SMK Negeri 5 Kupang Buka Layanan Gratis untuk Masyarakat Kota Kupang, Layani Kelistrikan, Elektronika, Otomotif hingga Energi Terbarukan
- account_circle Mario
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Ada peralatan elektronik rusak, instalasi listrik bermasalah, sepeda motor perlu diservis, atau panel surya membutuhkan pemeriksaan? Kini masyarakat Kota Kupang memiliki pilihan layanan yang bisa dimanfaatkan tanpa biaya jasa.
SMK Negeri 5 Kupang membuka layanan gratis bagi masyarakat Kota Kupang melalui empat program keahlian, yakni Teknik Ketenagalistrikan, Teknik Elektronika Industri, Teknik Otomotif, dan Teknik Energi Terbarukan.
Program ini bukan sekadar bentuk pelayanan kepada masyarakat. Di baliknya, ada proses pembelajaran langsung bagi siswa untuk mengasah keterampilan sekaligus membangun keberanian berkomunikasi dengan pelanggan.
Konsep tersebut bahkan dirangkum dalam tulisan pada mobil operasional layanan sekolah: “Belajar Sambil Mengabdi.”
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SMK Negeri 5 Kupang, Yakobus Boro Bura, mengatakan program tersebut lahir dari hasil evaluasi sekolah terhadap kemampuan siswa.
“Setelah kita mengevaluasi output keterampilan anak-anak kita di SMK Negeri 5 Kupang, titik lemahnya itu ada di public speaking, kemudian kemampuan praktiknya,” ujar Yakobus, saat ditemui media di ruang kerjanya pada Rabu, 9 September 2026.
Karena itu, pada tahun pelajaran 2026/2027, sekolah mencoba menghadirkan pola pembelajaran yang memungkinkan siswa berhadapan langsung dengan persoalan nyata di tengah masyarakat.
Untuk layanan tersebut, SMKN 5 Kupang telah menyiapkan pusat layanan (service center) dengan nomor kontak yang disebarkan melalui flyer kepada masyarakat Kota Kupang.
Masyarakat cukup menyampaikan keluhan, lokasi, serta kebutuhan layanan. Selanjutnya, sekolah akan menentukan tim yang turun ke lokasi sesuai jenis persoalan yang dilaporkan.
Layanan yang disiapkan mencakup empat bidang utama.
Pertama, Teknik Energi Terbarukan, antara lain melayani pemasangan dan perawatan panel surya, pemeriksaan instalasi listrik, service pompa air tenaga surya dan listrik, edukasi serta konsultasi energi terbarukan, hingga perawatan peralatan listrik rumah tangga.
Kedua, Teknik Otomotif, dengan layanan utama berupa service sepeda motor.
Ketiga, Teknik Elektronika, yang melayani perawatan dan perbaikan berbagai peralatan elektronik seperti televisi, sound system, kipas angin, rice cooker, dispenser, setrika listrik, running text, dinamo air dan peralatan lainnya.
Keempat, Teknik Ketenagalistrikan, yang meliputi instalasi baru jaringan listrik rumah tangga, pemeliharaan instalasi listrik serta instalasi kontrol motor pompa air.
Dengan cakupan tersebut, layanan SMKN 5 Kupang tidak hanya menyasar satu jenis kebutuhan, tetapi cukup luas untuk persoalan teknis yang sering ditemui masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Meski baru berjalan sejak pekan lalu, respons masyarakat disebut cukup positif.
Yakobus mengatakan, sejak layanan tersebut mulai dibuka, sudah ada 16 pekerjaan yang ditangani secara gratis.
Jenis pekerjaan yang ditangani di antaranya kipas angin, magicom/rice cooker, sepeda motor, setrika, televisi hingga panel surya.
“Sejauh ini semuanya berhasil dan tuntas. Semua yang kita layani dapat tertangani dengan baik dan hasilnya diterima baik oleh pelanggan,” katanya.
Menurut Yakobus, masih ada beberapa layanan yang sedang berproses. Salah satunya pelayanan lanjutan di wilayah Lasiana karena material yang dibutuhkan baru selesai dibeli.
Setiap pekerjaan juga tidak langsung dianggap selesai setelah diperbaiki. Peralatan akan diuji kembali untuk memastikan fungsi dan hasilnya sesuai dengan keluhan pelanggan.
Jika masih ditemukan masalah, siswa bersama guru akan melakukan analisis dan perbaikan lanjutan.
Dalam setiap pelayanan, siswa tidak dilepas bekerja sendiri. Guru dari program keahlian terkait akan mendampingi siswa selama berada di lokasi.
Jumlah siswa yang dilibatkan menyesuaikan tingkat kesulitan pekerjaan. Untuk pekerjaan ringan, minimal dua siswa dari program keahlian terkait dapat diterjunkan.
Menariknya, dua siswa dari program Desain Komunikasi Visual (DKV) juga dapat ikut dalam rombongan.
Mereka bertugas mendokumentasikan kegiatan melalui foto dan video, melakukan wawancara dengan pelanggan maupun siswa yang terlibat, kemudian membawa hasil dokumentasi tersebut ke sekolah untuk diedit dengan bimbingan guru sebelum dipublikasikan melalui media sosial SMKN 5 Kupang.
“Jadi minimal empat orang siswa yang turun dan didampingi gurunya,” jelas Yakobus.
Tak Hanya Bisa Memperbaiki, Siswa Dilatih Berkomunikasi
Salah satu target penting program ini adalah memperkuat kemampuan public speaking siswa.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, siswa terlebih dahulu dilatih bagaimana memperkenalkan diri, berkomunikasi dengan pelanggan, hingga melakukan wawancara sederhana.
Latihan tersebut dilakukan dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.
Menurut Yakobus, kemampuan berkomunikasi memang menjadi salah satu hal yang selama ini mendapat perhatian, termasuk dari perusahaan yang menerima siswa SMKN 5 Kupang saat PKL.
“Public speaking itu dikeluhkan bukan hanya internal kita, tetapi juga perusahaan-perusahaan yang menampung anak kita saat kegiatan PKL,” katanya.
Karena itu, pelayanan gratis ini menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menghadapi pelanggan dalam situasi nyata.
Siswa belajar bagaimana menerima keluhan, memahami persoalan, menentukan tindakan, mengerjakan perbaikan, menguji hasil pekerjaan hingga berkomunikasi kembali dengan pelanggan.
Untuk memastikan kegiatan berjalan secara tertib, setiap guru dan siswa yang turun ke lapangan dibekali surat tugas.
Sekolah juga menyampaikan surat pemberitahuan kepada orangtua siswa yang terlibat.
Siswa yang dilibatkan dalam program ini terutama kelas XI, sementara siswa kelas XII sedang menjalani PKL.
Bagi Yakobus, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran.
“Program ini menjadi bagian dari pembelajaran. Tempatnya yang beda, ada yang di dalam kelas, ada yang di luar kelas. Memang itu yang menjadi harapan dari kurikulum, sehingga bagian yang tidak dipisahkan dari pembelajaran,” ujarnya.
Layanan juga mulai diarahkan pada kebutuhan yang lebih luas, termasuk pemeliharaan fasilitas energi terbarukan.
Yakobus mengatakan pihak sekolah telah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi NTT melalui Biro Umum terkait rencana kolaborasi dalam pemeliharaan PLTS di Kantor Gubernur NTT dan Kantor DPRD Provinsi NTT.
Selain itu, SMKN 5 Kupang juga akan berkolaborasi dalam pemeliharaan PLTS di SMK Negeri 3 Kupang.
Dalam pengembangan selanjutnya, sekolah berharap mendapat dukungan dari tim Dinas ESDM Provinsi NTT untuk membantu memetakan lokasi PLTS yang dapat menjadi tempat pelayanan sekaligus ruang praktik siswa.
Program tersebut juga memiliki mimpi yang lebih besar.
Jika saat ini layanan difokuskan untuk masyarakat Kota Kupang, Yakobus ingin ke depan SMKN 5 Kupang dapat membawa layanan tersebut hingga ke desa-desa.
“Saya punya mimpi begini, untuk sementara SMK Negeri 5 Kupang berdampak untuk Kota Kupang, tapi saatnya SMK Negeri 5 Kupang membangun desa,” katanya.
Sekolah nantinya akan melakukan survei untuk menentukan desa yang dinilai membutuhkan pelayanan.
Koordinasi dapat dilakukan dengan pemerintah desa, kemudian kebutuhan masyarakat dihimpun melalui RT hingga masyarakat.
Kerusakan seperti magicom, rice cooker, setrika, peralatan elektronik, instalasi listrik dan kebutuhan lain yang berkaitan dengan empat program keahlian dapat didata untuk kemudian dilayani oleh siswa dan guru.
Sekolah Dapat Promosi, Siswa Dapat Pengalaman
Bagi sekolah, program ini memberikan keuntungan dari dua sisi.
Siswa mendapatkan pengalaman praktik nyata, sementara sekolah tidak perlu membeli seluruh material karena komponen yang diperlukan untuk perbaikan disiapkan oleh pelanggan.
Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi bentuk promosi sekolah secara langsung kepada masyarakat.
Setiap pelayanan didokumentasikan dan dipublikasikan melalui media sosial SMKN 5 Kupang. Sekolah juga mendorong guru, siswa serta orangtua untuk ikut menyebarluaskan informasi tersebut.
“Kita berharap dari praktik baik yang kami lakukan ini kemudian diceritakan kepada para pihak yang membutuhkan sehingga citra baik itu terbangun di masyarakat dan pada akhirnya memicu animo yang masuk di SMK Negeri 5 Kupang,” jelas Yakobus.
Lebih dari sekadar promosi, sekolah ingin pengalaman tersebut menjadi bekal bagi siswa setelah lulus, baik untuk masuk ke dunia kerja maupun membuka usaha sendiri.
“Sehingga mereka sudah terlatih. Keluar dari sini mereka terserap, atau buka kewirausahaan,” pungkasnya.
Masyarakat Kota Kupang yang membutuhkan layanan dapat menghubungi:
📞 CS: 0851-6999-1181
🕗 Jam pelayanan: 08.00–14.00 WITA
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar