Pengukuhan Ketua PSSI Jabar 2026-2030: Erick Thohir Tekankan Pentingnya Pembinaan Pemuda, Proton FC Kuningan Ajak Kolaborasi Nyata
- account_circle Ghana
- calendar_month 4 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

BANDUNG, Jarrakpos.com — Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan urgensi pembenahan sistem pembinaan pemain muda demi mengoptimalkan potensi besar sepak bola dan futsal di Jawa Barat. Penekanan tersebut disampaikan dalam acara pengukuhan Buky Wibawa sebagai Ketua PSSI Jawa Barat periode 2026–2030 yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Bandung, Sabtu (17/10/2026).
Di hadapan para pemangku kepentingan sepak bola Jawa Barat, Erick menyoroti bahwa provinsi dengan populasi mencapai 51,7 juta jiwa ini memiliki sumber daya manusia yang melimpah. Namun, potensi tersebut harus diiringi dengan strategi yang terarah, meliputi pembinaan terstruktur, penyelenggaraan kompetisi berjenjang, hingga peningkatan kualitas pelatih dan wasit secara menyeluruh.
Menurut Erick, pendidikan kepelatihan perlu diperluas hingga menyentuh lingkungan sekolah formal, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, peningkatan kualitas wasit juga dinilai krusial agar mampu membantu para pemain memahami Laws of the Game (LOTG) sejak usia dini.
Momentum pengukuhan ini turut dihadiri oleh Presiden PROTON FC Kuningan, Thony Indra Gunawan, yang menyambut positif terbangunnya kebersamaan antar elemen sepak bola daerah. Dalam kesempatan tersebut, Thony sempat berjabat tangan dengan Erick Thohir sebagai simbol penguatan komitmen bersama.
Thony berpandangan bahwa pergantian kepemimpinan di tubuh PSSI Jawa Barat tidak boleh berhenti sebatas seremoni, melainkan harus menjadi momentum memperkuat komunikasi dan kepercayaan kolektif.
“Melihat kebersamaan seluruh insan sepak bola Jawa Barat hari ini, saya memiliki keyakinan besar bahwa kita mempunyai energi positif yang sangat kuat untuk mewujudkan kemajuan sepak bola Jawa Barat. Kebersamaan seperti inilah yang harus terus dijaga, diperkuat, dan diterjemahkan menjadi kerja nyata,” ujar Thony.
Ia menambahkan bahwa kemajuan sepak bola tidak hanya bergantung pada jumlah talenta atau besarnya populasi, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara organisasi, klub, pelatih, wasit, dan pemerintah daerah. Semangat gotong royong ini diyakini mampu meratakan pembinaan agar pemain muda dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat mendapat kesempatan setara untuk berprestasi.
Melalui sinergi yang kuat antara arahan strategis PSSI pusat dan kerja sama konsisten para pemangku kepentingan di daerah, kepengurusan PSSI Jawa Barat 2026–2030 diharapkan mampu meletakkan fondasi yang kokoh untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (Agh@N)
- Penulis: Ghana





Saat ini belum ada komentar