Hebohkan Warga, Pesawat Hercules Terbang Rendah di Langit Cirebon
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Suara gemuruh pesawat Hercules milik TNI AU yang terbang rendah di langit Cirebon belakangan ini hebohkan warga. Aktivitas penerbangan yang berlangsung sejak pertengahan September 2026 ini terutama terdengar di wilayah Suranenggala hingga Sindanglaut.
Warga melaporkan pesawat dengan kode panggilan *Raja 1* dan *Raja 2* tersebut kerap terbang berputar-putar pada ketinggian sekitar 541 meter dari permukaan tanah, terutama pada malam hari. Suara mesinnya yang sangat keras sempat memicu kepanikan dan beredarnya kabar bohong (hoax) tentang pesawat jatuh di Kecamatan Plumbon.
Latihan Terbang Malam TNI AU
Kepala Lanud Suryadarma melalui keterangan resminya menjelaskan bahwa pesawat Hercules C-130 tersebut sedang melaksanakan latihan terbang malam yang dijadwalkan berlangsung hingga 24 September 2026.
“Rute penerbangan mencakup wilayah udara Lanud Suryadarma, Bandara BIJB Kertajati, hingga melintasi Kabupaten dan Kota Cirebon. Ini adalah latihan rutin yang telah dijadwalkan,” ujarnya, Selasa (23/9/2026).
Ada Operasi Modifikasi Cuaca
Selain Hercules TNI AU, terpantau juga pesawat Cessna registrasi PK-SNH yang beroperasi di wilayah yang sama. Pesawat ini menjalankan misi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atas kerja sama BNPB dan BMKG untuk penyemaian awan (*cloud seeding*) di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Bantah Hoax Pesawat Jatuh
Menanggapi beredarnya informasi hoax tentang pesawat jatuh di Desa Bodesari, Plumbon pada 18 September lalu, Polresta Cirebon dan otoritas bandara menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Hasil pemantauan radar menunjukkan tidak ada pesawat komersial yang mengalami insiden di ruang udara Cirebon. Masyarakat diminta tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tegas Kapolsek Plumbon.
Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap tenang. Bagi yang ingin memantau pergerakan pesawat secara real-time, dapat menggunakan aplikasi seperti Flightradar24 atau FlightAware.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar