Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Hesti, Fira, Enggar: Tiga Srikandi yang Kini Jadi Sorotan di Tengah Wacana Mutasi Pejabat Pacitan?

Hesti, Fira, Enggar: Tiga Srikandi yang Kini Jadi Sorotan di Tengah Wacana Mutasi Pejabat Pacitan?

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,Jarrakpos.com-Di balik tenangnya roda pemerintahan Kabupaten Pacitan, selalu ada dinamika yang bergerak pelan. Tak terdengar riuh, namun sesekali namanya mengemuka, menjadi bahan perbincangan di lorong-lorong birokrasi.

Belakangan, wacana pergeseran gerbong jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan kembali menyeruak. Mutasi, rotasi hingga promosi pejabat menjadi perbincangan yang menghangat.

Di antara sekian banyak nama yang beredar, tiga sosok perempuan aparatur sipil negara (ASN) senior turut menjadi sorotan.

Mereka adalah Hesti Suteki, Fira Anggraini, dan Ririh Enggar Murwati.

Ketiganya memiliki jalan pengabdian yang berbeda. Namun ada satu benang merah yang mempertemukan mereka: pengalaman panjang, rekam jejak birokrasi, serta posisi strategis yang selama ini mereka emban.

Tak berlebihan jika kemudian ketiganya disebut-sebut masuk dalam radar kandidat pejabat pimpinan tinggi pratama, seiring kemungkinan adanya penyegaran komposisi jabatan di lingkungan Pemkab Pacitan.

Tentu, semua itu masih sebatas dinamika dan wacana. Sebab dalam birokrasi pemerintahan, nama yang diperbincangkan belum tentu berujung pada keputusan. Ada proses, pertimbangan, penilaian kinerja, hingga kewenangan pejabat pembina kepegawaian yang pada akhirnya menentukan.

Namun, menarik melihat rekam jejak ketiga “Srikandi Birokrasi” tersebut.

Hesti Suteki, Meniti Jalan dari Kepegawaian hingga Pemerintahan

Nama Hesti Suteki bukan sosok baru dalam denyut birokrasi Pacitan.

Perempuan yang memiliki latar belakang pendidikan kepamongprajaan itu telah melewati sejumlah fase penting dalam perjalanan kariernya sebagai ASN.

Sejumlah bidang pernah dipercayakan kepadanya. Di antaranya pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Mutasi pada Badan Kepegawaian Daerah. Setelah itu, ia juga dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata pada Dinas Pariwisata.

Kini, Hesti mengendalikan salah satu bagian yang cukup strategis di lingkungan sekretariat daerah, yakni sebagai Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Pacitan.

Pengalaman lintas bidang tersebut membuat namanya dinilai memiliki modal birokrasi yang cukup panjang.

Dalam wacana yang berkembang, Hesti bahkan disebut-sebut memiliki kans untuk menempati posisi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Jika kelak benar demikian, perjalanan kariernya seolah menemukan titik temu. Pengalaman di bidang kepegawaian yang pernah digelutinya menjadi salah satu bekal yang relevan dengan posisi tersebut.

Di luar perjalanan kariernya, Hesti juga tumbuh dalam lingkungan keluarga birokrasi yang cukup dikenal.

Ia merupakan istri dari Heru Tunggul Widodo, ASN senior yang kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan.

Ayah mertuanya, almarhum Sugiyono, juga pernah menjadi salah satu pejabat penting di lingkungan Pemkab Pacitan. Jabatan terakhir yang pernah diembannya adalah Kepala Bappeda Pacitan.

Sementara kakek mertuanya, almarhum Mbah Patmohardjo, dikenal masyarakat sebagai tokoh yang lekat dengan cerita-cerita masa lalu di Desa Wonokarto, tokoh yang dikenal sakti mandraguna.

Namun, pada akhirnya, perjalanan seorang ASN tetaplah ditentukan oleh rekam pengabdian dan penilaian atas kinerjanya.

Dan di titik itulah nama Hesti kembali mengemuka.

Fira Anggraini, Menjaga Integritas di Rumah Pengawasan

Jika Hesti dikenal dengan pengalaman lintas bidang pemerintahan, nama Fira Anggraini lekat dengan dunia pengawasan.

Cukup lama Fira berproses di lingkungan Inspektorat Pacitan. Di tempat yang menuntut ketelitian, keteguhan sikap dan integritas tersebut, ia dipercaya membantu mengawal berbagai tugas pengawasan pemerintahan daerah.

Kini, Fira menduduki posisi sebagai Sekretaris Inspektorat Pacitan.

Posisi tersebut tentu bukan ruang yang ringan. Sebab Inspektorat merupakan salah satu perangkat daerah yang memiliki peran penting dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai koridor aturan.

Dari perjalanan itu pula, muncul wacana agar Fira dipertimbangkan untuk menduduki jabatan Inspektur Inspektorat Pacitan.

Bukan sekadar karena posisinya saat ini, melainkan juga pengalaman panjang yang telah dilaluinya di lingkungan pengawasan.

Integritas menjadi kata yang kerap dilekatkan dengan sosok Fira.

Namun sekali lagi, nama yang beredar belumlah menjadi keputusan. Semua masih menunggu bagaimana peta kebutuhan organisasi dan penilaian terhadap para kandidat nantinya.

Ririh Enggar Murwati, Sang Doktor dari Dunia Pendidikan

Sementara itu, ada Ririh Enggar Murwati.

Perempuan bergelar doktor ini memiliki perjalanan birokrasi yang tak kalah panjang.

Dunia pendidikan menjadi ruang pengabdiannya selama bertahun-tahun. Salah satu fase penting dalam kariernya adalah ketika ia dipercaya memimpin UPT Sanggar Kegiatan Belajar.

Di tempat tersebut, Enggar disebut banyak menorehkan prestasi dan pengalaman dalam mengelola lembaga pendidikan nonformal.

Kini, ia dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Pacitan. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan.

Latar belakang tersebut membuat namanya juga masuk dalam radar pembicaraan terkait kemungkinan promosi jabatan pimpinan tinggi pratama.

Salah satu posisi yang disebut-sebut berpotensi menjadi ruang pengabdiannya berikutnya adalah Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pacitan.

Ada alasan tersendiri mengapa dunia pendidikan begitu lekat dengan sosok Enggar.

Ia dibesarkan dari keluarga pendidik. Ayahandanya, almarhum Hendro, merupakan seorang guru yang pernah mendapat tugas tambahan sebagai Kepala Sekolah pada Sekolah Teknik Menengah (STM).

Jejak pendidikan itu kemudian seperti mengalir dalam keluarga.

Salah satu saudara kandungnya diketahui berprofesi sebagai dokter senior yang bertugas di Surakarta. Sementara suaminya juga berkecimpung sebagai pendidik.

Maka ketika nama Enggar disebut dalam bursa calon pejabat pimpinan tinggi pratama, pengalaman panjangnya di dunia pendidikan menjadi salah satu catatan yang menarik untuk dicermati.

Pada Akhirnya, Semua Kembali kepada Keputusan
Tiga perempuan. Tiga perjalanan. Tiga ruang pengabdian yang berbeda.

Hesti dengan pengalaman pemerintahan dan kepegawaiannya.

Fira dengan dunia pengawasan yang menuntut keteguhan dan integritas.

Sementara Enggar tumbuh dari panjangnya pengalaman di dunia pendidikan.

Ketiganya kini berada pada satu persimpangan yang sama: wacana mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemkab Pacitan.

Sekretaris Daerah Pacitan, yang juga menjadi Ketua Tim Penilai Kinerja ASN (dulu Bapperjakat,Red), Maulana Heru Wiwoho Supadi Putro, hingga kini belum berhasil dikonfirmasi terkait kabar tersebut.

Namun beberapa waktu lalu, Sekda Maulana Heru sempat menyampaikan apresiasi terhadap ketiganya, terutama menyangkut rekam jejak mereka selama menjalani karier sebagai ASN.

Apresiasi itu tentu belum berarti tiket menuju sebuah jabatan.

Sebab dalam birokrasi, ada banyak nama yang muncul, tetapi hanya sedikit yang akhirnya sampai pada ruang keputusan.

Di ujung perjalanan itu, ada Bupati Pacitan Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro selaku Pejabat Pembina Kepegawaian.

Dialah yang memiliki kewenangan dalam menentukan arah promosi dan penempatan pejabat ASN di lingkungan Pemkab Pacitan, tentu dengan tetap memperhatikan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Maka, untuk sementara, nama-nama itu masih sebatas berembus.

Menjadi percakapan dari satu meja ke meja lainnya.

Menjadi kemungkinan yang belum menemukan kepastian.

