Di Tengah Puing Bencana Manutapen, Kehadiran Wali Kota Kupang Jadi Penguat, Warga Antusias Ajak Foto Bersama
- account_circle Mario
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Ada suasana berbeda saat Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyambangi lokasi bencana angin puting beliung di RT 13 Kelurahan Manutapen, Sabtu (17/1/2026).
Di tengah rumah-rumah yang porak poranda dan warga yang masih diliputi trauma, kehadiran orang nomor satu di Kota Kupang justru menghadirkan senyum dan semangat baru.
Saat Wali Kota Kupang berkeliling meninjau langsung kondisi rumah warga terdampak, sejumlah warga tampak antusias menyambut. Bahkan, di sela-sela peninjauan, terdengar teriakan spontan warga yang meminta berfoto bersama. Suasana haru pun seketika berubah menjadi hangat dan penuh keakraban.
“Ini kesempatan yang tidak datang dua kali. Jadi harus foto dengan pemimpin yang baik hati,” ujar Marince Djami Raga, salah satu korban bencana, sambil tersenyum.
Menanggapi antusiasme tersebut, dr. Christian Widodo dengan ramah mengajak warga berfoto bersama.
Tak hanya itu, ia juga memberikan penguatan moril serta pesan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem di musim pancaroba.
“Ayo kita foto bersama. Tetap jaga kesehatan semuanya. Kalau ada keluhan, segera ke fasilitas kesehatan terdekat. Cuaca saat ini kurang bersahabat, jadi kita semua harus lebih waspada,” pesannya.
Diketahui, sebanyak 19 kepala keluarga terdampak bencana angin puting beliung yang terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.
Tak sampai 24 jam setelah kejadian, Wali Kota Kupang langsung tiba di lokasi bersama jajaran lengkap Pemerintah Kota Kupang, mulai dari BPBD, Tagana, hingga perangkat kelurahan.
Di lokasi, Wali Kota menyapa warga satu per satu, memastikan kondisi kesehatan mereka serta meninjau kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.
Pemerintah Kota Kupang juga menyalurkan bantuan darurat berupa sembako, selimut, terpal, dan kebutuhan pokok lainnya.
“Kita datang untuk membantu bapak-ibu yang tertimpa bencana. Sebagai orang tua yang dipercayakan memimpin kota ini, saya harus hadir di kesempatan pertama untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan menentukan langkah yang harus kita lakukan,” ujar dr. Christian Widodo.
Selain bantuan darurat, Pemerintah Kota Kupang juga membuka peluang pemulihan jangka menengah melalui program bedah rumah.
Rumah warga yang mengalami kerusakan berat akan diupayakan masuk dalam program tersebut agar dapat dibangun kembali.
“Tahun ini kita memiliki program bedah rumah. Jika ada rumah warga yang harus dibangun kembali akibat bencana ini, maka akan kita bantu melalui program tersebut,” jelasnya.
Kehadiran Wali Kota Kupang di tengah warga menjadi penguat tersendiri. Yopel Misa, warga RT 13 RW 04, mengaku merasa lebih tenang setelah pemerintah hadir langsung di lokasi.
“Dua rumah saya roboh. Kami sangat takut waktu kejadian. Tapi kehadiran bapak Wali dan jajaran hari ini bikin kami merasa tidak sendiri,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Agustinus Bulu Kalli, warga RT 14, yang mengaku trauma bencana Seroja kembali teringat saat angin kencang menerjang rumahnya.
“Anginnya sangat menakutkan. Tapi setelah bapak Wali datang dan kami dapat bantuan, kami merasa dikuatkan,” tuturnya.
Respons cepat, sentuhan kemanusiaan, dan kehadiran langsung di tengah warga menjadi gambaran pelayanan publik yang membumi.
Di saat musibah datang tanpa aba-aba, Pemerintah Kota Kupang menunjukkan bahwa empati dan kehadiran pemimpin adalah bagian penting dari upaya memulihkan harapan masyarakat.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar