PLN UPK Timor Revitalisasi 5 Hektare Kawasan Mangrove Terdampak Badai Seroja
- account_circle Mario
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Kali ini, PLN UPK Timor mengalokasikan dukungan TJSL untuk merevitalisasi kawasan mangrove yang sebelumnya terdampak Badai Seroja. Revitalisasi mencakup kawasan seluas kurang lebih 5 hektare yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.
Manager PLN UPK Timor, Mukhammad Zia Ulhaq, mengatakan program revitalisasi tidak hanya diarahkan untuk memulihkan kawasan mangrove, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi kawasan tersebut sebagai ruang yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Melalui program TJSL ini, kami berupaya membantu merevitalisasi kawasan mangrove yang terdampak Badai Seroja. Harapannya, kawasan ini kembali tertata, lebih nyaman dikunjungi dan yang paling penting dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Mukhammad, (10/9/2026).
Revitalisasi yang mulai dikerjakan pada Agustus 2026 tersebut ditargetkan rampung pada November 2026.
Sejumlah fasilitas akan dibenahi, mulai dari penataan ulang lanskap kawasan mangrove, perbaikan akses jalan, hingga perbaikan menara pengawas yang mengalami kerusakan.
PLN UPK Timor juga akan memperbaiki spot foto, menambah lampu penerangan, memperbaiki logo PLN Peduli, serta membenahi sejumlah fasilitas pendukung lainnya yang rusak akibat badai.
Menurut Mukhammad, pembenahan tersebut diharapkan membuat kawasan mangrove semakin representatif dan mampu menarik lebih banyak masyarakat untuk berkunjung.
“Yang kami lakukan bukan hanya memperbaiki fasilitas yang rusak, tetapi bagaimana kawasan ini bisa kembali hidup dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, salah satu manfaat yang diharapkan dari revitalisasi tersebut adalah meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
Dengan kawasan yang lebih tertata dan fasilitas yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul dari meningkatnya kunjungan ke kawasan mangrove.
Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara berkelanjutan, sejalan dengan agenda transformasi perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan transisi energi.
“Harapan kami, setelah revitalisasi selesai, masyarakat dapat ikut menjaga kawasan ini sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkas Mukhammad.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar