Mensos dan Bupati Bandung Barat Bahas Pembangunan Sekolah Rakyat, Pemkab Siapkan 8 Hektare Lahan
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

JARRAKPOS.COM – Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, diarahkan memasuki tahap lelang pada akhir 2026.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menyiapkan lahan seluas delapan hektare di Desa Nanggeleng, Kecamatan Cipeundeuy, sekaligus mempercepat pemenuhan infrastruktur pendukung.
Rencana pembangunan tersebut dibahas bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Pemerintah pusat menyatakan proposal pembangunan Sekolah Rakyat di Bandung Barat telah lengkap, sehingga tahapan berikutnya difokuskan pada proses pelelangan dan kesiapan lokasi pembangunan.
Gus Ipul meminta pemerintah daerah mempercepat pematangan lahan agar pekerjaan konstruksi dapat segera berjalan setelah proses lelang selesai.
“Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu prioritas pembangunan Sekolah Rakyat. Kami meminta Pemkab untuk segera melakukan proses pematangan lahan (cut and fill) di calon lokasi agar saat proses lelang tuntas, pembangunan fisik dapat langsung dimulai,” kata Gus Ipul.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memenuhi kebutuhan dasar proyek tersebut, mulai dari penyediaan lahan hingga pembangunan akses jalan dan penyiapan area konstruksi.
“Kami berkomitmen penuh menyiapkan seluruh infrastruktur pendukung, mulai dari pengadaan lahan seluas delapan ha di Desa Nanggeleng hingga penyiapan akses jalan dan pematangan lahan (cut and fill),” ujar Jeje dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (16/10/2026).
Menurut Jeje, lahan yang disiapkan berstatus Hak Pengelolaan (HPL) dari Badan Bank Tanah. Lokasi tersebut dinilai mendukung pembangunan karena memiliki akses menuju koridor jalan provinsi dan nasional.
Infrastruktur Dikebut Sebelum Konstruksi
Untuk mendukung kelancaran pembangunan, Pemkab Bandung Barat menyiapkan anggaran bagi sejumlah pekerjaan awal. Persiapan tersebut meliputi pengerasan dan pelebaran jalan akses, pembersihan area atau land clearing, pematangan lahan melalui pekerjaan cut and fill, serta penyiapan dokumen perizinan lingkungan dan tata ruang.
“Kami telah menyiapkan dukungan penganggaran dan percepatan infrastruktur penunjang, seperti pengerasan dan pelebaran jalan akses, pembersihan area (land clearing), pengerjaan cut and fill, hingga penyiapan dokumen perizinan lingkungan dan tata ruang,” ungkapnya.
Penyelesaian pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dari persiapan proyek. Pemerintah daerah ingin memastikan lokasi pembangunan siap digunakan sehingga pelaksanaan konstruksi tidak terkendala persoalan akses maupun kesiapan lahan.
Kehadiran gedung permanen Sekolah Rakyat juga diharapkan mengakhiri pola penyelenggaraan pendidikan rintisan yang selama ini masih berlangsung di sejumlah lokasi berbeda.
Melalui fasilitas terpadu, kegiatan belajar siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) dan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) ditargetkan dapat terpusat dalam satu kawasan pendidikan.
Jeje berharap fasilitas tersebut mampu menyediakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan modern, terutama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
“Kami ingin memastikan anak-anak kita dari keluarga miskin dan miskin ekstrem mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, aman, dan terpadu,” ucapnya.
Pendataan Penerima Manfaat Diperkuat
Selain mempersiapkan pembangunan fisik, Pemkab Bandung Barat juga berupaya memperbaiki akurasi data calon penerima manfaat program perlindungan sosial (Perlinsos).
Jeje menginstruksikan seluruh pemerintah desa untuk menyiagakan operator khusus guna membantu warga yang belum tercatat dalam sistem pendataan. Data tersebut juga direncanakan terintegrasi dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Upaya ini ditujukan untuk memperluas jangkauan pendataan sekaligus memastikan anak-anak yang memenuhi kriteria tidak kehilangan kesempatan mengakses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
“Jangan sampai ada anak-anak kita yang terlewat dari hak pendidikannya,” pungkasnya.
Dengan proposal yang telah dinyatakan lengkap dan persiapan lahan yang terus dilakukan, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Bandung Barat kini diarahkan menuju tahap lelang pada akhir 2026. Percepatan pekerjaan infrastruktur pendukung menjadi salah satu faktor penentu agar pembangunan fisik dapat dimulai setelah proses lelang rampung.***
- Penulis: Redaksi





Saat ini belum ada komentar