Ribuan Masa dari Ormas GPK ATB dan Aliansi Umat Beragama Jateng- DIY Padati Jalan Sekitar Candi Borobudur
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

MAGELANG, JARRAKPOS.COM – massa gabungan dari Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Aliansi Tepi Barat, Front Aliansi Umat Islam Bersatu (FAUIB) Jateng-DIY, serta elemen ormas Islam lainnya menggelar aksi demonstrasi di kawasan sekitar Candi Borobudur, Magelang. Sabtu,(31/10/2026)
Aksi massa yang bertajuk “Gerakan 1 Juta Umat Islam” ini dipicu oleh penolakan keras terhadap penyelenggaraan konser penyanyi tenor dunia asal Italia, Andrea Bocelli, yang dijadwalkan berlangsung di Taman Lumbini kawasan Candi Borobudur pada malam hari ini.
Berikut rincian poin penting terkait situasi aksi hari ini:
Alasan Penolakan: Massa menuntut pembatalan konser karena menuding Andrea Bocelli memiliki jejak digital yang terafiliasi atau memberikan dukungan kepada Israel, sehingga aksi ini dibawa sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Titik Kumpul demo & Kondisi Jalan: Aksi dilaporkan berpusat di beberapa titik strategis akses masuk, termasuk di kawasan Simpang Polpar, Jalan Pramudya Wardani, hingga Jalan Medang Kamulan. Massa dari berbagai daerah di Jateng dan DIY melakukan konvoi menuju lokasi sejak pagi hari.
Pengamanan Ketat: Untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, Polda Jawa Tengah menyiagakan 3.229 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan instansi terkait di sepanjang ruas jalan menuju kawasan Borobudur.
Penutupan Wisata: Akibat adanya kegiatan konser internasional dan potensi keramaian ini, kunjungan reguler wisatawan ke destinasi Candi Borobudur ditutup sementara untuk umum sepanjang hari ini.
Pihak promotor dan kepolisian menyatakan bahwa proses perizinan konser skala internasional ini berada di tingkat pusat (Mabes Polri). Terlepas dari gelombang protes dan audiensi yang sempat berjalan di DPRD Kabupaten Magelang beberapa hari lalu, pihak penyelenggara mengonfirmasi bahwa konser tetap dijadwalkan berjalan sesuai rencana.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi





Saat ini belum ada komentar