Bank Bengkulu Perkuat Fundamental, Aset Naik 8 Persen di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
- account_circle Sepriyanita
- calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Oplus_16908288
BENGKULU, jarrakpos.com – PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja positif, meski sektor perbankan nasional masih menghadapi tekanan dari kondisi ekonomi global dan kebutuhan penguatan modal.
Berdasarkan paparan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025, total aset Bank Bengkulu tercatat sebesar Rp11,19 triliun, tumbuh 8,06 persen secara tahunan.
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menilai capaian tersebut mencerminkan ketahanan fundamental Bank Bengkulu sebagai bank daerah. Ia menekankan pentingnya peran bank dalam menopang pembiayaan pembangunan serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
“Bank daerah harus mampu menjadi katalis pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha melalui tata kelola yang akuntabel,” ujar Helmi Hasan.
Dalam agenda RUPS, pemegang saham juga mengusulkan dua kandidat Komisaris Independen, yakni Aprikie Putra Wijaya dan Sulian Risman, sebagai bagian dari penguatan struktur pengawasan perusahaan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi menyampaikan bahwa penyaluran kredit sepanjang 2025 mencapai Rp7,816 triliun, meningkat 5,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat 2,52 persen menjadi Rp8,205 triliun.
Dari sisi kinerja laba, Bank Bengkulu membukukan keuntungan bersih setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, melonjak 34,70 persen dibandingkan 2024. Rasio keuangan tetap berada pada level sehat, ditandai dengan ROA 1,64 persen, ROE 9,51 persen, serta CAR sebesar 25,11 persen. Modal inti bank tercatat Rp1,453 triliun per 31 Desember 2025.
Ke depan, Bank Bengkulu berkomitmen memperkuat pembiayaan sektor produktif, terutama UMKM, serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra strategis lainnya untuk menghadapi tantangan transformasi digital dan ketidakpastian ekonomi global.
Reporter : Isep
- Penulis: Sepriyanita




Saat ini belum ada komentar