Dede Ismail Tanggapi Dinamika Kursi Ketua DPC Gerindra Kuningan: Semua Kader Punya Potensi, Ingatkan Jaga Kondusifitas
- account_circle Ghana
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com — Dinamika penentuan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuningan kian memanas. Mantan Ketua DPC Gerindra Kuningan, Dede Ismail, S.I.P., secara tegas menyayangkan pernyataan Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani — yang juga kader partai tersebut — terkait wacana pengabdiannya hingga 2029 di tengah proses suksesi kepemimpinan partai.
Pernyataan tersebut disampaikan Dede Ismail dalam konferensi pers di Ruang Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Kuningan, Rabu (14/10/2026). Dalam kesempatan itu, Dede didampingi oleh jajaran anggota Fraksi Gerindra, yakni Toto Tohari, S.E., Dr. Agus Sugiono, S.E., M.M., A.K., Nurcholis Mauludin Syah, H. Eman Suherman, S.H., M.H., dan Sri Laelasari.
Sentil Pernyataan “Hingga 2029” dan Kepentingan Partai
Dede menyoroti pernyataan di salah satu media yang mengaitkan kesediaan Tuti Andriani menjabat sebagai kepala daerah hingga 2029 dengan kemungkinan tidak memperoleh mandat sebagai Ketua DPC Gerindra Kuningan. Ia menilai pernyataan tersebut kurang bijak mengingat posisi yang tengah diemban saat ini.
“Kalau sekarang Wabup Tuti sudah mendapatkan ‘kuenya’, harusnya lebih arif dan bijaksana. Jangan mengeluarkan pernyataan seolah-olah kalau tidak mendapatkan mandat sebagai Ketua DPC, maka pengabdian berakhir. Jangan gila jabatan,” tegas Dede.
Ia mengingatkan bahwa penentuan posisi Ketua DPC Gerindra merupakan kewenangan mutlak Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Seluruh kader di daerah wajib menghormati dan patuh pada keputusan tersebut, apapun bentuknya.
Terkait pandangan pengamat politik yang menghubungkan peluang Tuti Andriani memimpin Gerindra Kuningan dengan peta Pilkada mendatang, Dede menilai hal itu sebagai asumsi yang terlalu jauh.
“Menurut saya, itu hanya imajinasi, daya khayal yang berlebihan. Peta politik bisa berubah, keputusan tetap di tangan DPP,” tandasnya.
Hargai Jasa Kader Perintis dan Loyalitas Tanpa Batas
Lebih lanjut, Dede menegaskan bahwa perebutan kursi kepemimpinan partai tidak boleh mengesampingkan jasa para kader yang telah lama berjuang membesarkan Gerindra. Keenam anggota Fraksi Gerindra DPRD Kuningan saat ini memiliki rekam jejak perjuangan masing-masing, termasuk andil besar dalam memenangkan Prabowo Subianto pada Pemilu 2024.
“Semua punya peluang. Bisa karena terbiasa, bisa karena diberi kesempatan. Kalau tidak diberi kesempatan, tidak akan bisa. Tapi kesempatan itu diberikan oleh organisasi, bukan tuntutan pribadi,” ujarnya.
Dede yang telah merintis Gerindra Kuningan sejak deklarasi di Cibubur pada 2008 dan memimpin selama kurang lebih 16 tahun, mengenang kembali keputusannya mundur secara terhormat pasca-Pemilu 2024 sebagai bentuk tanggung jawab moral.
“Saya mundur secara terhormat, tidak gila jabatan. Mau ditaruh jadi kopral, padahal pernah jadi jenderal di lapangan, ya biasa saja. Karena cinta saya terhadap Partai Gerindra tidak diukur dari jabatan,” tuturnya.
Saat ini, kepengurusan harian dijalankan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Toto Tohari sembari menunggu keputusan resmi dari DPP. Dede berharap seluruh kader dapat menjaga soliditas, menghentikan kegaduhan internal, dan siap memberikan dukungan penuh kepada siapapun figur yang nantinya mendapat mandat resmi dari Ketua Umum Prabowo Subianto.
“Siapa pun yang nanti ditunjuk DPP, kita harus berikan dukungan penuh. Loyalitas tanpa batas kepada organisasi. Mari kita kompak dulu, bukan saling berebut kursi,” pungkasnya. (Agh@N)
- Penulis: Ghana





Saat ini belum ada komentar