Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Riau » Hulu Sungai Senepis, Riwayatmu Koyak

Hulu Sungai Senepis, Riwayatmu Koyak

  • account_circle Diana Ningsih
  • calendar_month 3 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

 

Dumai ,Jarrakpos.com. Selepas subuh dari mesjid di GENIOT, aku pergi menuju hutan raya SENEPIS yang tersisa habis, menjadi tumpukan pulau pulau konet (kecil) di daratan samudra gambut dan lanyau mangrove 109. 277 hektar di kecamatan sungai sembilan diinvestasikan oleh tiga perusahaan berteman kayu kayan, PT RUJ, PT. SGP, PT DRT dan konon PT DRT ini saja mengklim 85.000 hektar Dan celakanya izinnya pula sampai tahun 2074, auzubillah, mewah ! Mewah!(31/10/26)

Dan bila dikonfersikan ke ukuran tempuh adalah dari kelurahan MAMPU JAYA hingga sungai Sepet kelurahan BATU TERITIP di kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai propinsi Riau Republik Indonesia. Betapa luasnya kecamatan ini, betapa, lelahnya masyarakat disini melapah jalan tanah yang lecah dan tanah lekat bila tersimbah musim hujan, tapak-tapak kaki dan roda-roda jadi bengkak karena berselumak tanah yang basah. Dan ban-ban kendaraan bak donat nan montok. Lalu sepanjang jalan tanah terukir bagai senyum bibir terlentang oleh roda-roda yang tumpang tindih melewati garis roda memperdalam lobang. Sementara di kanal makin dalam memuntahkan banjir dan mengeluarkan buay-buaya senyolong (buaya ikan) dan buaya-buaya katak dari primer kondisi ekologinya .

Anehnya kenapa banjir ini tidak mengirim tapah, tidak memberi keli (lele) tidak mengantar lundu, gabus, aruwan. Burung-burung enggang berteriak memproklamirkan sebuah pembengakan kebijakan atas hutan dan lahan dari pohon yang tegak yatim piatu tanpa restorasi kembali. Induk ayah, makcik-pakcik pohon yang duluan mati di gergaji. Lalu di air kanal botol-botol plastik tergelempang di aliran kanalisasi, sedikit memang, lama-lama akan jadi seperti playball kanak-kanak. Anehnya! Kenapa tanah disini dibiarkan Kumal dalam peristiwa jual? Ini tanah siapa? Ini tanah tempat pertama tuan SYECH UMAR (Tokoh thariqat, sufiisme) ber-asah, ber-asuh, ber-asih disini. Baru bersampan ke Sungai Dumai sekitar tahun 1930an dan bertanah badan Syeh Umar sekarang di Pangkalan Sesai Dumai Barat. Ditangan cicit tuan SYECH UMAR ini baru terkoordinat dan terkoordinir area keulayatannya. Dan diikuti oleh program LEMBAGA ADAT MELAYU RIAU KOTA DUMAI serta masyarakat petani yang berbilang suku bangsa dalam 13 RT yang ada di kelurahan BATU TERITIP KOTA DUMAI.

“di hulu sungai yang bersepai, pondok lapok, jalan burok, banjir mumbung, dokumen bodong”

Nyaris ke tengah hari aku sampai ke simpang Sidodadi pada 22 Oktober 2026, singgah di warung di simpang ke Kampung Baru RT 07 Batu TERITIP ini menuju ke jalan PU Dumai Sinaboi.

Keanehan status lahan mulai kelihatan, pertama muncul plank informasi batas Utara TANAH ADAT PUSAKA ALAM yang keseluruhannya kampung adatnya dan hutan adatnya lebih kurang 8.500 ha lebih yang didukung oleh LEMBAGA ADAT MELAYU RIAU KOTA DUMAI tahun 2014. Lalu terlihat plank kedua dengan informasi ini kawasan perlindungan KAWASAN/KONSERVASI milik PT. SUNTARA GAJA PATI.Pertanyaannya : Apa yang dilindungi? Apa yang dikonservasi? Sebab, diatas tanah puluhan hektar ini cuma terdapat pohon sawit ilegal bukan pula milik pribumi Melayu ini. Untuk itu, SATUAN TUGAS TANAH ADAT (SAHADAT) BATHIN SENEPIS akan membangun BARAK PROGRAM dititik tanah ini untuk mengkonsep program pembinaan teknis pembangunan kampung yang berbasis budaya Melayu ditengah keberadaan keanekaragaman suku bangsa Indonesia.

