasi Barat dan satu posko di Desa Tadho masing-masing menerima 10 paket bantuan.
Desa Tadho menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena selain terdampak gempa, wilayah tersebut juga mengalami dampak tsunami ringan.
“Donasi yang dikumpulkan kami belanjakan untuk kebutuhan masyarakat, seperti mi instan, air mineral, telur, beras, minyak goreng, dan gula pasir. Bantuan tersebut kemudian kami wujudkan dalam bentuk paket agar lebih mudah disalurkan kepada masyarakat,” jelas Adhi, (22/8/2026).
Dalam proses penyaluran, BBKSDA NTT juga menyesuaikan bantuan dengan kondisi dan kebutuhan di masing-masing lokasi.
Semula, paket bantuan juga direncanakan disalurkan ke Desa Ite Jaya dan Desa Lengkosambi. Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah tim mengetahui bahwa di kedua lokasi tersebut telah terdapat bantuan yang disalurkan oleh BPBD.
“Awalnya bantuan yang tersisa akan disalurkan ke Desa Ite Jaya dan Desa Lengkosambi. Namun saat akan dilakukan penyerahan, ternyata di lokasi tersebut sudah ada bantuan dari BPBD. Karena itu, penyaluran kami batalkan agar bantuan dapat dialihkan ke masyarakat yang membutuhkan di lokasi lain,” ujar Adhi.
Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang terkumpul dapat diberikan secara tepat sasaran dan tidak terjadi penumpukan bantuan di satu lokasi, sementara masyarakat di wilayah lain masih membutuhkan dukungan.
Sebanyak 20 paket bantuan yang semula diperuntukkan bagi kedua desa tersebut kemudian dialihkan kepada mitra BBKSDA NTT, yakni Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan masyarakat di sekitar dermaga di Desa Nangamese.
Penyaluran kepada masyarakat di Desa Nangamese dilakukan secara selektif. Penerima bantuan diundang ke kantor resor atau bantuan diantar langsung ke rumah masing-masing.
Menurut Adhi, pola tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari kepedulian jajaran UPT Kementerian Kehutanan di NTT terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk kebutuhan pokok, tetapi juga disalurkan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh warga yang membutuhkan.
Di tengah proses pemulihan pascagempa, dukungan berupa kebutuhan dasar seperti pangan dan air menjadi penting bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana dan berusaha kembali menjalani kehidupan sehari-hari.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar