Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Pimpin Apel di Kota Kupang, Kepala BKN Sebut Kupang Terbaik dari 44 Kabupaten/Kota se-NTB, NTT dan Bali: “Gas Terus, Jangan Kendor”

Pimpin Apel di Kota Kupang, Kepala BKN Sebut Kupang Terbaik dari 44 Kabupaten/Kota se-NTB, NTT dan Bali: “Gas Terus, Jangan Kendor”

  • account_circle Mario
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kota Kupang atas keberhasilannya meraih Adhi Manawa Nugraha Utama sebagai daerah terbaik dalam implementasi kebijakan kepegawaian dari 44 kabupaten/kota di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung Prof. Zudan saat hadir dan mengikuti Apel Kekuatan Gabungan bersama ASN Pemerintah Kota Kupang di Lapangan Kantor Wali Kota Kupang, Senin (14/9).

Di hadapan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan seluruh jajaran ASN, Kepala BKN secara tegas menyebut Kota Kupang sebagai nomor satu dan terbaik dalam penilaian BKN untuk kawasan NTT, NTB dan Bali.

“BKN memberikan penghargaan nomor satu, terbaik. Nama penghargaannya adalah Adhi Manawa Nugraha Utama. Nomor satu, terbaik dari 44 kabupaten/kota di wilayah NTT, NTB dan Bali,” ungkap Prof. Zudan.

Ia menilai penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas komitmen, dedikasi, implementasi dan kontribusi Pemerintah Kota Kupang dalam menerapkan kebijakan kepegawaian yang berpihak pada pengembangan karier ASN.

“Ini terbaik atas komitmen, dedikasi dan implementasi serta kontribusi dalam implementasi kebijakan kepegawaian yang pro dengan karier ASN. Terima kasih Pak Dokter, Pak Wali Kota. Ini membanggakan bagi saya,” kata Prof. Zudan.

Menurut Prof. Zudan, capaian Kota Kupang tidak terlepas dari dukungan Wali Kota, jajaran BKPSDM, para kepala perangkat daerah dan seluruh ASN yang telah konsisten mengimplementasikan berbagai kebijakan BKN.

Ia secara khusus menyoroti sejumlah praktik tata kelola kepegawaian yang telah diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, di antaranya kemudahan pencantuman gelar akademik, penerapan e-kinerja harian, serta kenaikan pangkat secara periodik setiap bulan.

Berbagai kebijakan tersebut dinilai penting karena tidak hanya memperbaiki administrasi kepegawaian, tetapi juga memberikan kepastian dan ruang yang lebih baik bagi ASN dalam membangun kariernya.

Prof. Zudan pun mengingatkan agar setiap capaian positif di lingkungan birokrasi tidak hanya dicatat sebagai angka atau penghargaan, tetapi dirayakan sebagai energi untuk mendorong kinerja yang lebih baik.

“Ini semua menjadi penting bagi kita. Setiap keberhasilan harus kita rayakan. Jadi jangan hanya mengkritik, memberikan punishment. Saatnya setiap keberhasilan harus kita beritakan, kita rayakan sebagai pemacu dan penyemangat kita,” tegasnya.

Di balik apresiasi atas capaian tersebut, Prof. Zudan meminta jajaran Pemkot Kupang tidak berpuas diri. Ia justru mendorong agar pembenahan yang telah mengantarkan Kota Kupang menjadi nomor satu terus dilanjutkan dan diperkuat. “Ini tolong dijaga, jangan kasih kendor. Gas pol, rem tetap pakem,” ujarnya.

Prof. Zudan juga mendorong ASN Kota Kupang untuk terus meningkatkan produktivitas, memperkuat digitalisasi, serta membangun pola kerja yang lebih cepat, efisien dan berorientasi pada hasil.

Menurutnya, keberhasilan reformasi birokrasi pada akhirnya harus dirasakan masyarakat dalam bentuk pelayanan publik yang lebih cepat, mudah dan fleksibel. “Kita berharap pelayanan publik kita juga seperti itu, lebih cepat, lebih mudah, lebih fleksibel. Kita akan semakin produktif bila bisa bergerak digital,” katanya.

Memasuki triwulan terakhir 2026, Kepala BKN mengingatkan seluruh kepala perangkat daerah untuk memastikan berbagai target pembangunan Kota Kupang dapat dituntaskan.

Mulai dari target pendapatan dan belanja, penanganan stunting, kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, pembangunan infrastruktur, pengendalian inflasi hingga peningkatan akses pendidikan.

Ia juga menekankan bahwa profesionalisme ASN tidak cukup hanya ditunjukkan dengan datang dan pulang sesuai jam kerja. ASN harus mampu memastikan pekerjaan selesai, target tercapai dan hak masyarakat dilayani tepat waktu.

“Untuk naik kelas, kita harus datang sebelum waktu. Pulang setelah waktu. Rapikan semua, cek target-target kita. Persiapkan pekerjaan-pekerjaan kita,” tegas Prof. Zudan.

Ia menambahkan, inovasi, digitalisasi dan integritas harus menjadi bagian dari budaya kerja ASN untuk membangun birokrasi yang semakin profesional dan produktif.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyampaikan pengakuan BKN sebagai daerah terbaik dari 44 kabupaten/kota menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Kupang untuk menjaga konsistensi pembenahan tata kelola pemerintahan.

Menurutnya Adimanawa Nugraha Utama bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi penanda bahwa transformasi pengelolaan ASN di Kota Kupang mendapat pengakuan dari lembaga yang membidangi manajemen kepegawaian secara nasional.

Lebih lanjut dikatakan bagi Pemkot Kupang, capaian tersebut sekaligus menjadi tantangan untuk memastikan birokrasi yang semakin tertata melahirkan pelayanan publik yang semakin nyata dirasakan masyarakat.

Sebab, pada akhirnya, birokrasi tidak dinilai dari seberapa banyak penghargaan yang diterima, tetapi dari seberapa baik negara hadir melayani warganya.

Apel Kekuatan Gabungan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., para Staf Ahli Wali Kota, para Asisten Sekda Kota Kupang, seluruh kepala perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Kupang, Direktur RSUD S.K. Lerik, pimpinan Perusahaan Umum Daerah Kota Kupang serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Kupang.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku Penggelapan Mobil Rental Diamankan Polisi

    Pelaku Penggelapan Mobil Rental Diamankan Polisi

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 347
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Seorang pria berinisial AS (38), warga Dusun Mangunjaya, Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, dilaporkan ke Polres Kuningan atas dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan atau penipuan, sebagaimana diatur dalam Pasal 372 dan/atau 378 KUHP. Korban, Dede Supriadi (51), warga Dusun Pon, Desa Setianegara, Kecamatan Cilimus, melaporkan kejadian tersebut setelah mendapati mobil […]

  • Angin Kencang Picu Api Membesar, Kebakaran Lahan 1,5 Hektar di Samping PT Seyang Active Wear Berhasil Dipadamkan

    Angin Kencang Picu Api Membesar, Kebakaran Lahan 1,5 Hektar di Samping PT Seyang Active Wear Berhasil Dipadamkan

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 73
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Sebuah kebakaran lahan terjadi di kawasan strategis Jalan Bypass Cirebon-Jakarta (Pantura), tepatnya di Desa Arjawinangun, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, pada Selasa (14/7/2026). Api yang melahap area seluas kurang lebih 15.000 meter persegi tersebut diduga kuat dipicu oleh kelalaian oknum yang membakar sampah di tengah kondisi cuaca kering dan angin kencang. Kepala Dinas […]

  • Jadi Tuan Rumah Piala AFF, Sumut Diyakini Menjelma Jadi Provinsi Sport Tourism

    Jadi Tuan Rumah Piala AFF, Sumut Diyakini Menjelma Jadi Provinsi Sport Tourism

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Medan – Sejak dilantik jadi Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution banyak membawa even olahraga berkelas internasional ke Sumut. Kepemimpinannya yang energik diyakini akan menjadikan Sumut menjelma sebagai provinsi yang jadi tujuan wisata olahraga. Hal tersebut disampaikan praktisi olahraga Universitas Negeri Medan, Agustin Sastrawan Harahap S.Pd M.Pd, Senin (13/4/2026) di Kampus UNIMED. Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan […]

  • Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya di Kawasan Pasifik, NTT Jadi Tuan Rumah IPACS 2025

    Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya di Kawasan Pasifik, NTT Jadi Tuan Rumah IPACS 2025

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 319
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com – Indonesia semakin menegaskan perannya sebagai poros kebudayaan di kawasan Pasifik. Melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Indonesia akan menjadi tuan rumah Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang digelar pada 11-13 November 2025 di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan berskala internasional ini mengusung tema “Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom” dan akan […]

  • LAKI Subulussalam Desak Audit Defisit, Dukung Langkah Fraksi Rabbani dan Walikota

    LAKI Subulussalam Desak Audit Defisit, Dukung Langkah Fraksi Rabbani dan Walikota

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 521
    • 0Komentar

    Subulussalam, Jarrakpos.com – Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) DPC Kota Subulussalam terus menyuarakan kekhawatiran atas kondisi defisit keuangan daerah yang dinilai semakin membengkak. Ketua LAKI DPC Kota Subulussalam, Ahmad Rambe, menegaskan bahwa pihaknya telah lama mengkritisi kebijakan dan pengelolaan pemerintahan sebelumnya yang dianggap menjadi penyebab bertambahnya defisit Kota Subulussalam dari tahun ke tahun. “Dengan […]

  • Petani di NTT Kuota Pupuk Subsidi Hanya 42 Kg, PT Pupuk Indonesia: Data Berasal dari Dinas Pertanian

    Petani di NTT Kuota Pupuk Subsidi Hanya 42 Kg, PT Pupuk Indonesia: Data Berasal dari Dinas Pertanian

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 81
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Forum Rapat Koordinasi Sinergi Penyaluran Pupuk Bersubsidi yang diinisiasi Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, di Hotel Harper Kupang, Jumat (17/7/2026), mengungkap sejumlah persoalan yang masih dihadapi petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi. Salah satu temuan yang menjadi sorotan dalam forum tersebut adalah adanya petani yang tercatat hanya […]

expand_less