Sri Laelasari Minta Pemda Kuningan Memberikan Perhatian Khusus pada Pendidikan Anak Disabilitas Swasta
- account_circle Ghana
- calendar_month 8 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com – Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Kuningan, Sri Laelasari, mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kuningan untuk memberikan perhatian nyata terhadap lembaga pendidikan anak disabilitas berbasis swasta. Salah satunya yakni Rumah Tumbuh Kembang Ananda (RTKA) yang hingga kini dinilai masih minim sentuhan bantuan pemerintah.
Harapan tersebut disampaikan Sri usai menghadiri kegiatan Kreasi Rumah Tumbuh Kembang Ananda di Gedung Serba Guna Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Sabtu (05/09/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi kesabaran para pengelola dan orang tua yang terus mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.
”Tadi saya melihat para orang tua yang hebat dan luar biasa, termasuk pengelola RTKA yang begitu sabar mendidik anak-anak disabilitas. Kehadiran mereka harus lebih diprioritaskan, baik secara moral, sosial, maupun psikologis,” ujar Sri, yang juga aktif sebagai Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Kuningan.

Sri berjanji akan menjembatani aspirasi ini ke Pemda Kuningan agar ada solusi konkret. Menurutnya, persoalan anak di Kuningan tidak hanya berfokus pada penanganan stunting, tetapi juga hak pendidikan bagi anak-anak disabilitas.
Bentuk dukungan Pemda Kuningan yang didorong oleh Sri Laelasari meliputi:
Pengalokasian Dana Hibah: Menganggarkan bantuan operasional lembaga melalui APBD Kabupaten Kuningan.
Pemanfaatan CSR: Mendorong penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari BUMD setempat.
Sinergi Dinas Terkait: Mendorong Dinas Sosial untuk mendata dan mempercepat proses bantuan bagi lembaga swasta pengelola anak disabilitas.
Sikap senada disampaikan Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, yang turut hadir dalam acara tersebut. Pihaknya menyatakan bakal membicarakan persoalan ini bersama Bupati Kuningan agar ada skema perhatian bagi lembaga swasta seperti RTKA.
Sementara itu, Kepala Rumah Tumbuh Kembang Ananda, Dita Novaria, mengungkapkan bahwa sejak berdiri pada tahun 2020, lembaga yang kini mengasuh 30 anak tersebut belum pernah menerima bantuan dari Pemda Kuningan. Padahal, RTKA menyediakan layanan identifikasi, asesmen, konsultasi psikologis, hingga berbagai stimulasi perkembangan anak seperti terapi perilaku, wicara, dan okupasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Kepala Desa Sadamantra, jajaran pengurus RTKA, serta para orang tua murid. (Agh@N)
- Penulis: Ghana




Saat ini belum ada komentar