Angin Kencang Picu Api Membesar, Kebakaran Lahan 1,5 Hektar di Samping PT Seyang Active Wear Berhasil Dipadamkan
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 58 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Sebuah kebakaran lahan terjadi di kawasan strategis Jalan Bypass Cirebon-Jakarta (Pantura), tepatnya di Desa Arjawinangun, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, pada Selasa (14/7/2026). Api yang melahap area seluas kurang lebih 15.000 meter persegi tersebut diduga kuat dipicu oleh kelalaian oknum yang membakar sampah di tengah kondisi cuaca kering dan angin kencang.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Cirebon, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan (Kabid PPSP), Eno Sujana, menuturkan bahwa laporan pertama diterima oleh Damkar Sektor Arjawinangun pada pukul 13.46 WIB dari perangkat Desa Arjawinangun.
“Saat tim tiba di lokasi tujuh menit kemudian, yakni pukul 13.53 WIB, situasi sudah cukup kritis. Ternyata yang terbakar bukan sekadar tumpukan sampah, melainkan merembet cepat ke alang-alang dan semak belukar kering di samping area PT. Seyang Active Wear,” ujar Eno Sujana dalam laporannya.
Melihat intensitas api yang cukup besar dan berpotensi meluas, Regu 2 Sektor Arjawinangun segera melakukan aksi pemadaman. Namun, karena keterbatasan jangkauan selang dan kebutuhan stok air yang mendesak, bantuan segera diminta dari dua sektor tetangga, yaitu Damkar Sektor Palimanan dan Sektor Weru.
Kombinasi kekuatan dari tiga sektor ini berhasil mengendalikan amukan api. Proses pemadaman inti selesai pada pukul 15.15 WIB, dilanjutkan dengan proses pendinginan (overhaul) untuk memastikan tidak ada bara api tersisa yang bisa memicu kebakaran ulang. Operasi dinyatakan benar-benar aman dan terkendali pada pukul 15.46 WIB.
Berdasarkan keterangan saksi lapangan dari pihak PT. Seyang Active Wear, insiden ini bermula dari aktivitas pembakaran sampah oleh oknum tertentu. Sayangnya, tiupan angin yang kencang saat itu membuat percikan api dengan cepat menjalar ke vegetasi kering di sekitarnya.
“Kondisi alang-alang dan semak yang sangat kering menjadi bahan bakar sempurna bagi api untuk membesar dengan cepat,” tambah laporan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada estimasi kerugian material yang rinci, namun luas area yang berhasil diselamatkan dari si jago merah mencapai sekitar 8.000 meter persegi dari total area terdampak 23.000 meter persegi. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini.
Dalam penanganannya, Damkar juga berkoordinasi dengan Anggota Polsek Arjawinangun serta petugas keamanan (Security) PT. Seyang Active Wear untuk mengamankan lokasi dan mengatur lalu lintas di jalur Pantura yang padat.
Dinas Damkar Kabupaten Cirebon kembali mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam membuang dan memusnahkan sampah, terutama di musim kemarau atau saat kondisi angin kencang, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar