Pacitan Bersiap Gelar Entas-Entas, 1.568 Personel Terlibat dalam Pesta Budaya dan Tradisi Masyarakat
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 2 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Pacitan, Yudo Tri Kuncoro.
Pacitan,JarrrakPos.com-Kabupaten Pacitan bersiap menggelar rangkaian kegiatan budaya dan tradisi bertajuk Entas-Entas pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Berpusat di Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, kegiatan ini memadukan pelestarian tradisi, pertunjukan seni kolosal, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan semangat gotong royong.
Rangkaian acara dijadwalkan berlangsung mulai pukul 14.00 WIB, diawali dengan peluncuran dan peninjauan Kampung Pangan Lestari oleh Bupati Pacitan. Agenda kemudian berlanjut dengan ritual Guyang Gerobak pada pukul 16.00 WIB, pertunjukan kolosal Thethek Melek pukul 17.00 WIB, dan puncaknya pertunjukan Entas-Entas pada pukul 19.15 WIB.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan, Yudo Tri Kuncoro, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar, seniman, komunitas, hingga masyarakat setempat. “Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan sekaligus menghidupkan tradisi dan potensi budaya lokal,” ujarnya, Jum’at (16/10).
Berdasarkan data panitia, total personel yang terlibat dalam rangkaian kegiatan mencapai 1.568 orang. Mereka terdiri atas tim pelaksana, perwakilan OPD, pelajar, warga masyarakat, peserta pertunjukan, tenaga kesehatan, petugas keamanan, hingga tim pendukung operasional.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pertunjukan kolosal Thethek Melek. Pertunjukan ini melibatkan ratusan penampil dari berbagai unsur, termasuk perwakilan OPD, masyarakat Kecamatan Pringkuku, pelajar, warga Desa Sukoharjo, serta 158 siswa SD Alam Pacitan.
Sementara itu, pertunjukan Entas-Entas dijadwalkan melibatkan sekitar 374 orang, terdiri atas 200 warga Desa Sukoharjo dan 174 perwakilan OPD. Pertunjukan tersebut menjadi bagian utama dari rangkaian kegiatan yang menempatkan tradisi dan kebersamaan masyarakat sebagai ruh perayaan.
Persiapan juga diisi dengan kegiatan Kulturan Thethek Melek, berupa ajang lari sejauh lima kilometer yang diikuti 150 peserta dari komunitas lari dan masyarakat umum. “Peserta dijadwalkan memulai lari pada pukul 15.30 WIB dari Pendopo Kabupaten Pacitan dengan garis finis di lokasi kegiatan Song Meri,” kata Yudo Tri.
Lebih lanjut,Yudo mengungkapkan, untuk memastikan kesiapan lokasi, seluruh OPD beserta karyawannya dijadwalkan melaksanakan kerja bakti pada Jumat, 16 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 WIB di Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo.
Dalam pembagian tugas tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menangani kerja bakti di kawasan hulu dan hilir sungai. Dinas Lingkungan Hidup bertanggung jawab memastikan kebersihan di sepanjang jalur kegiatan, sedangkan OPD lainnya melaksanakan kerja bakti di lokasi binaan masing-masing.
Selain penataan lingkungan, setiap OPD diminta menugaskan dua orang perwakilan untuk menjaga rumah selama prosesi Entas-Entas. “Masing-masing OPD juga diminta membawa 20 bungkus tempelangan serta satu kardus air mineral botol sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan,” sebutnya.
Seluruh karyawan OPD diharapkan hadir untuk menyaksikan rangkaian acara pada 17 Oktober 2026. Para peserta juga diimbau mengenakan pakaian khas Pacitan, yakni blarang hitam, sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas dan kearifan lokal.
Demi mendukung kelancaran mobilitas di sekitar lokasi, panitia mengimbau peserta menggunakan kendaraan roda dua. Para kepala OPD juga disiapkan lokasi transit di rumah Bapak Mishkiran untuk bersiap mengikuti prosesi Entas-Entas setelah menyaksikan pertunjukan Thethek Melek.
Masih di kesempatan yang sama, Yudo juga menyampaikan, dukungan terhadap kegiatan ini juga diwujudkan melalui penyediaan dapur umum yang dikoordinasikan bersama BPBD dan Dinas Sosial, termasuk unsur Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Tim Reaksi Cepat (TRC).
Dapur umum ditempatkan di dekat musala, di halaman rumah Bapak Poniman. Tim menyiapkan dua kali distribusi makanan, yakni untuk makan siang dan makan sore.
Untuk makan siang, disiapkan sebanyak 1.300 bungkus makanan, sedangkan distribusi makan sore ditargetkan mencapai 1.600 bungkus. “Penyaluran makanan ke sejumlah titik lokasi akan menggunakan sepeda motor guna membantu menjangkau penerima secara lebih efektif,” jelasnya.
Menu yang disiapkan meliputi nasi berkat dan nasi rames. Kesiapan logistik ini menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan konsumsi para penampil, petugas, panitia, serta unsur masyarakat yang terlibat.
Lebih dari sekadar agenda pertunjukan, Entas-Entas menjadi ruang perjumpaan antara tradisi, seni pertunjukan, dan partisipasi masyarakat. Kehadiran ratusan pelajar, seniman, warga, serta aparatur pemerintah memperlihatkan bagaimana sebuah kegiatan budaya dapat menjadi gerakan bersama yang bertumpu pada semangat gotong royong.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pacitan tidak hanya menampilkan kekayaan tradisi dan kreativitas masyarakat, tetapi juga memperkuat keterlibatan warga dalam merawat lingkungan, menjaga warisan budaya, serta membangun kebanggaan terhadap identitas daerah.
Dengan persiapan lintas sektor yang dilakukan sejak sehari sebelum acara, pelaksanaan Entas-Entas diharapkan berlangsung tertib dan lancar, sekaligus menghadirkan pengalaman budaya yang berkesan bagi masyarakat dan para tamu yang hadir.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo





Saat ini belum ada komentar