Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Petani di NTT Kuota Pupuk Subsidi Hanya 42 Kg, PT Pupuk Indonesia: Data Berasal dari Dinas Pertanian

Petani di NTT Kuota Pupuk Subsidi Hanya 42 Kg, PT Pupuk Indonesia: Data Berasal dari Dinas Pertanian

  • account_circle Mario
  • calendar_month 9 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Forum Rapat Koordinasi Sinergi Penyaluran Pupuk Bersubsidi yang diinisiasi Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, di Hotel Harper Kupang, Jumat (17/7/2026), mengungkap sejumlah persoalan yang masih dihadapi petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi.

Salah satu temuan yang menjadi sorotan dalam forum tersebut adalah adanya petani yang tercatat hanya memperoleh kuota pupuk bersubsidi sebanyak 42 kilogram dalam setahun. Informasi itu disampaikan salah satu distributor saat sesi dialog yang dihadiri jajaran PT Pupuk Indonesia (Persero), distributor, dan pengecer pupuk bersubsidi dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menanggapi hal tersebut, CEO Regional 3 PT Pupuk Indonesia, Eko Suroso, yang membawahi tujuh provinsi termasuk NTT, menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan disebabkan oleh keterbatasan stok pupuk.

Menurut Eko, stok pupuk bersubsidi di NTT saat ini berada dalam kondisi aman.

“Stok pupuk subsidi untuk NTT, baik Urea maupun NPK, saat ini lebih dari 8.000 ton. Sekitar 4.500 ton merupakan pupuk Urea, sedangkan sisanya adalah NPK. Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan petani hingga dua sampai tiga bulan ke depan,” ujarnya.

Eko menjelaskan, besaran kuota pupuk yang diterima setiap petani tidak ditetapkan oleh PT Pupuk Indonesia, melainkan berdasarkan data yang disusun pemerintah melalui Kementerian Pertanian dengan sumber data dari dinas pertanian di daerah.

“Terkait adanya petani yang hanya mendapat kuota 42 kilogram per tahun, kuota itu sepenuhnya berasal dari Kementerian Pertanian yang datanya bersumber dari dinas-dinas pertanian di daerah. Setiap tiga sampai empat bulan database dibuka untuk dilakukan perbaikan, sehingga sebenarnya data tersebut masih bisa dikoreksi,” jelasnya.

Ia menegaskan, PT Pupuk Indonesia tidak memiliki kewenangan untuk mengubah data penerima maupun besaran kuota pupuk bersubsidi.

“Kami tidak bisa mengintervensi kenapa bisa terinput seperti itu. Yang perlu kita telusuri bersama adalah penyebabnya. Bisa saja ada banyak faktor, tetapi faktanya memang ada dan itu menjadi masukan penting dalam forum ini,” katanya.

Eko juga memastikan PT Pupuk Indonesia siap menyalurkan pupuk sesuai alokasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin mengatakan forum tersebut sengaja digelar untuk mempertemukan PT Pupuk Indonesia, distributor, dan pengecer agar setiap persoalan yang selama ini dikeluhkan petani dapat dibahas secara terbuka dan dicarikan solusi bersama.

“Tujuan kita bukan mencari siapa yang salah atau siapa yang benar, tetapi mencari jalan keluar agar pupuk bersubsidi benar-benar tersedia dan sampai tepat waktu ke tangan petani,” ujar Usman.

Ia berharap hasil diskusi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, agar proses pendataan petani penerima pupuk bersubsidi semakin akurat dan penyalurannya benar-benar tepat sasaran.

Forum yang untuk pertama kalinya mempertemukan PT Pupuk Indonesia, distributor, dan pengecer pupuk bersubsidi dari wilayah Dapil NTT II itu diharapkan menjadi awal penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan, sehingga berbagai persoalan distribusi maupun pendataan pupuk bersubsidi dapat diselesaikan secara bersama demi mendukung produktivitas pertanian di Nusa Tenggara Timur.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Melki: Hutan NTT Harus Jadi Penopang Investasi, Kelestarian, dan Kesejahteraan Rakyat

    Gubernur Melki: Hutan NTT Harus Jadi Penopang Investasi, Kelestarian, dan Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 78
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menegaskan bahwa hutan di NTT bukan sekadar hamparan pepohonan, melainkan sumber kehidupan masyarakat sekaligus fondasi penting bagi masa depan pembangunan daerah. Komitmen tersebut disampaikan saat Gubernur Melki Laka Lena didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTT, Sulastri Rasyid, memimpin rapat koordinasi sektor […]

  • Program Bantuan Rumah 2026 : PUPR Subulussalam Belum Jelaskan Proses Penetapan Dan Sumber Usulan

    Program Bantuan Rumah 2026 : PUPR Subulussalam Belum Jelaskan Proses Penetapan Dan Sumber Usulan

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    SUBULUSSALAM, JARRAKPOS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Subulussalam belum memberikan penjelasan terkait proses penetapan calon penerima manfaat Program Bantuan Rumah Tahun Anggaran 2026 maupun sumber usulan program tersebut. Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Kota Subulussalam Irman Suryadi, telah menjelaskan pelaksanaan program rehabilitasi rumah pada Tahun Anggaran 2025 serta rencana […]

  • Idris SE: Prancis dan Brazil Final Ideal Piala Dunia 2026

    Idris SE: Prancis dan Brazil Final Ideal Piala Dunia 2026

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Medan: Prancis dan Brazil memang selalu dijagokan sebagai favorit juara di Piala Dunia FIFA 2026. Dengan kekuatan skuad yang merata dan sejarah panjang di turnamen ini, kedua raksasa sepak bola tersebut digadang-gadang berpotensi besar untuk melaju hingga ke partai puncak. Menurut mantan CEO PSMS, Idris SE, Prancis dikenal memiliki skuad paling komplet, matang, dan konsisten. […]

  • Ketua DPRD Sophi Zulfiah Tekankan Penguatan Perlindungan Sosial bagi Pekerja Rentan

    Ketua DPRD Sophi Zulfiah Tekankan Penguatan Perlindungan Sosial bagi Pekerja Rentan

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 119
    • 0Komentar

    CIREBON,JARRAKPOS.COM — Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Dr. Sophi Zulfia, SH,M.H, proaktif turun ke bawah mendalami situasi dan kondisi masyarakat yang ada di Kabupaten Cirebon. Kali ini ia mendatangi salah seorang warga yang sedang berduka untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya seorang tukang becak yang meninggal dunia saat sedang menjalankan profesi kesehariannya sebagai […]

  • KEREN! Dalam Operasi Zebra, Polisi di Kuningan Bagikan Helm dan Kopi

    KEREN! Dalam Operasi Zebra, Polisi di Kuningan Bagikan Helm dan Kopi

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 229
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Dalam rangkaian pelaksanaan Operasi Zebra 2025, Satlantas Polres Kuningan menggelar kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas dengan membagikan helm SNI, bagikan kopi, pengobatan gratis, dan stiker imbauan kepada para pengendara di Terminal Kertawangunan Kabupaten Kuningan, Kamis (27/11/2025). Pembagian dilakukan sebagai bentuk pendekatan humanis kepada masyarakat, sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara, terutama penggunaan helm standar […]

  • Pada Tahun 2026 VKTR Bidik Produksi 1.000 Kendaraan Listrik Fokus Truk Komersial dan Bus

    Pada Tahun 2026 VKTR Bidik Produksi 1.000 Kendaraan Listrik Fokus Truk Komersial dan Bus

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Pabrik perakitan kendaraan listrik komersial milik PT VKTR Sakti Industries yang berlokasi di Tempuran, Kabupaten Magelang, menargetkan produksi hingga 1.000 unit kendaraan pada tahun 2026. Target tersebut seiring dengan meningkatnya permintaan, termasuk dari sejumlah badan usaha milik negara (BUMN). Direktur Utama PT VKTR Sakti Industries, Dino Ahmad Ryandi, mengungkapkan bahwa hingga saat ini […]

expand_less