Dan bagi tiga “Srikandi Birokrasi” Pacitan itu, barangkali yang paling penting bukanlah ke mana gerbong mutasi akan membawa mereka, melainkan sejauh mana perjalanan panjang pengabdian mereka akan terus memberi arti bagi pemerintahan dan masyarakat.

Sebab jabatan boleh berganti.

Kursi kekuasaan bisa berpindah.

Tetapi rekam jejak pengabdian, pada akhirnya, akan selalu menjadi catatan yang tinggal lebih lama daripada sekadar nama dalam sebuah surat keputusan.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Bapemperda DPRD Kota Batam Terima Kunjungan Pansus RPJMD DPRD Singkawang

    Ketua Bapemperda DPRD Kota Batam Terima Kunjungan Pansus RPJMD DPRD Singkawang

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Batam, jarrakpos.com | Ketua Badan Pembentukan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Batam Siti Nurlailah,ST,MT menerima kunjungan kerja panitia khusus (Pansus) RPJMD DPRD Kota Singkawang,Kalimantan Barat di Kantor DPRD Kota Batam,Kamis (17/7/2025). Rombongan Pansus DPRD Kota Singkawang dipimpin oleh Ketua Pansus Afriza Rusnandi. RS,SE.Dalam pertemuan itu Siti Nurlailah menyampai apresiasi atas dipilihnya Kota Batam sebagai tujuan kunjungan […]

  • Haji Affan Alfian Bintang Rayakan Idul Adha Bersama Masyarakat, Serahkan Hewan Kurban dan Gelar Open House

    Haji Affan Alfian Bintang Rayakan Idul Adha Bersama Masyarakat, Serahkan Hewan Kurban dan Gelar Open House

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Subulussalam, Jarrakpos.com – Dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, H. Affan Alfian Bintang, SE menghadiri Shalat Idul adha bersama ratusan jamaah di Lapangan Beringin Kota Subulussalam, sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian sosial, mantan Wali Kota Subulussalam tersebut juga menyerahkan dua ekor sapi kurban dari peternakannya kepada Masjid Nurul Huda di Subulussalam […]

  • Plt Kadis Pendidikan Kota Kupang Tegaskan SPMB Sekolah Negeri Gratis, Tanpa Pungutan

    Plt Kadis Pendidikan Kota Kupang Tegaskan SPMB Sekolah Negeri Gratis, Tanpa Pungutan

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 242
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji, menegaskan bahwa seluruh proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada sekolah negeri di bawah kewenangan Pemerintah Kota Kupang dilaksanakan secara gratis atau nol rupiah, tanpa pungutan dalam bentuk apa pun. Ernest menegaskan, kebijakan nol rupiah tersebut tidak berarti seluruh kebutuhan […]

  • Menguatkan Kurikulum Muatan Lokal Gunung Ciremai (MLGC) Sebagai Ekosistem Pembelajaran Lintas Jenjang

    Menguatkan Kurikulum Muatan Lokal Gunung Ciremai (MLGC) Sebagai Ekosistem Pembelajaran Lintas Jenjang

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 302
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Pendidikan tidak hanya mengajarkan tentang apa yang ada dalam buku, ia harus menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: untuk apa pengetahuan itu dipelajari, dan bagaimana ia terhubung dengan kehidupan nyata peserta didik? Karena dalam praktiknya, pembelajaran di sekolah masih belum banyak menyentuh soal realitas sosial, budaya, dan lingkungan tempat mereka tinggal. Sehingga proses […]

  • Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Respons Karhutla, Pangdam dan Kapolda Riau Tinjau Seberida

    Kodam XIX/Tuanku Tambusai Perkuat Respons Karhutla, Pangdam dan Kapolda Riau Tinjau Seberida

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 68
    • 0Komentar

      INDRAGIRI HULU – Kodam XIX/Tuanku Tambusai memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP bersama Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H. meninjau langsung kawasan terdampak Karhutla di Desa Kelesa, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Rabu (9/9/2026). […]

  • Diskominfo Kuningan Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Taptu dan Pawai Obor HUT ke-81 RI

    Diskominfo Kuningan Kobarkan Semangat Kemerdekaan Lewat Taptu dan Pawai Obor HUT ke-81 RI

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-528 Kuningan kembali terasa kuat dalam rangkaian Taptu dan Pawai Obor, Minggu malam (16/8/2026). Jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan turut ambil bagian dalam kegiatan yang menjadi salah satu agenda rutin Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) tersebut. Para […]

expand_less