Dengan melintasi jalan berlumpur dan licin dengan genangan bekas hujan bercurah tinggi belakangan ini, akhirnya aku sampai di simpang Sidodadi jalan PU. Bang Asyar masuk waktu, berhenti disini mengambil Poto fenomena hutan tekis (habis) dan kedalaman air kanal, serta gelempangan bahan papan dan beloti dari kayu alam gergajian chainsaw ditepi jalan. Di dekat situ terpacak bangunan kayu baru didirikan beserta plank informasi konservasi yang layak ditertawai.

” Sebaiknya jangan diteruskan lewat jalur ini, tok. Motor Atuk bisa tenggelam ke dalam lumpur.” Nasehat pemilik warung di simpang ini. Namun ku tetap teruskan berjalan karena kondisi itu yang ingin kuketahui, bukan jalan mulus, karena ini bukan misi jalan-jalan tetapi visi kondisi kerusakan ekologi di hulu sungai SENEPIS yang bakal ku lewati.

Benar saja, begitu aku sampai di daerah mangga-mangga jalan PU Dumai Sinaboi ini, kendaraan motor sudah sulit melintas. Akhirnya aku beristirahat di bawah pokok mangga dan membentang Hammock (ayunan) dan aku merebahkan badan sejenak.

Disini kulihat bangunan lapok, sawit ilegal yang tumbuh di rawa-rawa hulu sungai SENEPIS. Dan sisa hutan alam kiri kanan hulu sungai. Dan semestinya 100 meter kiri kanan hulu sungai SENEPIS ini mesti direstorasi dan dihutankan kembali untuk mengembalikan daya tampung musim hujan sebagai daerah limpahan. Dan dari sungai inilah buaya-buaya masuk ke kanal-kanal menjadi binatang memangsa anjing, anak sapi, induk ayam disepanjang kanalisasi nan melintas pemukiman yang jarang-jarang dan dibalik itu semua kanalisasi jadi tol gratis menghanyutkan kayu-kayu alam sejak lama silam hingga saat ku duduk jelang malam hari ini, disini, di hutan yang telah koyak rabak ini, tempat menggeleparnya hulu sungai SENEPIS, dimana tanah adat ini mesti difungsikan kembali ekologinya, termasuk mengembalikan harimaunya (Tigris panthera) sebab disini sudah sangat banyak kawanan babi.

Dari simpang Sidodadi kampung Lama hingga ke simpang PU, bagian TANAH ADAT PUSAKA ALAM perjuangan tetua ADAT THARIQAT cicit dari TUAN SYECH UMAR yakni KHALIFAH HASAN BASRI IBRAHIM TAMBUSAI. Tumbuh sawit ilegal dugaan milik seseorang yang bukan dari kalangan masyarakat adat dan bukan pula dagang merempat ( konglomerat bunian, pen).
Lucu juga negeri ini, katanya hanya nanam sawit, padahal mengambil tanah secara tidak sah modus operandi pertanian. Lihatlah dan buka mata KOMODITI TANI APA YANG KELUAR DARI SINI DIPASAR-PASAR SAAT INI, selain sawit dan ekosistim endemik yang makin hilang. Sisa sedikit saja lagi ungka yang menjerit-jerit kelaparan tanpa buah pohon makanannya, ada sedikit burung enggang yang bingung kemana lagi hendak bersarang, sebab pohon-pohon alam telah dikunyah HPH PT.DRT dan konon akan meng-HTI kan lahan ini. Tunggu dulu, AMDALnya pak menteri. Ini adalah tanah ulayat yang telah lama kami mulai untuk memberi adab terhadap tata cara membuka kampung ditanah Melayu ini. Kita duduk wahai masyarakat, pejabat, konglomerat. Jadikan daerah ini KECAMATAN BATU TERITIP, Kelak insyaallah dia akan jadi KOTA SENEPIS. Itulah yang tersirat dalam DEKLARASI DUMAI KOTA SENEPIS 23 MARET 2021.

Setelah menganalisa fenomena hulu sungai SENEPIS, tiba-tiba dari dalam kanal merayap apung empat buah gandengan sampan menuju arah ke Sinaboi dan aku menumpang kendaraan ini, sebab motor ku tak bisa melintasi lagi jalan PU Dumai . Saat ini disini masalah sosial ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kenyamanan bertani belum ada disini. Perlu ada SURAT ALAS HAQ dari tokoh adat yang bermartabat atas wilayah keulayatan sesuai dengan perkembangan tata ruang dan pembangunan daerah pusaka adat, tuah negeri di bangun secara resam leluhur-leluhur di kota Dumai ini. (Ulama,cendekia, bendahara). Dan selanjutnya mendukung perda adat saat ini agar sinergisitas dalam pembangunan REPELITA (rencana pembangunan lima tahun) ke tujuh saat ini bisa mempercepat kebangkitan kesadaran memiliki dokumen sah secara normal adat atas tanah tempat hidup dan tempat meninggal, yang tak banyak manipulatif kebijakan kepentingan sepihak atau golongan.
” Senepis sudah benar tekis dan habis’

Kulanjuti langkah terhuyung karena lelah menatap koyak hulu sungai SENEPIS tadi. Dan sampan mati mesin di depan mesjid Ar Rahman di area KAMPUNG ADAT dalam program BIDANG ULAYAT LEMBAGA ADAT MELAYU RIAU KOTA DUMAI. Disebelah mesjid ada kedai dan ku belanja sebotol Aqua kecil dan perjalanan jalan kaki dilanjutkan mengikuti jejak matahari yang bulat di ufuk barat.

” Mau kemana, pak?” Tanya mas Supri masyarakat yang ada disini. Dia bersama mas Ardi seorang mekanik dan operator alat berat.tak lama berselang seorang ibu muda datang dengan motor trondol ala angkutan tandan buah segar, sawit. Datang dari kedai tempat aku beli Aqua tadi.
” Saya mau ke gerbang kampung adat?”
“Ooo…itu …di jalan ASHARI LAUT.”
“Ya” kata ku.
” Mampir dulu lah pak. Hampir magrib nih” kata mas Ardi, dia menawarkan aku singgah ke rumahnya yang masih berlantai tanah, dan tanah ini belum berdokumen, serta kerjasama dengan PT.SGP dalam hal menangani perubahan iklim banjir lewat penanganan yang efektif sesuai waktu pelaksanaan normalisasi bersama pemko yang semestinya pula memproduk PERWAKO ADAT dan ULAYAT dalam rangka menopang undang-undang masyarakat adat atas tanah ulayat.

Akhirnya ku putuskan singgah. Target mencapai posko perjalanan gagal dengan jarak 2 km lagi. Dari rumah ini banyak masyarakat datang dan kami bersembang diatas tikar berlantai tanah. Harapan suara mereka tercurah ke telinga dan hati ku.
” Harapannya jalan ini, Titian-titian ditinggikan, sekolah dan pertanian tanaman muda.” Kata mas Supri. Dan banyak untuk diceritakan.namun izinkan enggat ini dulu. Aku istirahat dan tidur dilantai tanah yang cekung di rumah mas Ardi asal Tanjung Morawa ini.

Aku cukup pulas tidur di lantai tanah bercekung milik keluarga muda ini dan opini meneroka peristiwa-peristiwa atas nama kepentingan kelompok yang mengatasnamakan masyarakat.
” Hutan tumbang sejahtera tak jadi”

Jurnalis : Diana

 

Sumber šŸ™ Penulis Darwis Mohd Saleh).

  • Penulis: Diana Ningsih

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Atlet Binaraga Bali ke Kejuaraan Asia Bangkok, De Gadjah Dorong Dukungan Atlet

    Empat Atlet Binaraga Bali ke Kejuaraan Asia Bangkok, De Gadjah Dorong Dukungan Atlet

    • calendar_month Senin, 5 Okt 2026
    • account_circle Andi
    • visibility 44
    • 0Komentar

    DENPASAR, Jarrakpos.com – Empat atlet asal Bali bersiap memperkuat kontingen Indonesia pada Kejuaraan Asia Binaraga dan Fitness 2026 di Bangkok, Thailand. Menjelang keberangkatan, jajaran Pengurus Persatuan Binaraga dan Fitness Indonesia (PBFI) Bali memohon doa dan restu kepada Ketua Dewan Pembina PBFI Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah. Pengurus PBFI Bali yang dipimpin Ketua Umum […]

  • Harumkan Nama Kuningan di Tingkat Nasional, Kokoy Kurnaeti Juara 2 GTK Hebat 2025

    Harumkan Nama Kuningan di Tingkat Nasional, Kokoy Kurnaeti Juara 2 GTK Hebat 2025

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 313
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Perjalanan inspiratif kembali hadir dari Kabupaten Kuningan. Kokoy Kurnaeti, S.Pd., M.Pd., Kepala SLBN Taruna Mandiri, yang merupakan Isteri dari Plt Kadiskopdagperin Kuningan Dr. Elon Carlan mencatatkan prestasi yang gemilang setelah dinobatkan sebagai Juara 2 Nasional Anugerah GTK Hebat 2025 kategori Kepala SLB Dedikatif. Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti kiprah besar seorang pendidik yang […]

  • Seleksi Ketat Paskibraka 2026, Siswa SMAN 1 Simpang Kiri Tembus Tingkat Nasional

    Seleksi Ketat Paskibraka 2026, Siswa SMAN 1 Simpang Kiri Tembus Tingkat Nasional

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 197
    • 0Komentar

    SUBULUSSALAM, Jarrakpos.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kota Subulussalam. Imam Nawawi, siswa kelas X SMA Negeri 1 Simpang Kiri, berhasil mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional setelah melewati tahapan seleksi yang ketat. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pembinaan dan pendampingan intensif yang dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Subulussalam terhadap […]

  • Ratusan Aktivis Desak Kejaksaan Adili Pejabat Kemenkeu Terkait Dugaan Gratifikasi

    Ratusan Aktivis Desak Kejaksaan Adili Pejabat Kemenkeu Terkait Dugaan Gratifikasi

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Putu Sta
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Jakarta – Aksi unjuk rasa digelar oleh Himpunan Aktivis Milenial Indonesia (HAM-I) di halaman Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kamis (15/1). Massa yang hadir dalam jumlah ratusan orang mendesak lembaga penegak hukum tersebut untuk segera memproses kasus dugaan penerimaan gratifikasi yang melibatkan RL, seorang pejabat di Kementerian Keuangan. Pejabat yang kini menjabat sebagai Staf Ahli di […]

  • Polri Berangkatkan 403 Personel Satgas Edukasi Karhutla Hari Ini

    Polri Berangkatkan 403 Personel Satgas Edukasi Karhutla Hari Ini

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Jakarta, Jarrakpos.com – Polri mengerahkan 403 personel Satgas Penyuluhan dan Edukasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ke delapan wilayah Polda sebagai langkah memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi langsung kepada masyarakat. Pemberangkatan Satgas Edukasi tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI kepada Kapolri untuk memperkuat langkah pencegahan Karhutla, khususnya melalui penyuluhan dan pemberian pemahaman […]

  • Kejati NTT Tunjukkan Tata Kelola Anggaran Transparan dan Berprestasi, Serapan Capai 97,79 Persen

    Kejati NTT Tunjukkan Tata Kelola Anggaran Transparan dan Berprestasi, Serapan Capai 97,79 Persen

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 273
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur kembali menegaskan komitmennya dalam pengelolaan anggaran negara yang profesional, transparan, dan akuntabel. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Roch Adi Wibowo, dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa, 6 Januari 2026, di Kupang. Dalam keterangannya, Roch Adi Wibowo mengungkapkan bahwa, sejak Januari 2025 hingga 31 […]

expand_less